Dalam daftar yang ditampilkan di situs resmi www.kpu.go.id tersebut, sebanyak delapan putra-putri Nias dinyatakan lolos untuk berlaga di wilayah Sumatera Utara (Sumut).
Kedelapan bakal calon DPR RI dari Pulau Nias tersebut tersebar di enam partai. Mereka tersebar di Daerah Pemilihan (Dapil) Sumut II sebanyak tujuh orang. Satu orang lainnya berlaga di Dapil Sumut I.
Delapan orang yang berlaga di Dapil Sumut II adalah Yosafati Waruwu (Partai Nasdem), Yasonna Hamonangan Laoly (PDI-P), Talihadat Bazatogu Hia (Golkar), Dermawati Harefa (Gerinda), Suasana Dachi (Gerinda), Agustus Gea (Partai Demokrat), dan Esther GN Telaumbanua (Hanura), dan Barnabas Yusuf Hura (PAN).
Mereka harus bersaing memerebutkan 10 kursi di 19 Kabupaten/Kota di Dapil Sumut II. Terdiri dari: Nias, Nias Selatan, Nias Utara, Nias Barat, Kota Gunungsitoli, Labuhan Batu, Labuhan Batu Utara, Labuhan Batu Selatan, Kota Padangsidimpuan, Mandailing Natal, Kota Sibolga, Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, Tapanuli Selatan, Humbang Hasundutan, Toba Samosir, Samosir, Padang Lawas Utara dan Padang Lawas.
Sedangkan Firman Jaya Daely (PDIP) berlaga di Dapil Sumut I yang terdiri dari Kota Medan, Deli Serdang, Serdang Bedagai dan Kota Tebing Tinggi.
Masih Bisa Dicoret
Karena masih daftar sementara, maka nama mereka masih bisa saja dicoret. KPU pun memberikan kesempatan selama 14 hari kepada masyarakat untuk memberikan masukan terkait caleg yang maju dari daerah pemilihannya tersebut.
Masyarakat yang memberikan masukan, wajib melengkapi identitas diri dan fotokopi KTP. Selanjutnya, bila syarat itu lengkap, laporan terkait caleg tersebut akan diproses KPU.
Laporan masyarakat akan diverifikasi oleh KPU kepada partai pengusungnya. Jika laporan
masyarakat itu benar, maka nama caleg tersebut akan dicoret dari daftar dan partainya mengajukan penggantinya.
Setelah batas waktu itu terlewati dan KPU melakukan verifikasi final, maka pada 25 Agustus 2013, para caleg tersebut akan ditetapkan ke dalam DCT. (EN)
Catatan Redaksi:
Sebelumnya, redaksi mencatat hanya 8 bakal calon legislatif asal Nias yang bertarung di Sumut. Tidak termasuk nama Barnabas Yusuf Hura dari Partai PAN. Dengan menuliskannya pada judul dan badan berita, maka ketidaktepatan penulisan sebelumnya sudah diperbaiki.

Mohon ditindak dan dihentikan permintaan uang jaminan kelulusan diterima sbg mahasiswa Akper Gunungsitoli dari pendaftar calon mahasiswa Akper Gunungsitoli, yg dilakukan oleh oknum berinsial GH salah satu dosen Akper Gunungsitoli, dan tidak tertutup kemungkinan dilakukan oknum-oknum yg lain, besaran yg diambil adalah Rp.6 juta perorang, dgn mengatasnamakan Direktur Akper Gunungsitoli
Semoga kakek Hia (borota niha)bisa menjadi juru selamat untuk menjaga tano niha dari kepunahan oleh krna kemajuan globalisasi
selain nama-nama diatas masih ada Putra-Putri Nias yang berjuang untuk sampai ke Senayan melalui Dapil diluar SUMUT, yaitu Marinus Gea, SE (PDIP) dan Hermawi Taslim (Nasdem) di Dapil Banten 3, Elmansyah Telaumbanua (Hanura) Dapil Riau 2
Bu Herlina Gea,
Ulasan mengenai mereka yang berlaga di luar dapil Sumut, bisa dibaca di sini: http://niasonline.net/2013/06/15/4-putra-putri-nias-ini-bertarung-menuju-dpr-ri-di-luar-sumut/
Tks
Redaksi
Semua mungkin berpeluang, akan tetapi pasti ada yang terbaik diantara yang terbaik, masyarakat pemilih di dapil 2 Sumut dan khususnya di Kep. Nias kita harapkan jadi pemilih yang cerdas, jujur, berani dan bertanggungjawab dalam menentukan wakil2nya sebagai legislator yang pro rakyat, bersih, dan mau melayani sepenuh hati.. Kita wajib mempelajari rekam jejak caleg tsb dari informasi yang aktual dan faktual dan mungkin keuntungan bagi pendatang baru, karena opini mengenai pengabdian belum terkontaminasi oleh jabatan sebelumnya (dibanding yang sudah dan sedang jadi anggota DPR RI, kita sudah bisa menilai apa dan bagaimana para beliau saat menjabat)…tetapi kita juga harus sadar bahwa masih tersisa beberapa kota\kabupaten (diluar kep.Nias)yang juga menjagokan putra putri daerahnya dan hasil buntung bila malah para caleg putra putri Nias tak ada yang lolos murni karena kepentingan politik para caleg2 besar yang bermerk tokoh nasional, tapi saya yakin dan percaya bahwa bila ditanya (sayang ga ada yang nanya) saya akan memilih figur caleg yang selama ini memiliki kontribusi besar terhadap organisasi kemasyarakatan dan organisasi gereja, sederhana dan meluangkan waktu demi kepentingan orang Nias tanpa memandang hubungan famili, teman… Semoga pilihan itu tepat dan tidak mengecewakan , sukses buat ….