Buku Tamu

Buku Tamu juga bukan ruang iklan; setiap pesan berbau iklan akan dihapus.

Buku Tamu ini dibuat untuk menampung kesan dan masukan pengunjung tentang Situs Yaahowu, dan tidak dimaksudkan untuk menjadi tempat diskusi atau komentar tentang hal lain. Yaahowu menyediakan dua sarana lain untuk yang disebutkan terakhir, yakni: (1) ruang komentar di akhir setiap berita / artikel dan (2) diskusi online yang secara berkala diselenggarakan oleh Yaahowu. Anda sebaiknya menulis nama dan alamat e-mail yang secara otomatis akan disembunyikan.

Silahkan tuliskan pesan/kesan Anda yang akan menjadi masukan bagi kami untuk meningkatkan kualitas situs ini.

Yaahowu.

Leave a comment ?

474 Responses to Buku Tamu

  1. banua says:

    omuso dododa fefu metola so Nias ba dunia maya

  2. Pirhot Sitompul says:

    Yaahowu,Horas kata halak hita ditapanuli…Sibolga Nauli…!
    Saya sebagai perantau anak sibolga sangat bangga. Ternyata Pulau Nias(nias)telah berbenah diri, dengan dunia mayanya.Situs pemkot sibolga tidak selengkap pemkot nias Saya sendiri anak Sibolga belum pernah ke Kota Nias (Gunung sitoli) tapi dulu semasa SLTA di Sibolga, saya banyak teman dari Gunung Sitoli menuntut ilmu di Sibolga tapi sekarang mungkin sudah berkurang kali ya …. sebab Inprastruktur Sekolah di Nias sudah cukup maju dan lengkap.Harapan saya sebagai mudah-2an pemda nias dan jajarannya lebih intensive lagi membangun nias keseluruhan sehingga dimasa masa yang akan datang nias benar-2 dikenal dunia secara utuh. tourisma mancanegara akan berlomba ke nias mengingat panorama lautnya yang sangat indah dal bagus untuk berselancar dllnya. Oh ya loncat batunya masih dilestarikan bukan……!
    Pak ini hanya saran : Bagaimana kalau bahasa niasnya ditransfer ke Indonesia, kan orang lebih banyak tau artinya. Sekali lagi selamat atas dunia mayanya. Jaahowu…..Horas….! Tuhan memberkati A3n

  3. Redaksi says:

    Horas, Pak Sitompul, dan terima kasih atas kunjungan ke Situs Yaahowu.

    Sibolga adalah kota indah di tepi Barat Pulau Sumatera yang tidak asing lagi bagi masyarakat Nias. Sebelum angkutan udara diperkenalkan di Nias, Sibolga merupakan ‘pintu masuk’ utama ke daratan Sumatera. Tidak mengherankan bahwa masyarakat Nias dan masyarakat Sibolga dari dulu selalu berada dalam suasana persaudaraan. Gunungsitoli dan Sibolga tak henti-hentinya saling memandang dari kejauhan.

    Tentang saran Pak Sitompul tentang Bahasa Nias, kita akan perhatikan, di tengah keterbatasan kami. Pak Sitompul bisa melihat Kamus Nias online yang tautannya di sebelah kanan atas halaman utama situs ini.

    Ya’ahowu, Horas.

    Redaksi

  4. ellysurjati says:

    ceritanya sungguh mengesankan. semua peristiwa dibalik itu pasti ada hikmahnya. disini saya juga ingin berbagi cerita dgn teman-teman ttg penderitaan papa melawan kanker di http://www.ellysurjati.blogspot.com thanks. horasssssssss…….

  5. Harriasal Tumori Zebua says:

    Syaloom dalam nama Yesus juru slamat kita Amen

    Saya Harri tinggal di Depok, Saya sangat senang setelah tau situs Yaahowu ini dan saya sangat ingin sekali berga bung sebagai anggotanya, Tapi saya minta maaf sebelumnya karena saya kurang mengerti dengan bahasa asal saya sendiri,

    Setelah buka situs ini dan banyak hal yang saya belum tau sebelumnya menjadi tau
    Seperti ajakan untuk bergabung dengan Provinsi Tapanuli, Saya harap para petinggi Nias jangan sampai ikut bergabung dengan Provinsi Tapanuli apa Bila provinsi tapanuli tidak mau mencantumkan Nama NIAS pada nama Provinsi tersebut.

    Maju terus Pulau nias dan anak anaknya Tuhan memberkati Kita semunya.

    Salam Hormat saya

    Harriasal Tumori Zebua

    Jl Kapuk Gg Sirsak no 23 RT01/03
    WISMA Trisiwi Kel. Pondok Cina
    Kec.Beji Depok

    Kota madya Depok Jawa barat 16424

    Tlp 021 91903369, 021 78849389

  6. Yedida Zai says:

    Yahowu…
    Saya sangat senang bergabung di situs ya’ahowu ini. jadi apa yang dikatakan orang luar dr nias,bahwa nias itu primitif,trus mereka tinggal dihutan-hutan.sekarang nias telah membuktikan bahwa apa yang mereka katakan selama ini tak seperti yang mereka pikirkan,buktinya nias sekarang dah maju loh,dunia luar dah banyak mengetahui tentang nias tercinta,jadi sya sebagai anak nias merasa bangga klo nias itu dah berbenah diri dengan dunia maya nya. maju terus pulau nias……

  7. M. Laoli says:

    Ya’ahowu…

    Yth. Redaksi Nias Online …

    Saya Mestinus Laoli tinggal di Medan. Saya mau nanya aja seperti yang telah dimuat dalam situs Ya’ahowu tentang marga, apakah marga Dohöna itu ada? kalau ada dia termasuk dimana. Terimakasih sebelumnya….

