Seleksi CPNS 5 daerah tak diakui UI

MEDAN – Universitas Indonesia membantah bekerjasama lima kabupaten yakni, Nias, Nias Selatan, Nias Utara, Nias Barat dan Gunung Sitoli yang sebelumnya mengaku bekerjasama dengan mereka dalam seleksi penerimaan CPNS 2009. Mereka hanya bekerjasama 14 kabupaten/kota di Sumut yang bekerjasama dengan perguruan tinggi negeri itu.

Demikian disampaikan ketua komisi A DPRD Sumut, Muhammad Nuh, tadi malam. Hal itu disampaikannya setelah bertemu dengan panitia pelaksana seleksi CPNS UI, Adi Basukriadi dan kepala Biro Hukum UI, Retno Moerniati di kampus UI Jakarta.

Menurut Nuh, sebelumnya Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pemprovsu melaporkan lima kabupaten pemekaran dari Nias itu termasuk dalam 19 kabupaten/kota di Sumut yang bekerjasama dengan UI.

Bahkan, setelah hal itu dikroscek langsung, masing-masing BKD dari kelima kabupaten/kota itu membenarkan bahwa mereka bekerjasama dengan UI.

“Namun ternyata setelah kami kroscek, pihak UI malah membantahnya. Menurut mereka, UI hanya bekerjasama dengan 14 kabupaten/kota di Sumut dalam seleksi CPNS 2009. Kalau begitu kelima kabupaten/kota itu bekerjasama dengan siapa?” kata Nuh.

Nuh mengatakan, Komisi A akan segera berkoordinasi dengan BKD Pemprovsu untuk menindaklanjuti temuan tersebut. Mereka tidak ingin kejadian itu menjadi preseden buruk dalam seleksi CPNS di Sumut.

“Harus dituntaskan. Harus diperiksa apakah kelima kabupaten/kota itu berbohong, atau mereka memang akhirnya memutuskan untuk bekerjasama dengan perguruan tinggi lain tapi belum sempat dilaporkan,” kata Nuh.

Anggota fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu menambahkan, dalam pertemuan itu pihak UI menjamin akan melakukan penilaian hasil seleksi penerimaan CPNS dengan transparan. UI akan memberlakukan sistem ranking terhadap hasil ujian, dan semuanya akan diperiksa dengan menggunakan metode pengamanan yang berlapis.

Hasil ujian tersebut nantinya akan dicetak rangkap 3 tiga, dan masing masing akan dikirim sebagai bukti ke Badan Kepegawaian Nasional ( BKN ), pemkab/pemko bersangkutan, dan arsip UI sendiri.

Sehingga, katanya, kalau ada Pemkab/Pemko yang melakukan kecurangan dalam pengumuman CPNS, UI berjanji akan melakukan tindakan hukum. Karena perbuatan itu dinilai akan mencederai nama baik institusi UI.

“Termasuk kepada lima kabupaten/kota tadi. Kalau ternyata mereka mengaku bekerjasama, maka UI akan melaporkannya kepada aparat penegak hukum,” katanya.

Nuh menambahkan, Komisi A membuka kesempatan kepada masyarakat untuk melaporkan adanya kecurangan dalam hasil seleksi CPNS. Mereka berjanji akan membantu mengkroscek laporan masyarakat itu langsung ke UI.

Dalam pertemuan itu diketahui bahwa kerjasama UI dengan kabupaten/kota di Sumut itu tidak hanya dalam bidang seleksi CPNS, namun juga dalam bidang peningkatan SDM di pemerintah kota dan kabupaten. “Kerjasama itu telah berjalan selama 5 tahun.” (Waspada, 26 November 2009)

Leave a comment ?

22 Responses to Seleksi CPNS 5 daerah tak diakui UI

  1. Tim Liar says:

    Berdasarkan pantauan Tim Liar, pasaran untuk S1 Rp. 70 juta. Kalau itu ada mudah-mudahan aman. Kerjasama dengan USU, UI dan segala macam itu kayakaknya bohong aja. Buktinya kasus CPNS Nisel 2008 yang lewat USU bocor jzga.

    Jadi ??? Ya mana Tim 9 kok diam ni?????

    Pak SBY, tolonglah P. Nias.

