Buku Tamu

Buku Tamu juga bukan ruang iklan; setiap pesan berbau iklan akan dihapus.

Buku Tamu ini dibuat untuk menampung kesan dan masukan pengunjung tentang Situs Yaahowu, dan tidak dimaksudkan untuk menjadi tempat diskusi atau komentar tentang hal lain. Yaahowu menyediakan dua sarana lain untuk yang disebutkan terakhir, yakni: (1) ruang komentar di akhir setiap berita / artikel dan (2) diskusi online yang secara berkala diselenggarakan oleh Yaahowu. Anda sebaiknya menulis nama dan alamat e-mail yang secara otomatis akan disembunyikan.

Silahkan tuliskan pesan/kesan Anda yang akan menjadi masukan bagi kami untuk meningkatkan kualitas situs ini.

Yaahowu.

Leave a comment ?

474 Responses to Buku Tamu

  1. andri says:

    “Saya menyukai tampilan website Anda dengan informasi yang diberikan di dalamnya. Saya akan kunjungi beberapa waktu lagi untuk melihat informasi terbaru dari Anda”.

    Andri Abdurrohim

  2. Tima says:

    situs ini sangat menarik sekali dan informatif. mengenal kebudayaan indonesia dari sisi pulau nias.
    thanks yah, untuk menampilkan koment saya di situs ini. Semangat dan sukses selalu.

  3. A.Lia Bate'e says:

    Ya’ahowu………..!
    Kami infokan kepada seluruh masyrakat Nias dimana pun kita ,
    ONSIP (Orudua Ndarono Niha Siso ba Palembang)yang motori oleh ketua :Dr.Fakhili Gulo,Msi, telah sukses melaksanakan Pagelaran Budaya Nias Perdana dikota Palembang Sumatera-Selatan.Progaram ini dilaksanakn untuk mempromosikan adat istidat dan tempat wisata Nias,walaupun tanpa respon positif dari pemerintah daerah Nias dan Nias Selatan yang telah kami berikan informasi akan dilaksanakannya Pagelaran ini.
    Perlu kami informasikan bahwa selain tujuan diatas, pagelaran ini juga kami laksanakan untuk ikut partisipasi dalam program Pemerintah yaitu :Visit musi 2008 dan Visit Indonesia Year 2008.Ya’ahowu.

  4. Ginny L.Moningka,ST says:

    senangnya ada situs yg bisa mengobati sedikit kerinduan saya akan pulau nias.semoga tambah variatif lg dan tmbh cakep trus.hehe.salam buat org2 nias.

  5. Yasi says:

    Yaahowu,

    Saya senang akhirnya ketemu situs ini, bisa jadi obat kangen di rantau. Semoga semakin banyak informasi perkembangan dan kemajuan Nias melalui situs ini. Jika ada yang mau diskusi tentang perkebunan, dengan senang hati saya akan share. Ok met’bekerja semua.Gbu

  6. Saya selaku ketua panitia mengucapkan terima kasih kepada seluruh donatur, sponsor dan siapa saja yang telah memberikan bantuan sehingga Pagelaran Budaya Nias di Palembang telah dapat kami laksanakan dengan baik & sukses.
    ya’ahowu.

  7. Devi Christine zedrato says:

    Ya^ahowu

    Trims ama pihak yg bersusahpayah membuat website ini. kami yg ngk pernah tau tentang NIAS, jadi nya banyak tau. Perbanyak lagi informasi nya ya…kami di sini haus dgn berita, sejarah dan budaya NIAS. Saya ingin tau tentang MAENA.Terus, Menurut OrTu saya, Ada satu adat di NIAS, sewaktu berlangsungnya adat perkawinan, ada acara di mana kedua pihak mempelai(di wakili) saling berbalas pantun. bisa ngk saya tau informasi nya dr website ini? terus, kenapa pengantin perempuan harus di TANDU? apa arti nya? Thanks

    Maju Nias
    Devi Christine Zedrato

  8. Redaksi says:

    Sdri Devi Christine yang baik,

    Terima kasih atas kunjungan ke Situs Yaahowu.

    Situs Yaahowu berupaya menampilkan berbagai informasi tentang Nias seperti Anda bisa baca di sejumlah topik: Bahasa Nias, Budaya, Diskusi Online, Publikasi, Sosok dan Wawancara.

    Berkunjung ke Nias dan membaca buku atau artikel tentang Nias bisa membantu Anda mengenal lebih jauh tentang Nias.

