BANYAK INVESTOR BERMINAT, Batang Padi Tak Boleh Dimanfaatkan untuk Biofuel

Friday, September 26, 2008
By susuwongi

Oleh Zakiyah

JAKARTA, Investor Daily: Badan Ketahanan Pangan Departemen Pertanian (Deptan) menetapkan, batang padi dan sekam tidak boleh digunakan untuk biofuel (bahan bakar nabati/BBN). Kepala Badan Ketahanan Pangan Deptan Achmad Suryana menjelaskan, beberapa investor sudah berminat mengolah limbah padi itu menjadi biogas. “Kini, tren pengembangan BBN mulai mengarah ke tanaman padi. Sebelum investor membangun fasilitas pabriknya, kami cepat-cepat mengumumkan agar unit bisnis biogas dihilangkan dari rencana investasi mereka,” ujarnya kepada Investor Daily di Jakarta, Kamis (25/9).

Ia memaparkan, padi akan dikeluarkan dari program pengembangan BBN di Tanah Air, namun investasi biofuel yang lain boleh diteruskan. Program pengembangan BBN ini dilakukan pada 2009-2019.

Menurut Achmad, pelarangan investasi biogas dari batang dan sekam padi untuk kepentingan ketahanan pangan (food security) nasional. “Jika komoditi padi boleh dikaitkan dengan investasi biogas, dikhawatirkan akan mempengaruhi harga beras di dalam negeri. Dalam sepuluh tahun ke depan, pemerintah berusaha mengamankan komoditi padi dari pengaruh permintaan BBN,” tegasnya.

Ia mengungkapkan, beberapa rencana investasi hulu-hilir tanaman pangan di Merauke mengintegrasikan produksi biogas dari sekam dan batang padi. Hal ini sejalan dengan tren di negara lain, seperti Tiongkok dan India.

Di kedua negara yang berpenduduk terbanyak di dunia itu, limbah padi seperti sekam dan batangnya dimanfaatkan untuk memproduksi biogas secara massal. Tiongkok yang merupakan produsen beras terbesar di dunia antusias mengembangkan industri tersebut, karena mempunyai limbah padi sebanyak 230 juta ton per tahun.

Sebelum diberi bakteri untuk difermentasi, sekam dan batang padi diolah dulu dengan sodium hydroxide. Perlakuan awal itu dapat membentuk lebih banyak selulosa dari batang padi, sehingga meningkatkan produksi biogas. Teknologi ini digunakan oleh tiga industri biogas di Tiongkok.

Bertentangan dengan Presiden
Di tempat terpisah, Direktur Inkoptan Soeryo Bawono menegaskan, pelarangan produksi biogas dari sekam dan batang padi berlawanan dengan kebijakan Dewan Energi Nasional (DEN). DEN diketuai presiden, sedangkan wakilnya menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

“DEN justru berencana mengadopsi produksi energi dari limbah tanaman padi, baik sekam maupun batangnya,” tandas Soeryo.

Pada pertemuan Agustus lalu, lanjutnya, DEN berencana mengadopsi
pemanfaatan limbah padi seperti di Thailand. Pada sistem itu, petani bisa menjual sekam untuk pembangkit listrik tenaga sekam. Abu dari limbah pembangkit listrik pun masih bisa dijual ke pabrik semen.

Di Negeri Gajah Putih tersebut, sisa batang padi dan sekam digunakan untuk memproduksi biogas, sedangkan limbah lain seperti bekatul dimanfaatkan untuk memproduksi rice brand oil (minyak goreng bebas kolesterol, yang bertitik didih tinggi). Sementara itu, di Malaysia, batang padi digunakan sebagai bahan baku industri plywood (kayu lapis).

“Presiden selaku ketua DEN mengatakan, langkah seperti itu akan memberi nilai tambah bagi petani,” ucapnya.

2012, Padi Transgenik
Achmad menjelaskan, pemerintah terus berupaya meningkatkan ketahanan pangan nasional, termasuk meningkatkan kualitas produk beras. Salah satunya, dengan mengembangkan benih padi unggul transgenik Golden Rice pada 2012. Benih yang dikembangkan International Rice Research Institute (IRRI) di Filipina itu mengandung vitamin A.

Benih induk (breeder) akan diserahkan kepada Balai Besar Penelitian Padi Sukamandi untuk diproduksi massal. Namun, petani baru bisa mendapatkan benih dari lembaga tersebut pada 2014, karena diperlukan waktu dua tahun untuk penelitian keamanan hayati dan keamanan pangannya.

“Rencana masuknya padi transgenik tiga tahun lagi itu terbilang cepat, karena biasanya memerlukan waktu 11 tahun. Petani nantinya bisa menangkar benih sendiri, dengan indukan dari balai penelitian Sukamandi,” jelasnya.

Menurut dia, regulasi tanaman transegenik di Indonesia sudah tuntas, sehingga benih padi transgenik bakal mulus diadopsi di Tanah Air. Padi transgenik ini akan ditanam secara luas dan panennya dibeli Perum Bulog, untuk program beras bersubsidi bagi keluarga miskin (raskin).

“Harga benihnya dipastikan murah, karena untuk raskin. Ini agar penduduk miskin yang makanannya rendah protein bisa mendapatkan asupan vitamin A dari beras,” ungkapnya.

Namun, Soeryo mengaku khawatir dengan rencana pemerintah memakai benih padi transgenik maupun hibrida. Pasalnya, keduanya tidak bisa diproduksi secara alamiah.

“Tren kebijakan pemerintah tampaknya mengarahkan pada pemakaian lebih banyak benih padi hibrida dan transgenik, ke depan. Padahal, penangkarannya tidak alamiah,” paparnya.

Sumber: www.investorindonesia.com, 26/09/2008

One Response to “BANYAK INVESTOR BERMINAT, Batang Padi Tak Boleh Dimanfaatkan untuk Biofuel”

  1. 1
    Rose_C Says:

    apakah sekam dan batang padi kering tidak berbahaya apabila dikonsumsi oleh manusia?? tolong segera di jawab penting!!!

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

Kalender Berita

September 2008
M T W T F S S
« Aug   Oct »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930