DPRD Nisel Tetap Tolak Anggaran Mobil Dinas Bupati Rp 1,5 Miliar

Thursday, January 31, 2013
By susuwongi

Unsur pimpinan DPRD Nisel saat konsultasi di Biro Keuangan Setdaprovsu (Foto: SN)/FB)

Unsur pimpinan DPRD Nisel saat konsultasi di Biro Keuangan Setdaprovsu (Foto: SN)/FB)

NIASONLINE, Jakarta – Meski akan masuk bulan kedua di 2013, namun RAPBD 2013 Kabupaten Nias Selatan (Nisel) belum juga disahkan dalam rapat paripurna DPRD.

Akibatnya, Pemkab Nisel tidak bisa menggunakan anggaran sama sekali untuk kegiatannya. Secara aturan, pemerintah daerah Nisel seharusnya sudah kena sanksi akibat keterlambatan pengesahan tersebut.

Ternyata, tak kunjung disahkannya Perda APBD 2013 tersebut karena ada perbedaan sikap terkait mata anggaran, antara yang diajukan Pemkab dan yang diusulkan DPRD.

Salah satu mata anggaran yang ditolak mentah-mentah DPRD Nisel adalah anggaran untuk pembelian mobil dinas bupati yang baru. Harganya tidak tanggung-tanggung, mencapai Rp 1,5 miliar.

DPRD ingin mata anggaran itu dihapus karena dinilai tidak mendesak. Namun, ternyata Pemkab Nisel, meski telah sepakat menghapusnya, tetap ingin memasukkan mata anggaran itu.

“Belanja modal pengadaan alat-alat angkutan darat bermotor jeep 1 (satu) unit dengan harga Rp 1,5 miliar dihapus karena kendaraan mobil dinas jabatan Bupati saat ini masih sangat layak pakai (pengadaan tahun 2010), dan bukan kebutuhan masyarakat yang sangat mendesak,” ujar Wakil Ketua DPRD Nisel Sozanolo Ndruru kepada Nias Online, Kamis (31/1/2013).

Lima mata anggaran lain yang diminta DPRD agar dihapuskan adalah untuk:
1. Jasa Konsultan Penelitian dan perencanaan pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) sebesar Rp. 3,982 miliar. Alasannya, kegiatan/anggaran itu tidak pernah dibahas dan anggaran pembangunan RSUDnya sendiri belum tersedia.
2. Belanja Makan + minum Rumah Tangga kepalaa daerah dan wakil kepala daerah sebesar Rp 1 miliar diciutkan menjadi Rp 500 juta demi efisiensi anggaran.
3. Pengadaan tanah dengan biaya Rp 25 miliar dihapus karena peruntukannya tidak jelas. Selain itu, kegiatan tersebut dinilai sangat rentan dengan penyelewengan dan bukan kebutuhan masyarakat yang mendesak.
4. Anggaran Lawyer Pemkab Nisel sebesar Rp 270 juta.
5. Penyertaan modal permanen pada BUMD sebesar Rp 25 miliar tapi ditunda penganggarannya karena penjelasann anggarannya sebesar Rp 15 miliar sudah ada pada APBD TA 2012.

Dia juga menjelaskan, hasil konsultasi dengan di kantor Gubsu melalui Biro Keuangan Setda Provinsi Sumut pada 29 Januari 2013, Gubsu akan memanggil DPRD dan Bupati Nisel untuk menyelesaikan perbedaan terkait penganggaran tersebut.

“Gubsu berupaya mencari solusi terbaik agar masyarakat tidak di korbankan. Dan bila tidak ada titik terang juga, Gubsu akan menyurati Pemkab Nisel agar tidak mecairkan anggaran pada beberapa item kegiatan yang belum disepakati tersebut,” jelas dia.