    Di Youtube sudah ada sejumlah vidio manena Nias. Dengan menggunakan Google, klik menu Video lalu masukkan kata kunci “maena nias” dan kliklah “Search’. Google nanti akan membawa Anda ke situs Youtube yang menampilkan vidio maena Nias.

    Informasi tentang tahapan-tahapan dan berbagai kegiatan dalam perkawainan adat Nias akan kami usahakan penayangannya dalam situs ini. Bersabar.

    Tentang ‘famahea’ pengantin perempuan (ni’owalu atau bene’ö) dalam budaya Nias, kami tidak dapat memberikan informasi yang lengkap, namun kami coba secara singkat.

    Beberapa tahun lalu, kami menanyakan hal ini kepada salah seorang tokoh adat di Nias. Beliau mengatakan ‘famahea’ berkaitan dengan ‘kehormatan’ pihak keluarga bene’ö dan kehormatan bene’ö itu sendiri.

    Bene’ö yang masih gadis (belum pernah menikah sebelumnya), akan diusung dari rumah orang tuanya ke rumah orang tua pihak pengantin laki-laki. Ini melambangkan bahwa gadis itu masih bersih dan suci. Inilah kehormatan kepada gadis yang menjadi bene’ö itu. Kepada pihak keluarga bene’ö, ‘famahea’ juga merupakan kehormatan, kehormatan karena mereka berhasil menjaga anak gadisnya selamat sampai pada pesta pernikahan itu.

    Pengantin yang sebelumnya ketahuan berzinah, dan pengantin janda tidak akan diberi kehormatan itu.

    Pengantin perempuan dari suku lain (yang pesta nikahnya misalnya dilakukan di luar pulau Nias), tetap diberi kehormatan itu asal dia bukan janda. Beberapa saat menjelang sampai di rumah pihak laki-laki, mereka disambut oleh para pengusung. Selanjutnya penganten perempuan diusung sambil faritia dibunyikan. Dan pesta secara adat Nias juga akan diselenggarakan.

    Kini, dalam pesta-pesta perkawinan mobil pengantin tersedia. Apakah ‘famaeha’ masih dipertahankan ? Ya, tetap. Karena ini menyangkut kehormatan gadis dan pihak keluarganya.

    Caranya ? Beberapa saat setelah mangona (pamit) dari orang tuanya, bene’ö tadi diusung mulai dari pekarangan tempat pesta ke lokasi di mana mobil pengantin tadi menunggu. Jaraknya bisa saja hanya beberapa puluh meter, itu bukan masalah. Yang penting, lambang kehormatan itu tetap dilakukan. Hal yang sama akan dilakukan juga menjelang sampai di rumah pihak marafule (pengantin laki-laki).

    Catatan: Kalau tak salah, tak semua daerah di Nias memiliki tradisi ‘famahea’ ini. Jadi informasi di atas berlaku bagi daerah-daerah yang mengenai tradisi ‘famahea’.

    Salam,

    Redaksi

  9. Devi Christine zedrato says:

    Saudara Redaksi Yth,

    terimakasih atas informasih nya. Saya amat bangga menjadi ONO NIHA. tp sayang, saya kurang faham bhs Nias. Tp dgn ada nya kamus bhs Nias,(di website ini) saya dan saudara2 saya bisa belajar bhs Nias. Bapak Saya bilang, kami dr Afulu, Lahewa. Di sana ada Adat FAMAEHA. Alangkah bagus nya klu semua Putri dr NIAS bisa melalui Adat FAMAEHA.
    Mudah2an ada diantara saudara/i saya yg akan melalui adat FAMAEHA. Redaksi yth, dgn ada nya website ini, keluarga kami yg udah ninggalin NIAS thn 1985, jadi ingin pulang NATAL 2008(Kalau TUHAN izinkan). Website ini telah membangkitkan kerinduan pada TANO NIHA. Terimah kasih. Teruskan Perjuangan.

    SALAM

  10. EDISON ZAI, S.Pd says:

    Sallom….ya’ahowu !
    Saya sangat bangga setiap singgah di Situs ini, ada brita yang selalu baru dan menarik tentang daerah Nias.
    Saudaraku……..
    “Marilah kita bersatu untuk bisa membangun daerah Nias yang kita cintai ini…..SELAMAT BERJUANG”.

Leave a Comment

NOTE - You can use these HTML tags and attributes:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>