Pidato Lengkap Presiden Soekarno Saat Membacakan Proklamasi Kemerdekaan

Presiden Soekarno saat membacakan Proklamasi | Perpustakaan Nasional RI

Presiden Soekarno saat membacakan Proklamasi | Perpustakaan Nasional RI

NIASONLINE, JAKARTA – 17 Agustus lagi. Peringatan hari ulang tahun (HUT) kemerdekaan Republik Indonesia lagi. Sebuah kegiatan rutin tahunan.

Pada setiap peringatan HUT tersebut, warga Indonesia biasanya hanya diingatkan dengan secuil kisah sejarah penting yang disimbolkan dengan pembacaan kembali naskah Proklamasi kemerdekaan RI yang pernah dibacakan oleh Presiden Soekarno bersama Wapres Mohammad Hatta.

Tapi, tidak banyak yang tahu, bahwa sebelum membaca naskah Proklamasi, Presiden Soekarno menyampaikan pidato pengantar yang menggetarkan dengan pesan yang sangat kuat dan mendalam.

Gelora semangat dan komitmen perjuangan dalam pidato pengantar itu seolah menjadi pengiring ke klimaks pembacaan naskah proklamasi. Indonesia pun dinyatakan merdeka.

Sebuah referensi penting yang harusnya menjadi alasan bagi setiap warga RI agar tidak menyalahgunakaan kemerdekaan itu, kemudian. Mencemarkannya dengan pementingan diri sendiri, korupsi dan berbagai tindakan menjijikkan yang merusak masa depan rakyat Indonesia.

Naskah lengkap pidato tersebut, telah dibukukan dengan judul Kapita Selekta, Seri Pertama, Buku I, yang diterbitkan CV Bintang pada 1990. Buku itu dimasyarakatkan oleh Lembaga Sosial Pemasyarakatan Produk Peraturan Perundang-Undangan Republik Indonesia; Badan Pelaksana Proyek Pelayanan Sosial Yayasan Kesejahteraan Rakyat Padepokan Sawunggaling.

Berikut adalah naskah lengkap pidato lengkap dan pembacaan naskah Proklamasi oleh Presiden Soekarno yang didampingi Wapres Mohammad Hatta pada 17 Agustus 1945.

Saudara-saudara sekalian!

Saya telah minta saudara-saudara hadir disini untuk menyaksikan satu peristiwa maha-penting dalam sejarah kita.

Berpuluh-puluh tahun kita bangsa Indonesia telah berjoang, untuk kemerdekaan tanah air kita bahkan telah beratus-ratus tahun!

Gelombang aksi kita untuk mencapai kemerdekaan kita itu ada naiknya dan ada turunnya, tetapi jiwa kita tetap menuju ke arah cita-cita.

Juga di dalam jaman Jepang, usaha kita untuk mencapai kemerdekaan nasional tidak berhenti-hentinya.

Di dalam jaman Jepang ini, tampaknya saja kita menyandarkan diri kepada mereka, tetapi pada hakekatnya, tetap kita menyusun tenaga sendiri, tetapi kita percaya kepada kekuatan sendiri.

Sekarang tibalah saatnya kita benar-benar mengambil sikap nasib bangsa dan nasib tanah air kita di dalam tangan kita sendiri. Hanya bangsa yang berani mengambil nasib dalam tangan sendiri akan dapat berdiri dengan kuatnya.

Maka kami, tadi malah telah mengadakan musyawarat dengan pemuka-pemuka rakyat Indonesia dari seluruh Indonesia. Permusyawaratan itu seia sekata berpendapat bahwa sekaranglah datang saatnya untuk menyatakan kemerdekaan kita.

Saudara-saudara!

Dengan ini kami menyatakan kebulatan tekad itu. Dengarkanlah proklamasi kami:

Proklamasi

Kami bangsa Indonesia dengan ini menyatakan kemerdekaan Indonesia.
Hal-hal yang mengenai pemindahan kekuasaan dan lain-lain, diselenggarakan dengan cara saksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya.

Jakarta, 17 Agustus 1945
Atas Nama Bangsa Indonesia

Soekarno-Hatta

Demikianlah saudara-saudara!

Kita sekarang telah merdeka!

Tidak ada satu ikatan lagi yang mengikat tanah air kita dan bangsa kita!

Mulai saat ini kita menyusun Negara kita! Negara Merdeka, Negara Republik Indonesia – merdeka kekal dan abadi. Insyaallah, Tuhan memberkati kemerdekaan kita itu!

Dirgahayu RI ke-68. Merdeka! (EN/*)

Komentari