Berdasarkan Kerjasama UNDP – BAPPENAS: Program Nias Island Project Terbentuk

Tuesday, October 27, 2009
By borokoa

Gunungsitoli – United Nations Development Programme (UNDP) dalam kerjasamanya dengan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS) dan Departemen Dalam Negeri (DEPDAGRI) serta Multi Donor Fund (MDF) serta beberapa pemangku kepentingan lainnya memprakasai pembentukan program transisional Rehabilitasi – Rekontruksi di Kepulauan Nias yang disebut Nias Island Transition Project (NITP).

“Gagasan Inti Poyek tersebut adalah mendorong kapasitas Pemerintah dan Masyarakat Sipil dalam pengolaan berbagai sumber daya yang didapat dan dimiliki ke dalam sistem yang ada dalam persoalan pengalihan dan pengololaan asset, pengembangan kapasitas kepemerintahan (governance) dan Integrasi upaya-upaya pengurangan resiko bencana (disaster Risk Redductions DRR dalam kebijakan dan program pemerintah kabupaten “kata Officer In Charge UNDP Nias, Alvin Taulu, di Lantai 3 Kantor Bupati Nias, Jalan Pelud Binaka, Nias, Selasa (22/10).

Menurut Alvin Taulu, bantuan dari berbagai pihak yang datang setelah bencana alam yang terjadi di Nias, dari satu pihak dapat mengatasi masalah kedaruratan yang mendesak pasca bencana serta masalah Rekonstruksidan realisasi, tetapi di lain pihak ternyata memberikan beban yang bertambah besar dalam pengelolaannya kepada Pemerintah Nias dan Nias Selatan terutama setelah masa Rehabilitasi dan Rekonstruksi dianggap telah selesai.

Tentu Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) selesai masa tugasnya dan beban serta tanggungjawab semakim nyata dan berat, terutama terkait masalah Operasional dan Pemeliharaan asset yang telah dibangun oleh BRR, lembaga donor dan NGO Internasional maupun NGO local. Dalam hal ini NITP dengan motto “Mendapingi Transisi, Menunjang Keberlanjutan Menuju Kemandirian” melalui kegiatan penguatan kapasitas dalam manajemen Barang Milik Daerah (BMD), Penguatan kapasitas Manajemen Keuangan Daerah (MKD), pelatihan dan ujian sertifikasi pengadaan barang dan jasa pemerintah serta Pengurangan Resiko Bencana (PRB), jelas Alvin.

Dijelaskannya, UNDP bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Nias dan Nisel mejalankan kerjasama dalam apliksi Sistem Manajemen Asset Barang dan Milik Daerah (SIMBADA). Program aplikasi ini di sesuaikan dengan peraturan pemerintah pusat yang dipadukan dengan mengaplikasikan sistem Geograpic Information System untuk menentukan lokasi keberadaan asset, diharapkan dengan adanya pelatihan dibidang manajemen barang milik daerah ini, pengelolaan, pencatatan, pemeliharaan yang berkaitan dengan asset daerah dapat dilaksanakan.

Dalam penguatan kapasitas di bidang asset ini, UNDP membuat “Klinik” untuk manajemen asset, dalam tata kelola keuangan daerah yang baik Nias dan Nisel bekerjasama dengan Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) serta peraturan pemerintah pusat yang mengharuskan panitia pengadaan barang dan jasa pemerintah kerjasama dengan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP), serta UNDP berupaya membuat Program Radio Talk yang diharapkan dapat menjangkau pendengar melalui siaran radio dalam rangka pameran untuk memperingati “Hari Pengurangan Resiko Bencana” (International Day OF Disaster Reduction), kata Alvin mengakhiri. (Analisa, 27 Oktober 2009)

Leave a Reply

Comment spam protected by SpamBam

Kalender Berita

October 2009
M T W T F S S
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031