Jakarta (SIB)
Akibat pembangunan kota yang tidak tertata rapi dan daerah resapan air digunakan untuk pembangunan akan menyebabkan ibukota Indonesia akan tenggelam pada 6 Desember 2025. Tenggelamnya Jakarta pada tanggal tersebut berdasarkan siklus astronomikal 18.6 tahun. Pada saat itu, tinggi permukaan laut akan naik drastis sehingga bisa menenggelamkan kota berpenduduk 12 juta jiwa tersebut.

Walau perubahan iklim dituding penyebab naiknya permukaan laut, namun hasil penelitian menunjukkan permasalahan utama tenggelamnya Jakarta adalah karena pembangunan yang tidak terkendali. “Alasan utamanya bukanlah perubahan iklim atau apa pun,” jelas Jan Jaap Brinkman, teknisi yang bekerja di badan konsultan Belanda, Delft Hydraulics seperti dilansir harian Singapura The Strait Times, Rabu (16/4).
Komite Perubahan Iklim, badan yang berhubungan dengan pemerintahan-Inter memperkirakan tinggi permukaan laut pada tahun 2025 akan naik 5 cm. Namun Brinkman mengatakan ketinggian Jakarta akan berada 40-60 cm lebih rendah dibandingkan ketinggian sekarang. Wilayah yang terkena dampak jika Jakarta tenggelam adalah daerah-daerah yang dekat dengan Laut Jawa.
Hasil penelitian menunjukkan tanpa perlindungan yang lebih baik, permukaan laut akan mencapai wilayah pemukiman penduduk tahun 2025. Dan tinggi permukaan laut akan mencapai puncaknya pada 6 Desember 2005, peringati Brinkman. Namun sebelumnya akan terjadi lebih sering banjir.
Achmad Lanti, pejabat pengawas air di ibukota mengatakan sekitar 40 persen sungai dan danau di Jakarta tidak saling terhubung. Untuk memperbaiki layanan, pemerintah DKI Jakarta tahun 1997 telah memprivatisasi suplai air. Namun dua operator asing gagal memenuhi janjinya mensuplai air untuk 75 persen warga pada tahun lalu.
Lebih lanjut, ia mengatakan sekitar setengah air yang disalurkan pipa air hilang karena dicuri atau kebocoran. “Kadang-kadang mereka yang melakukan pencurian secara individual dan organisasi kejahatan yang saya sebut mafia air,” jelasnya.
Ahli infrastruktur untuk Bank Dunia di Indonesia, Hongjoo Hahm, mengatakan sistem drainase yang dibangun semasa pemerintahan Belanda sudah tidak bisa lagi mencegah terjadinya banjir. “Skala banjir dikatakan Belanda akan terjadi setiap 25 tahun sekali, namun kini setiap tahun banjir selalu melanda Jakarta,” jelasnya seperti dikutip The Strait Times.
Guncang California
Dalam berita yang tak kalah mengejutkan muncul dari AS. California, yang kini dipimpin aktor laga Arnold Schwarzenegger, akan menghadapi risiko diguncang gempa bumi hebat pada 2037, ungkap para ilmuwan seperti dilansir Associated Press, Rabu (16/4).
Hasil kalkulasi menunjukkan 99.7 persen California diguncang gempa berkekuatan 6.7 magnitudo atau lebih kuat dalam 30 tahun ke depan. Hasil penilaian itu lebih besar di Selatan California ketimbang di Utara California, 97 persen melawan 93 persen.
“Itu akan terjadi,” jelas Ned Field, ahli geologi di Survei Geologi AS di Pasadena dan memimpin laporan. Pada tahun 1994, gempa bumi Northridge di bawah Bukit San Fernando, Los Angeles, mengguncang kota terkenal itu. Gempa berkekuatan 6.7 magnitudo itu menewaskan 72 orang, melukai lebih dari 9.000 orang dan menyebabkan kerugian 25 miliar dolar AS.
Kerusakan akibat gempa tergantung di mana kejadian. Gempa berkekuatan 7.1 magnitudo menghantam Gurun Pasir Mojave tahun 1999 namun hanya menimbulkan korban kecil dan tidak ada yang tewas.
California merupakan salah satu wilayah seismik paling aktif di wilayah itu. Lebih dari 300 jalur persimpangan melintasi negara bagian itu, di mana terdapat dua lempengan tektonik besar yakni lempengan Pasifik dan Amerika Utara. Selatan California sendiri saja setiap tahun diguncang sekitar 10.000 gempa, walau kekuatannya hanya kecil.
Perkiraan terjadinya gempa kuat tahun 2037 berdasarkan penelitian Pusat Gempa Selatan Califronia, USGS dan Survei Geologi California yang mengkalkulasi kemungkinan gempa di keseluruhan California dengan menggunakan data baru yang tersedia.
Namun para ilmuwan belum bisa memprediksi di mana atau kapan gempa besar itu akan terjadi. Mereka hanya memperingatkan agar penduduk California diingatkan agar bersiap-siap menghadapi kejadian alam. (TST/AP/WH/y)

Sumber: http://hariansib.com/2008/04/18/jakarta-akan-tenggelam-6-desember-2025/, OL Tgl. 18 April 2008

Facebook Comments