Sejak akhir Minggu lalu, beberapa pesan singkat (Short Message Service/SMS) yang isinya aneh-aneh mampir ke telepon seluler saya. SMS itu dikirim dari Pulau Nias dan sepertinya telah di set sedemikian rupa menjadi semacam pesan berantai.
SMS terbaru, saya terima hari ini yang mengatasnamakan Pdt F. L. Bidaya. Berikut adalah isi lengkap SMS itu, dengan sedikit pengeditan tanpa merubah isi.
“Amada Pdt. FL BIDAYA B.TH, STH, ba Teluk Dalam. Ya’ia da’ö. Tohare jiheu sabölö-bölö silö’irai alua dania ba badanö niha ba matonga ibali’ö danö niha tobali asi, ba andrö ya’ita fefu sifatalifusö sisagörö soi tanö niha ta’abe’e’ö wangandrö ena’ö löalua jimane da’ö dania. Kirim sms da’a khö nawöu niha sifahatö khöu mato 20 ngawua ba’ösöndra sms gratis 3Get 2000 ngawua ba bonus pulsa faebua 25000. no terbukti khögu, no udapatkö da’ö pulsa ba gratis SMS…â€
Tidak lama setelah menerima SMS itu, saya mendapat konfirmasi dari Pdt F. L. Bidaya. Dia membantah SMS itu dan menyatakannya sebagai berita bohong. Dia juga telah mengirimi beberapa orang SMS bantahan itu karena telah mengakibatkan sedikit kehebohan di Teluk Dalam.
SMS bantahan itu berbunyi: “Kalau ada SMS yang bapak dan ibu terima tentang info gempa dahsyat yang informannya mengatasnamakan saya, itu adalah kebohongan, jangan dipercaya. Saya tidak pernah mengirim SMS itu. Jangan sampai masyarakat gelisah.â€
Pdt F. L. Bidaya yang juga menjabat sebagai Kasi Urusan Agama Kristen Kantor Kementerian Agama Kabupaten Nias Selatan itu sangat prihatin dengan SMS itu karena bisa menyesatkan masyarakat. Pihaknya juga akan membuat surat edaran yang ditujukan kepada gereja-geraja agar jemaat tidak terpengaruh dengan SMS itu. “Beberapa Pendeta sudah saya SMS agar tidak mempercayai SMS itu dan agar menjelaskannya kepada jemaat. Kami juga mengimbau ke depan agar tidak ada lagi SMS yang tidak membangun seperti itu,†kata dia.
Beberapa hari sebelumnya, saya juga menerima ada dua SMS yang beredar. Bahkan ada yang mengirimkannya pada tengah malam, mungkin saking percaya dan takutnya dengan isi pesan itu.
Isi SMS pertama:
“Ya’ahowu Talifusö: noso duria sahöli-höli dödöda badanö Niha, yaia daö: Turia nono alawe sibaga-baga nomofayo aitö, baru afusi, u’i aitö. Ba no baga-abga, andrö mi abe’e’ö wangandrö faböi falukha khömi ya’ami ira talifusö. No’ahatö fafökha, I’alu-alui haniha ni’ania. Ilulu Ama ba Zorugo. Ö kirim 10 nalö ökirim göna’ö fa’abu dodo sabölöbölö. Nodombua duria sahöli höli dodo ba danöniha, yaia nasu sowöhö.â€
Isi SMS kedua:
{SMS PENDETA} {RESORT NIAS} tgl 21-2-2010, hari Minggu terjadi di kecamatan Idano Gawo satu keajaiban. Seekor anjing bicara dalam gereja. Ia berkata tidak lama lagi dunia akan hancur. Apa kalian tidak mengerti, pertanda sudah ada bencana selalu ada dimana-mana. Wahai umat, sadarlah kalian semua setelah ini benar terjadi jangan abaikan. Kirim pada famili semua setidaknya 15 orang. Jika tidak disebarkan kamu akan mendapat cobaan yang sangat pedih.â€
Dilihat dari polanya, pembuatan SMS itu sepertinya menyesuaikan dengan perkembangan isu di Pulau Nias. Pada SMS yang mengatasnamakan Pdt F. L. Bidaya, kejadian yang berdekatan adalah gempa yang terjadi pada Sabtu (13/3) malam. Sedangkan pada dua SMS lainnya, yang sama-sama terkait ‘anjing’ bersamaan dengan merebaknya berita kasus rabies.