Mobil Dinas Bupati Nisel (Foto: EN)

Mobil Dinas Bupati Nisel (Foto: EN)

Kronologis Polemik RAPBD 2013

Ketua DPD Partai Golkar Nisel tersebut menjelaskan, RAPBD 2013 sendiri diparipurnakan pada 3 November 2013. Namun, kemudian tak kunjung disahkan menjadi Perda APBD paska hasil evaluasi oleh Gubsu dalam Keputusan Gubsu No. 188.44/779/KPTS/2012 tanggal 21 Desember 2012, tentang hasil evaluasi Rancangan Peraturan Daerah Kabupaten Nisel tentang APBD TA.2013 dan Rancangan Peraturan Bupati Nisel tentang APBD TA.2013.

Pada 11 Januari, jelas dia, Badan Anggaran DPRD dan TAPD Nisel melakukan rapat dengan agenda penyesuaian dan penyempurnaan Hasil Evaluasi Gubernur Sumut atas Ranperda APBD dan Ranperbup tentang APBD TA.2013 sebagai tindaklanjut Keputusan Gubernur Sumut No.188.44/779/KPTS/2012.

Rapat di Gedung DPRD Nisel tersebut dihadiri 11 (sebelas) orang pimpinan dan anggota Badan Anggaran DPRD dan 6 (Enam) orang TAPD yang di Pimpin oleh Sekda Nisel.

Hasil rapat tersebut menghasilkan beberapa poin, yakni penyempurnaan kegiatan dengan alasan rasional, realistis dan objektif berdasarkan urgensi dan prioritas pembangunan untuk kepentingan masyarakat Nisel. Hasilnya adalah penghapusan enam mata anggaran seperti disebut di atas.

Sesuai hasil rapat tersebut, TAPD Nisel diberi kesempatan menyempurnakan draf Ranperda tersebut sesuai hasil kesepakatan dengan menghilangkan enam mata anggaran tersebut. Selanjutnya, penyempurnaan itu akan disahkan pada 14 Januari 2013.

Namun, kata dia, hingga saat ini kesepakatan itu malah tidak dipenuhi. Yang terjadi, kata dia, TPAD bersama 22 anggota DPRD datang ke Biro Keuangan Setdaprov Sumut untuk membatalkan keputusan pimpinan dan Anggota Badan Anggaran tentang penghapusan beberapa kegiatan dan alokasi anggaran.

Dia juga mengakui kalau sebagian besar anggota DPRD Nisel saat ini sudah beralih mendukung saja usulan anggaran itu untuk disahkan sebagaimana diusulkan Pemkab Nisel.

“Sepertinya pihak eksekutif tidak memiliki itikad baik untuk memenuhinya, bahkan memaksakan DPRD untuk menyetujui saja kegiatan dan alokasi anggaran tersebut. Namun pimpinan dan Badan Anggaran tetap konsisten pada sikap politik lembaga DPRD untuk memperjuangkan kepentingan Masyarakat yang lebih kongkrit dan mendesak bukan untuk memenuhi kebutuhan aparat pemerintah Daerah yang cenderung menghambur-hamburkan keuangan daerah sesuai keinginan Kepala Daerah,” tegas dia. (EN)

Tags: ,

18 Responses to “DPRD Nisel Tetap Tolak Anggaran Mobil Dinas Bupati Rp 1,5 Miliar”

  1. 1
    Ayoebhia Says:

    Sebagai salah satu warga dari masyarakat Nisel, saya mendoakan supaya tidak cepat punah pemerintahan nisel,dan uang rakyat bisa dimaksimalkan untuk kepentingan rakyat kecil,bukan untuk Segelintir orang saja.yaahowu.Tuhan Yesus memberkati.syalooom

  2. 2
    Kesatuan Mahasiswa NISEL Medan Says:

    ~~~~????????““
    Kalau execitive dan legislative sudah tidak kompak untuk pembangunan NISEL, lalu siapa lagi yang dapa diharapkan? sangat di sesalkan, semua pada mempertahankan egoisme masing masing lembaga, hanya untuk kepentingan politik busuk semata, sangat memalukan sekali, apakah perlu tsunami dan gempa bumi yang dahsyat baru pembangunan kita maju dan sadar untuk mau berubah, jadikanlah 2013 ini menjADI MOMENTUM yang sangat menjujung nilai-nilai kebersamaan dan semangat kegotong royongan seluruh lapisan masyarakat NISEL.