    Para Pimpinan dan tim Redaksi Situs Ya’ahowu yang saya hormati…

    Ini hanya saran aja

    1. Mungkin sebagian ada rekan2 kita orang Nias tapi tidak bisa berbahasa Nias, jadi saya sarankan kepada redaksi untuk membuat atau menciptakan suatu kamus bahasa Nias-Indonesia dan sebaliknya, mungkin dengan adanya kamus itu rekan-rekan akan lebih bangga punya kamus suku sendiri…

    2. Saya pernah ada niat untuk membuat suatu buku stambuk yang memuat atau menceritrakan tentang pertumbuhan marga2 di Pulau Nias, tapi saya selalu mendapat kendala terlebih-lebih informasi tentang silsilah marga yang sebenarnya karena keterbatasan informasi dan keterangan yang benar-benar valid…

    Jadi mungkin suatu saat para redaksi dapat memuatnya… sehingga yang mengunjungi situs ini lebih memahami bagaimana silsilah marga di Pulau Nias dan bagaimana perkembangannya.

    Terimakasih…

    Ya’ahowu

    Catatan Redaksi:
    Pesan di atas dikirim ke Redaksi lewat ni*********@***il.com beberapa waktu lalu.

  8. Redaksi-Moyo says:

    Bapak/Ibu M. Laoli Yth,

    Terimakasih sudah mampir di situs kita tercinta ini.

    Pada mulanya sebagian orang Nias memakai identitas ‘ono’ (anak) atau ‘iraono’ (jamak dari anak), mis.: Ono Delau, Ono Dohulu, Iraono Lase, Iraono Huna, dsb. Di zaman Belanda (1913-14), sewaktu diadakan soera pas (semacam KTP) mulai dipergunakan istilah ‘mado’ (dari ‘madou’ = cicit-piut, bani). Nama mado diambil dari nama leluhur pertama atau nama leluhur yang terkenal. [Sumber: F. Zebua, “Kota Gunungsitoli Sejarah Lahirnya dan Perkembangannya”, hal. 7]. Sebagai pembanding, kalau kita membaca beberapa sura nga’ötö, nama-nama yang tertulis di sana tidak memakai mado.

    Akan halnya mado Dohöna, menurut versi S. Zebua (“Menelusuri Sejarah Kebudayaan Ono Niha, hal. 43), termasuk mado nga’ötö Duada Hia Walangi Adu. Ada 44 mado dalam keturunan leluhur Hia yang sempat ditelusuri S. Zebua (Ama Wa’omasi).

    Kalau ingin menceritakan pertumbuhan marga-marga di pulau Nias, mengapa tidak dituangkan dalam bentuk tulisan, lalu dikirim ke situs kita. Nanti kan akan banyak masukan dalam bentuk diskusi. Tentang kamus, bisa dilihat di atas Kalender Berita di halaman ini.

    Semoga bermanfaat…

    Ya’ahowu!
    Redaksi-Moyo

  9. KH FATHURRAHMAN says:

    Assalamu”alaikum Wr.WB. Salam Silaturrahmi kami sampaikan kapada segenap keluarga besar Jakarta Utara “Marhaban ya Ramadhon ” dalam rangka Turut serta ta’lim dengan Ulama dan Guru besar kita PROF.DR.KH.NANANG HARIADI SE.MSc (GUS HAR) ” barang siapa kaum mukminin dan para Kaum muslimin yang menyantuni segenap fakir miskin dan yatim piatu dibulan ramadhon ini minimal 40 orang , maka alloh akan mengangkat derajatnya orang tersebut sekaligus mengabulkan apa apa yang diinginkan dan dihajatkanNYA” oleh karena yang melakuhkan amanah tersebut diatas adalah ibu Vera febiyanty anggota DPR RI dari partai Demokrat , maka kami atas nama alim Ulama Jakarta Utara menghimbau kepada segenap jama’ah kami yang berjumlah 200 ribu orang untuk mendukung dan mencalonkan kembali Ibu vera febiyanti menjadi anggota DPR RI dari partai Demokrat kembali . demikian pesan kami sampaikan Wassalamu’alaikum WR.WB.
    Jakarta 2 Ramadhon 2429 hijriyah
    tertanda
    KH FATHURRAHMAN
    ULAMA JAKUT

  10. Berkat says:

    Mohon maaf ada koreksi dalam pengucapan kata salam dalam bahasa nias seharusnya ” Ya’ahowu ” bukan Jaahowu.terima kasih .Horas bapak Pirhot Sitompul…
    salam dari berkat jaya lase
    kontributor berita situs yaahowu ( batam )

Leave a Comment

NOTE - You can use these HTML tags and attributes:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>