Kami sempat menghubungi beberapa orang di kampung di Pulau Nias yang mendapat dan mengirimkan SMS itu. Ternyata, mungkin karena kurang informasi, mereka percaya begitu saja SMS-SMS itu, bahkan ada yang sangat ketakutan. Kami telah berusaha memberi penjelasan, ada yang percaya tapi juga ada yang tidak. Bagi saudara-saudari yang berasal dari Pulau Nias, yang membaca tulisan ini, mohon membantu memberi pengertian kepada saudara-saudari kita di Nias. (Etis Nehe)
SMS yang mirip, saya terima juga pada tanggal 15 Maret yang lalu. Bunyinya, “So duria saholoi-holi dododa ba Hiligafoa. No alua zata’u ita. Ono alawe tobali harimo zi matonga, ba nga’eu niha zimatonga. Ba no ibunu ndra amania ba keluargara. Ba meno ahori da’o ba ilau ia ba zinga omo khora irege sambua banua no ahori i’a. Ha sambua omo zi selamat, keluarga Pdt. A. Kelfin. Ba awai halowora fangandro ba fanuno Lowalangi. Ira talifuso datalau mangandro fefu ena’o i’efa’o ita ba ngawalo wa’abolo gafokha. Mifa’ema duria andre ba zisagoro tano Niha. Pdt. A. Kelfin,”.
Pengirim SMS ini, masih tergolong saudara dari Desa Dangagari, mandrehe. Karena saya kenal, lalu saya segera telpon menanyakan darimana sumber informasinya. Lalu dijawab, “dari teman-teman di kampung.” Saya katakan kalau belum tahu sumber informasi, ada baiknya jangan disebar dulu SMS yang beginian. Karena akan meresahkan masyarakat. Bahwa kita harus berdoa kepada Tuhan untuk memohon keselamatan, ya, saya setuju-setuju saja. Dan itu pasti saya lakukan tanpa adanya ancaman. Doa adalah sebuah komunikasi yang terus menerus saya lakukan kepada Sang Pencipta.
Setelah itu saya menganjurkan pengirim SMS agar mengecek info itu pada hari berikutnya. Tapi karena kesibukan, saya tidak sempat tanyakan lagi apakah dia sudah cek apa belum, tahu-tahu Nias On Line sudah me-release berita ini.
Harapan saya, teman-teman turut menenangkan saudara-saudara kita di Nias. Mereka yang ada di desa sering terlalu cepat percaya pada issu.
He soaya, fahowu’o ira, boro me lo la’ila hadia ia nifaluara andro
berjaga-jagalah sllu semog TUHAN Menjauhkan itu dri Pulau nias
semoga itu menjadi renungan buat kita akan adanya TUHAN,,srmoga nias diberkati TUHAN
Oya mano samaelungu BanuaNia ba ginoto iada’a. Mi’angenano!!!
Tuhan sudah tau semuanya kita manusia hanya menjalani.
hidup dan mati sudah di atur olehNYa tak seorangpun dapat menambah ataupun maenguranginya.
semoga Pulau Nias dipulihkan.
semoga Pulau Nias terberkati dan hal mistik-mistik yang berada di dalamnya terhapuskan.
Ya… saya setuju memang betul bahwa apapun yang terjadi dalam hidup ini khususnya pulau nias Tuhan sudah atur semuanya, kita harus saling bergandeng tangan dalam menegur satu dengan yang lain dengan penuh lemah lembut dan jaga diri agar tidak terdapat dosa didalamnya Tuhan memberkati
Saya juga dapat SMS yang kedua, tapi saya abaikan
Tuhan pulau nias jauhi dari segala cobaan dan orang2 yang menyebarkan berita2 yang hanya meresahkan masyarakat nias biarlah roh kudus yang bekerja dalam hati mereka….
orang orang yang ngirim sms itu dah gak punya akal sehat,,,
n’ wajar saja sms sperti itu cepat merebak,, karena kebanyakan kita orang nias masih percaya pada hal hal aneh dan sepele…
mari berpikir dan mari bertindak,,,,