    Tim Liar

  2. setuju dengan resp no.1
    kenapa bisa jadi begini ceritanya tes cpns di nias?
    kami harapkan pemda bisa menjelaskan masalah ini secepatnya kpd publik agar para peserta tdk merasa dirugikan.
    saya dengar info ada tim 9 yg memantau tes cpns di nias, bagaimana hasil pantauan kalian?
    justru tim liar yang dpt info duluan nih…

  3. Ya’ampuuun,,nias ini memang g ada kapok2nya,, masyrkat nias mau jg dbodoh2 bodohi mslah cpns,,sampai kpn ne bisa jujur,..? Klo mmg ne benar, harus dtuntut….Tuhan sadarkan mereka,,

  4. Tim Liar says:

    Kalo emang Tim 9 emang sungguh-sungguh memantau n tidak hanya bermaksud cari nasi bungkus gampang aja kok. Wawancarai para peserta testing dan tanya-tanya gimana gitu. Apakah mereka berharap dari tes keamren atau keluarganya nyiapin duit untuk melicinkan jalan. Trus dicekon juga apa bener bahwa kaki tangan para pembesar hasil pemekaran itu sudah memasuki desa-desa untuk cari calon CPNS yg brani nyiapin duit 25 – 75 juta?

    Gitu aj kok repot si??????

    Tim Liar

  5. leny k gulo says:

    saudara-saudaraku yang terkasih….bertobatlah.sebentar lagi akan kiamat.mumpung ada kesempatan dari TUHAN maka bertobatlah.hartamu yang banyak d dunia tdak akan kamu bawa k liang kubur…….

    BERTOBATLAH…….PERSIAPKAN JALAN BAGI TUHAN LURUSKAN JALAN BAGINYA…….

  6. pery Har says:

    mhn mslah cpns seluruh nias sgra dtuntaskan…kmi brharap ada kjujuran…jgn prmainan uang…klau bkn UI y krjasama dgn sluruh kab.nias lalu siapa…?kmi plamar bkn boneka…kmi percayakan kpd wakil rakyat y duduk di DPRD utk mylesaikan mslah ini…kmi brdoa bt bpk Presiden utk program 100hari spy brhasil..kmi mndukung basmi KKN dpulau nias ini…Tuhan myertai.amin..mhn info :081376790009

  7. Masyarakat Nias, yang sesama semuanya.. sebaiknya jangan cepat menilai siapa benar atau siapa salah.. menurut saya :
    1. Jika UI Memang benar tidak mengakui telah bekerja sama dgn 5 Daerah Otonom di Kepulauan Nias dalam hal Pengadaan CPNS TA. 2009, sebaiknya UI dapat menginformasikan setiap hari via media massa atau media lainnya atau bahkan melakukan pencerahan selama menjelang pengumuman hasil CPNS yang menurut saya pada Tanggal 7 Desember 2009 nantinya.
    2. Baiknya BKD tiap Daerah Otonom di Kepulauan Nias, segera menanggapi bantahan dari UI jangan hanya menanggapi dari suara yang tidak jelas.
    3. Kepada Anggota DPRD Nias, jangan cuma mengumbar akan menanggapi atau mengumbar bahwa akan di telurusi , keadaan ini jangan di jadikan lahan untuk menjust atau menjatuhkan instansi
    4. Susah membedakan mana yg benar atau salah jika cuma isu tanpa ada bukti
    5. ingat daerah nias penuh luka

  8. Analis Halawa says:

    Sy melihat,ada segelintir orang yang memanfaatkan kegagalan tiga penegak hukum di indonesia (KPK, Polisi, dan Kejaksaan)sebagai moment untuk berbuat dosa atau menjadikan dalil untuk semakin ganas menyuarakan KKN dimana-mana terutama di Pulau Niasku…..buktinya calo CPNS, ada dimana-mana….!!

  9. Niha Danö says:

    Pemprov dengan Pemkab, seperti anjing berebut tulang.
    Dikoreksi UI yang beruntung Pemprov.Klo USU yang ngoreksi,Pemkab yang beruntung.
    Kapan matinya virus-virus korupsi…???

  10. yanto says:

    hai teman2, apa kbr? seharusnya kita harus tau yang salah pemerintah atau pelamar. menurut saya pelamarlah yang salah karena ia ambisi menang shg menyuap oknum2 tertentu, siapa juga yang ga mau duit, sudah ada didepan, ngapain ditolak! jd kita jangan memberi cobaan ke mereka. ok.
    coba dibayangkan, seandainya tidak ada pelamar yang menyuap oknum tertentu shg aman smuanya. mohon dimengerti maksud saya.

Reply to Alito ¬
Cancel reply

NOTE - You can use these HTML tags and attributes:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>