    TUHAN YESUS MEMBERKATI…!!!

    ”YA’AHOWU”

  3. 3
    susuwongi Says:

    Sdr pemberi komentar dengan nama Kesatuan Mahasiswa NISEL Jakarta,

    Redaksi terpaksa menghapus komentar Anda karena bernada SARA. Bila ingin memberi komentar, berkomentarlah dalam bahasa dan argumentasi yang pantas dan konstruktif tanpa harus menyinggung SARA.

    Terima kasih

    Redaksi

  4. 4
    Prihatin Says:

    Benar2 memrihatinkan.Daerahnya, tentu saja warganya bisa ttp masuk kategori daerah tertinggal dan miskin.Tp bupati harus pake mobil mewah bernilai miliaran rupiah. Ironis sekali.Boleh banyak sulit cari hidup, jalan rusak gak dibangun, asal bupati pake mobil dinas semewah pejabat di ibukota. Selayaknya DPRD Nisel menolaknya.

  5. 5
    ucok Says:

    Wah wah,,, sungguh terlalu ine esecutive, tanggunglah klo hanya mobil jeep,, klo bisa JAT PRIBADI aja dianggarkan biar cpt urusan siap kalau keluar daerah. Pesan untuk esecutive ingat dan jangan lupa jerih payah rakyatmu membayar pajak, tujuannya bukan karena menyejahterakan seseorang tapi untuk menyejahterakan seluruh masyarakat Nisel.

  6. 6
    ALITALIA SARUMAHA Says:

    Kalkulasi pak bupati untuk ganti mobil 1,5 M untuk kelancaran tugas karena PAD Nisel mungkin sudah dapat dikategorikan BAIK.

  7. 7
    ALITALIA SARUMAHA Says:

    Bapak-bapak DPRD Nisel mungkin kurang paham akan praktek Marketing yaitu untuk meningkatkan omzet ( PAD ) salah satu alat pendukung untuk GOL adalah alat transportasi yaitu MOBIL 1,5 M.

  8. 8
    zai Says:

    bapak bupati yang kami banggakan kami rindu Bandara Silambo di percepat beroperasi ,karena itu salah satu faktor agar daerah kita nias selatan cepat maju.GB All

  9. 9
    Marselino Fau Says:

    Inilah akibatnya kalau EGO di kedepankan, kalau ribut untuk kepantingan rakyat masih masuk akal, ini ribut untuk kepentingan pribadi. Jokowi aja dia mau naik Kijang inova, apa hebatnya nisel dari jakarta, bahkan jokowi mau naik gerobak pemulung… emangnya akal sehat sudah tidak digunakan lagi? Gagahan seolah nomor satu, jadi pemimpin itu melayani…. mau pamer sama siapa? 95% rakyat nisel miskin terus buat apa pamer mobil jeep dengan mereka? Pamer pelayanan itu baru top.

    Kalau DPR dan Pemkab tidak ketemu titik temu… walah… dijakarta masih banyak mobil yang kerendam banjir… siapa yang ngotot ambil saja, gratis kok tidak usah pakai APBD-APBDan. Semoga yang ngotot membaca ini dan sadar segera melayani rakyat.

    Sudah tahu Nias termasuk daerah tertingal malah ribut jeep jab jeb yang harganya selangit, kata engkongnya si madra bujubuneng harganya… Dimana hati nurani….?

