Kabupaten Nias Menuju Kemandirian Energi Listrik

Tuesday, February 28, 2012
By susuwongi

Peta Kabupaten Nias (N. Telaumbanua)

Oleh N. Telaumbanua, ST. M.Sc.*)

Krisis energi yang terus membayangi dan membatasi gerak pembangunan adalah sebuah fenomena yang tidak akan dapat dihindari. Krisis energi nyata berimbas pada daerah atau wilayah terisolir dan atau daerah pinggiran. Krisis yang sama juga memastikan sebuah daerah akan tetap dianggap tertinggal dan tidak tersentuh pembangunan.

Kabupaten Nias, Propinsi Sumatera Utara, menjawab tantangan ini dengan menempatkan isu energi listrik sebagai hal penting, sebagai prioritas dalam pembangunan. Hingga kini, masih terdapat daerah-daerah yang baru saja dimekarkan sebagai kecamatan baru yang belum tersentuh oleh listrik negara.

Setidaknya tiga kecamatan yaitu Kecamatan Ma’u, Kecamatan Ulugawo dan Kecamatan Somolo-molo serta puluhan desa yang tersebar di seluruh Kabupaten Nias yang masih menanti realisasi adanya listrik negara di wilayah mereka.

Krisis energi tidak terjadi di sana melainkan realisasi pembangunan belumlah maksimal menjangkau masyarakat di wilayah ini. Akan tetapi, krisis energi semakin mempersulit daerah-daerah ini untuk mengejar ketertinggalan mereka, sekalipun telah dimekarkan.
Diperlukan sebuah langkah konkrit untuk mendukung kemajuan pembangunan di wilayah tersebut di atas.

Namun, sebuah langkah perubahan tidak bisa dipaksakan terjadi pada daerah-daerah baru tersebut bila infrastruktur dasar bagi kesejahteraan masyarakatnya belumlah tersedia.
Menjadi sebuah daerah baru/daerah pemekaran dapat dilihat sebagai langkah plus. Yakni, daerah terisolir seperti Ma’u, Ulugawo dan Somölö-mölö segera beranjak dan difasilitasi dengan komponen infrastruktur yang setara untuk statusnya sebagai kecamatan pemekaran baru. Di antaranya, berupa pembangunan jalan, instalasi listrik, pendidikan dan kesehatan sebagai perhatian utama di sana.

Salah satu upaya yang tetap terus direalisasikan di Kabupaten Nias adalah terjangkaunya masyarakat dengan fasilitas listrik terbarukan. Sebagai contoh realisasi, pada tahun 2010 dan tahun 2011 melalui Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal, pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Tersebar telah dinikmati oleh masyarakat Desa Sifaoro’asi Uluhou Kecamatan Bawolato dan Desa Hili’otalua Kecamatan Gidö.

Penyerahan Paket PLTS di Desa Hiliotalua, Kec. Gido (Foto: Ojil)

Pada tahun 2011 juga telah dilaksanakan pendataan ulang masyarakat Kabupaten Nias yang telah menerima bantuan PLTS Tersebar di tahun-tahun sebelumnya. Melihat kondisi di lapangan, Kecamatan Ma’u, Kecamatan Ulugawo dan Kecamatan Somölö-mölö, adalah tiga kecamatan yang layak untuk segera difasilitasi oleh listrik negara. Baik berupa Bantuan PLTS Tersebar atau Terpusat yang direalisasikan secara bertahap oleh KPDT dan oleh Pemkab Nias, maupun listrik yang difasilitasi oleh PLN.

Kemandirian energi untuk pembangunan di Kabupaten Nias terus diupayakan oleh Bupati Nias dan Wakil Bupati Nias dengan cepat. Hal itu dilakukan melalui pendekatan-pendekatan ilmiah, konsultasi tenaga ahli dan realistis yang bisa dicapai melalui pemanfaatan maksimal semua sumber-sumber energi terbarukan seperti aliran DAS, tenaga angin, tenaga surya dan tenaga air hujan yang dikombinasikan dengan sistem rain water harvesting (tadah air hujan).

Strategi pemanfaatan sumber-sumber energi terbarukan ini layak untuk dimasyarakatkan di Kabupaten Nias sehingga memberikan sebuah kesempatan bagi masyarakat lokal untuk melakukan terobosan dan inovasi teknologi tepat guna dan murah demi menjawab tantangan akan kemandirian energi listrik.

*) N. Telaumbanua, ST. M.Sc. adalah Pemerhati dan Penulis Perencanaan Wilayah Kepulauan Nias.

