Nagoyo Manase

nagoyo manase
sise’ise bawa
ba sanau ahe
ba sanae kaewa

i’urai nidanö
i’uraini mbombo
wangalui gönia
sa ono guro

Ref.
lö u lö a 3x
akaewa-kaewa
ha ha ha ha 3x
isöndra gönia

Adakah yang tahu siapa pengarang lagu ini ? Lagu ini adalah lagu anak-anak, sangat ceria.

About the author

nias

Situs budaya, bahasa dan aktualita masyarakat Nias


Leave a comment ?

12 Responses to Nagoyo Manase

  1. Etis Nehe says:

    iya, lagu itu sangat unik karena bernuansa alam dan keseharian pengalaman waktu dulu. juga singkat dan ‘agak lucu’ dari nada-nadanya.

    oh ya, apakah itu liriknya yang tepat? Sebab, waktu saya kecil, di T. Dalam, kata-katanya ada yang sedikit berbeda.
    (saya masih ingat-ingat lagi apa saja yang beda…he..he..)

    Kalau boleh, terjemahannya lagu itu apa ya? Ada beberapa kata yang saya tidak tahu artinya, apalagi kalau mencoba menindonesiakannya. Misalnya, nagoyo manase itu sejenis apa? Jujur saja, selama ini saya pikir itu sejenis ikan laut karena waktu kecil saya tahu lagu itu dimulai dengan “Nagoyo ba nasi.”

    Membaca lirik lagu itu, saya jadi tertawa sendiri.

    tks
    tks.

  2. Noniawati Telaumbanua says:

    Ya’ahowu,

    yang saya ingat bukan “ba sanau ahe” melainkan “ba sanau ikhu”, sambil memakai gerakan.
    Apa artinya dan mengapa begitu, wah, saya juga mengaku telah lupa.
    Tapi saya pikir karena dengan gerakan mencaplok dan diindikasikan dengan panca indera yang tajam, apalagi dinyanyikan pada anak-anak kecil instingnya tajam.
    Wah, semakin jauh artinya, ya?

    Noniawati Telaumbanua

  3. Fofo'usö says:

    Kalau saya tidak keliru, “Nagoyo Manase” itu adalah sejenis burung pelican, dengan paruh dan kaki yang agak panjang. Tetapi mungkin spesies yang terdapat di Nias agak berbeda sedikit dengan spesies pelican lainnya yang dikenal lebih umum. Biasanya ukuran tubuhnya lebih kecil.

    Burung jenis ini suka berada di pinggir-pinggir sungai kecil (mbombo), secara diam-diam mencari dan memangsa ikan-ikan atau pun anak udang yang ada di dalam air. Burung ini kalau melangkah sangat hati-hati dan tidak menimbulkan suara di dalam air sehingga ikan-ikan tidak curiga akan keberadaan pemangsa mereka ini. Itu sebabnya salah satu baris dari lirik lagu ini berbunyi “lö u lö a, ikaewa-kaewa, ha ha ha isöndra gönia.” Artinya dia diam-diam dan tidak menimbulkan suara apa pun dia mendapatkan makanannya.

    Lagu ini mungkin hanya merupakan “lailö” (lagu rakyat nias) dan sulit menemukan siapa sebenarnya penggubah syairnya. Liriknya agak jenaka, namun saya tidak begitu mengetahui apakah ada pesan moral di balik lirik lagu ini sehingga sering dinyanyikan untuk anak-anak kecil.

    Ya’ahowu

  4. Firman Gea says:

    Ya… menurut saya saya lagu ini sangat enak dinyayikan……
    menurut penafsiran saya.. nagoyo manase adalah sejenis burung bangau kecil yang makanannya adalah ikan,,,,,,,,baik itu di sunagi atau dipantai……

    ya mungkin saja begitu……..
    yaahowu

  5. borokoa says:

    Penjelasan Fofo’usö sangat mencerahkan, bahkan saya sendiri baru mengetahui beberapa hal baru dari syair lagu itu, misalnya tentang pengertian “lö u lö a … ikaewa-kaewa”, bahwa ini ada kaitanya dengan kiat si nagaoyo manase untuk menaklukan mangsanya.