  10. 10
    sentara harita Says:

    masa sich nias selatan masuk nominasi kabupaten termiskin dan tertinggal se indonesia,bisa bisanya anggarkan mobil dinas bupati 1,5m sangat luar biasa….”””””WAHAI KAUM PENGUASA NISEL JGNLAH KAU MENARI DIATAS PENDERITAAN RAKYAT NIAS SELATAN YG SANGAT SANGAT TERTINGGAL DAN MISKIN DIBANDINGKAN KABUPATEN2 SE INDONESIA,SMOGA BPK IDEALISMAN TERBANGUN HATINYA UTK BERJIWA PRO RAKYAT MISKIN BUKAN SEBALIKNYA PRO FAMILY DAN KERABAT SEPERJUANGAN DI PEMILUKADA 2TAHUN YG LALU…AZAB AZAB AZAB AKAN SINGGAH DI KEHIDUPAN SAUDARA KLO DUIT RAKYAT DIPAKAI UTK KPUASAN PRIBADI DAN BUKAN UNTK MENSEJAHTERAKAN RAKYAT…..”””””

  11. 11
    temataf Says:

    sahkan secepat mungkin apbd tu dprd.dgn catatan tolak anggaran mobil dinas krn tidak perlu sekali lagian mobil dinas masih utuh.

  12. 12
    Brooo Ted Says:

    Gile Coi…. Ajas manfaat nich….
    Pakai yang ada emang kenapa sich…????
    Syukurilah yang ada, mending uangnya buat bantu pulau-pulau lain di Nisel yang belum di perhatikan. GBU

  13. 13
    ALITALIA SARUMAHA Says:

    Semakin tambah melongo saja bapak-bapak di DPRD bila mobil BB 1 W yang baru dipakai 2 – 3 tahun di D U M kan jadi 50 jt, hehehe……….

  14. 14
    Anonymous Says:

    mau beli “tucuxi” ya Pak Idealisman???? hahahahahah tuh “Dahlan” saja celaka bagus mobil Dinasnya di ganti aja deh DPRD Nias Selatan pakai yang 150-jt aja tuh ada Avanza/Xenia dari pada “Fortuner”!!!!!! hahahahahahah ngomong2 gelar “Drs” Idealisman kemana ya????? kan di pakai waktu jadi DPR-RI ????????????

  15. 15
    susuwongi Says:

    Sdr pemberi komentar dgn menggunakan nama “Drs.Martinus Lase,MAP”,

    Komentar Anda terpaksa kami hapus. Selain bernada SARA, juga hanya mengulang-ulang komentar yang sama, yang tak konstruktif yang sebelumnya berkali-kali kami hapus dari kolom komentar ini, yang disampaikan oleh komentator dengan nama samaran Kesatuan Mahasiswa Nisel Jakarta atau Rakyat Nisel Raya.

    Dalam data kami, Anda memberikan komentar menggunakan nama-nama yang berbeda. Baik dengan email yang sama, maupun email dengan sedikit modifikasi.

    Selain itu, kami menduga secara tanpa hak, Anda menggunakan nama orang lain (memakai nama Walikota Gusit) saat memberikan komentar. Itu sebuah sikap yang tidak pantas.

    Berikanlah komentar yang konstruktif, argumentatif dan tanpa menggunakan nama orang lain. Gunakanlah identitas yang jelas.

    Redaksi

  16. 16
    Alexander Wa'u Says:

    Semoga bisa terungkap bro, maju terus pantang mundur…

    Y’AHAOWU…

  17. 17
    sadarwan halawa Says:

    Mana LSM dam masyrakat dukung terus itu wakil Ketua Dewan NISEL, utk menolak beberapa item anggaran yg tidk mendesak dan akal-akalan, dari PEMKAB NIsel

  18. 18
    roony Says:

    belum tentu itu benar, kan ada aturannya

Leave a Reply

Comment spam protected by SpamBam

Kalender Berita

January 2013
M T W T F S S
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031