10 Responses to “Kabupaten Nias Menuju Kemandirian Energi Listrik”

  1. 1
    Adi Iskandar Says:

    Salah satu issu yang sangat sentral bukan hanya di kabupaten Nias, akan tetapi seluruh Kepulauan Nias baik di ibukotanya, maupun kecamataan, desa, adalah kelistrikan. Bagaimana tidak, saya pernah di gunung sitoli listrik nyala hanya 2 jam saja, 22 jam padam, gak tahu apa penyebabnya, kalo ditanya, solarnya habis. terlambat datang dari Sibolga. Kok bisa ya manajemen pasokannya separah itu, padahal di gunung sitoli, kota terbesar di kepulauan Nias. Kita gak usa tanya lagi di kota-kota lain seantero Nias, kayak apa lamanya waktu pemadaman. Masalah kelistrikan ini perlu perhatian PEMDA diseluruh Kepulauan Nias. 4 Kabupaten plus 1 Kotamaya hendaknya mendesak PLN, agar mau menuntaskan masalah kelistrikan di Kepulauan Nias, entah itu bangun pembangkit baru atau kalo dimungkinkan interkoneksifitas dari Sibolga ke Nias, dari PLTA sihaporas, pelabuan angin. itu diserahkan ke pemerintah. Yang amat penting dan mendesak pelu reingineering kelistrikan di pulau Nias. Sebab belum ada satu pembangkit yang besar untuk melayani seluruh Nias.

  2. 2
    N. Telaumbanua Says:

    Yth. Bapak Adi Iskandar,

    Terima kasih banyak atas tanggapan, kritik dan saran yang telah disampaikan dalam forum ini.

    Ide mengenai pembangkit listrik baru berdaya besar, interkoneksifitas dan re-engineering di Nias patut dipertimbangkan.

    Pengalaman selama tinggal di Nias semoga saja tidak menyurutkan keinginan Bapak untuk berkunjung kembali bahkan turut mendukung serta berpartisipasi di dalam pembangunan di Kab. Nias secara khusus dan Kepulauan Nias secara umum.

    Salam,
    N. Telaumbanua

  3. 3
    Adi Iskandar Says:

    Ibu N.Telaumbanua. Artikel anda sangat menarik untuk dikaji. Kemandirian Energi apabila bisa terwujud, akan sangat berdampak bagi masyarakat dan juga kalangan pengusaha. Betapa tidak, Listrik sudah merupakan kebutuhan primer, tak ada yang bisa dilakukan di era ini, tanpa energi listrik. 90% kebutuhan hidup manusia digerakkan oleh energi listrik. Sulit rasanya kita menuju industrialisasi tanpa didukung oleh listrik yang memadai. Karena listrik ini ibarat aliran darah bagi sektor mana saja. Saya gak kebayang kalo, listrik untuk kemasyarakat saja belum bisa di suply, bagaimana kita bisa maju?. Kalo memang ada niatan PEMDA, gak sulit untuk desak PLN, apalagi saat ini, PLN sudah buat terobosan pre paid dengan sistem pulsa, toh, masyarakat juga bayar, gak gratis, tapi tolong dunk infrastrukturnya disiapkan. Saya sedikit kritisi kinerja PLN ini, sudah monopoli, kebutuhan masyarakat didesa-desa juga tak bisa terpenuhi. Ini bukan di Kepulauan Nias aja ibu, di pulau jawa saja masih banyak daerah yg belum tersentuh listrik. Melalui PEMDA harusnya pro aktif, dibutuhkan negosiasi yang tangguh juga dari instansi PEMDA untuk mendesak PLN, jangan pasrah. Karena kebanyakan Dinas2 PEMDA kita ini melempem ketika bernegosiasi keluar seperti PLN pusat sana, gak tangguh dalam negosiasi, kenapa masyarakat kita butuh listrik, bagaimana mencari solusinya?. Ini saya sampaikan, karena selama ini, kita sendiri seringkali pasrah dengan ketidak berdayaan. Ayo Masyrakat Nias, bangun PLTG kalo memungkinkan disana. Terimakasih.

  4. 4
    Yulius Edison Duha Says:

    Ya’ahowu Bpk./Ibu N. Telaumbanua ST. M.Sc.

    Patut kita acungkan jempol kepada Bupati dan Wakil Bupati Nias yang terus mengupayakan kemandirian Energi di Kabupaten Nias dengan pendekatan-pendekatan ilmiah, konsultasi tenaga ahli. Sudah pasti semua itu memerlukan biaya yang mahal.

    Sekedar informasi untuk mendukung program tersebut, kami menawarkan program yang sama, seperti yang Bapak/Ibu paparkan diatas yaitu
    Infrastruktur Energi, yang dapat di terapkan di Kepulauan Nias.