    Lagu ini sudah saya dengar pada tahun 1960an (lupa apakah pertengahan atau akhir dekade itu), dan bahkan ketika di kampung suka menyanyikannya dengan teman-teman sambil diiringin gitar.

    Awal tahun 1970an (sekali lagi kalau tidak salah), lagu ini dialbumkan oleh Band Mardiana (saya lupa siapa saja anggotanya). Seingat saya, lagu-lagu dalam kaset ini (antara lain: Tanö Niha, Katitira Langi, dan … Nagoyo Manase) menjadi sangat populer kembali pada saat itu.

    Kalau tidak salah, Band Mardiana lahir tidak berapa lama setelah Band Simaenaria, Lahewa asuhan Pak Nikolaus Sturm (Am Kristof) mengawali kemunculan band-band musik pop di Nias.

    Seingat saya juga, dalam lagu itu terdapat baris “ba sanau ahe” dan bukan “ba sanau ikhu”, mungkin karena “ikhu” nagoyo manase “terintegrasi” dengan paruhnya itu 🙂 . Ya .. tapi penjelasan saya sebatas … “seingat saya”.

    Benar, lagu ini sangat enak didengar, dan pada masa itu merupakan salah satu “lagu” “jurus ampuh” Ono Niha setiap kali diminta menyanyikan lagu Nias di mana-mana. Sekarang, lagu-lagu pop Nias sudah cukup banyak yang kualitasnya sangat bagus. Sebut saja misalnya: “Towiwoti” ciptaan B. Laia, dst.

    ehalawa

  6. Firman Gea says:

    Hi, bung ehalawa….. rasanya saya pernah dengar lagu katitira langi….
    kalau ingat syairnya boleh di share disini…….
    Makasih loh…….
    Gea

  7. Syalom Saudaraku yang terkasih dalam kristus,tentang lagu ini sangat menarik “Nagoyo Manase” Benar yang bung Ehalawa mengatakan ‘Borokoa’
    lagu2 ini pd thn 90 an aja masih Hit2 dan Hot2,setahu saya waktu itu
    Bung Septianus Zebua,Septy Zalukhu,Lyly udah pernah mereka nyanyikan
    di album “Aya-ayagu Mbalatu” hanya saja pengarangnya entah siapa yang
    sebenarnya.

    yason LaSE

  8. “Ya’ahowu”
    Siapa saja yang membaca ini tolong berikan saranya biar artis2 Nias
    yang sudah lama bisa kita mengenangnya kembali……….tq

    Yason Batam

  9. zend says:

    yaahowu…………….
    lagu nagoyo manase memang ceria tapi mengandung makna yang amat dalam……………klo saya boleh katakan lagu ini adalah lugu yang berikan atau mengisaratkan kepada pendengar tentang bagai mana pahitnya dunia ini dan memberikan juga gambaran kita jangan ego,,,,,,,,,,,itu aza jika di analisa scara kesusastraan……….

    aq pun binggung siapa nama penggarang nya tapi bri aza apresiasi yakni AMA Sebolo Todo………….TQ

  10. boy says:

    Lagu ‘Nagoyo Manase’ adalah syair kebebasan ; keinginan untuk menentukan jalan hidup sendiri, kerinduan akan merasa lepas dari ikatan adat istiadat yang begitu mengikat…
    untuk diketahui, bahwa ‘ono niha’ dari awalnya adalah bangsa petualang, pantang terikat dan terkekang, sehingga nilai nilai budaya yang terkandung di dalam adat istiadat masyarakat nias kala itu (juga sekarang) melahirkan PEMBERONTAKAN jiwa sang pengarang …
    tapi dikarenakan keadaan pada waktu itu, maka penyampaian keinginan hati ditempuh lewat lagu agar terkesan lebih santun….
    BUKANKAH fakta itu dapat kita rasakan sekarang, dimana banyaknya ‘ONO NIHA’ yang keluar dan meraih sukses di tanah orang?

Reply to Noniawati Telaumbanua ¬
Cancel reply

NOTE - You can use these HTML tags and attributes:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>