    Adapun Infrastruktut Energi tersebut sbb :
    •Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA)/ Hydro Power
    •Pembangunan PLTMH (Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hyndro) memanfaatkan air terjun kecil atau arus sungai
    •Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Arus Laut (Tidal Energy)
    •Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Angin/Bayu (Wind Turbine)
    •Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTPB)

    Untuk pendanaannya melalui Fasilitas Pinjaman Hibah Luar Negeri (PHLN) ini terdiri dari :
    • Pinjaman Lunak (Soft Loan) dan
    • Hibah (Grand).

    Untuk melakukan hal ini harus di dukung oleh PEMDA.

    Saohagele….

  5. 5
    N.Telaumbanua Says:

    Yth. Bapak Adi Iskandar,

    Infrastruktur yang mendukung di Kabupaten Nias memang terus diupayakan untuk dipersiapkan semaksimal mungkin.

    Tanpa beranjak dari issue mengenai ketersediaan energi khususnya energi terbarukan, negosiasi dengan berbagai pihak adalah salah satu input penting untuk mempersiapkan kemandirian energi di Kabupaten Nias.

    Energi yang berasal dari berbagai sumber terbarukan pasti akan selalu dibutuhkan, akan terus dikembangkan dan akan menjadi “tambang emas” bagi wilayah-wilayah yang memiliki kestabilan sumber-sumber terbarukan tersebut.

    Peluang ini yang patut diakomodir oleh Kabupaten Nias.

    Sukses Pak Adi.

  6. 6
    N.Telaumbanua Says:

    Yth. Bapak Yulius Edison Duha,

    Ya’ahowu,

    Terima kasih banyak atas input dan tawaran menarik mengenai program-program yang berkaitan dengan peluang energi terbarukan.

    Informasi tentang rogram-program tersebut sangat dibutuhkan bukan hanya dalam lingkup Kabupaten Nias, melainkan juga Kabupaten-kabupaten lain yang belum terjangkau listrik.

    Salam,
    N. Telaumbanua

  7. 7
    Yulius Edison Duha Says:

    Ya’ahowu Bpk./Ibu N. Telaumbanua ST. M.Sc.

    Memang betul, informasi tentang program energi sangat di butuhkan di kepulauan Nias. Tapi apalah arti sebuah informasi jika tidak dapat di tangkap oleh para kepala daerah di Kepulauan Nias saat ini….

    Kita semua mengerti dan tahu bahwa setiap investor yang akan masuk ke suatu daerah pasti akan berkaitan dengan infrastruktur Jalan, air bersih dan energi…

    Dari program Infrastruktur energi yang kami tawarkan, maka akan mendukung pembangunan infrastruktur jalan dan air… Jika ketiga hal itu ada maka investor tidak akan ragu untuk menanamkan modalnya di kepulauan Nias.

    Saohagele…

  8. 8
    huberto purba Says:

    Kami mungkin bisa menjadi solusi anda semua!!!
    🙂

    http://www.suryacellindo.com
    Pembangkit energi listrik tenaga surya

  9. 9
    Pemerhati Says:

    Sel surya berdaya puncak 50 W dipasang di rumah di sebuah desa di Nias yang jumlah hari hujannya lebih dari 250 hari pertahun? Kiri-kanan rumah dikelilngi pohon-pohon tinggi sehingga sinar matahari (kalau tidak hujan) baru mencapai permukaan panel sekitar jam 10 – 11 pagi ? Dan sesudah jam 3-4 sore panel tidak lagi mendapat energi dari matahari ? Dengan tingkat kemendungan yang cukup tinggi sepanjang hari dan hampir setiap hari di musim hujan?

    Di mana keekonomiannya ya?

  10. 10
    Mack Willis Says:

    Selamat siang,
    Apakah Anda membutuhkan pinjaman atau ditolak oleh bank di sini adalah kesempatan bagi Anda untuk menjadi bahagia lagi Firm Loan Global sini untuk mengakhiri semua masalah dan khawatir,
    Kami menawarkan pinjaman kepada individu, perusahaan dan badan usaha berbadan hukum dengan bunga 2% dalam jangka panjang dari 1-40 tahun. jumlah minimum yang dapat dipinjam $ 1,000.00 dolar AS untuk maksimal $ 10.Million. kita disahkan oleh Pemerintah Federal sangat negara ini untuk memberikan pinjaman on line orang yang tertarik dapat menghubungi kami via Email: globalloanfirm101@gmail.com,
    jangan ragu untuk mengajukan pertanyaan apapun,

    kami menunggu respons yang cepat dan permintaan,

    terima kasih

Leave a Reply

Comment spam protected by SpamBam

Kalender Berita

February 2012
M T W T F S S
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
272829