Tiga Pejabat Pemkab Nias Tersangka Korupsi Penyalahgunaan Anggaran

Thursday, October 15, 2009
By nias

Medan – Tiga pejabat Kabupaten Nias ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan penyalahgunaan anggaran di Sekretaris Kabupaten (Setkab) Nias Tahun 2007 sebesar Rp2,9 miliar, oleh tim pidana khusus (pidsus) Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu).

“Hari ini sudah ada tiga pejabat yang ditetapkan tersangka dalam kasus korupsi dana Setkab Nias itu,“ kata Agoes Djaya kepada MedanBisnis, Rabu (14/10) malam, sesaat sebelum menyerahkan tongkat komando Pidsus Kejatisu kepada Erbindo Saragih SH.

Ketiga pejabat itu, lanjut Agoes, mantan Sekda Kab Nias Martinus Lase, Kepala Bagian Keuangan Setkab Nias Yuliaro Gea dan Kepala Bagian Umum dan Perlengkapan Ziliwu.

“Ketiga tersangka akan masih terus diperiksa secara intensif,” ujar Agoes seraya menambahkan perkembangan lanjut boleh dikonfirmasi kepada pejabat baru.

Ditanya apa alasan ketiga tersangka tidak ditahan di Rutan klas I A Tanjung Gusta Medan, Agoes menyatakan, sejauh ini ketiganya masih kooperatif dalam memenuhi panggilan pemeriksaan dari penyidik.

“Pemeriksaan terhadap ketiga pejabat dari Setkab Nias itu terakhir kali dilakukan pihaknya pada hari Selasa (13/10),“ katanya. Kalau proses ke depannya bagimana tanyakan langsung dengan Aspidsus yang baru ini. “Saya kan terakhir hari ini sebagai Aspidsus,” ujar Agoes tersenyum.

Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejatisu Edi Irsan Kurnaiwan Tarigan SH menambahkan, Kepala Kejaksaan Tinggi Sumut (Kajatisu) sudah menunjuk jaksa yang menangani kasus tersebut. Meski terjadi pergantian Aspidsus, namun penanganan kasus tersebut akan berlanjut.

“Jadi tidak ada masalah, kasusnya akan terus jalan. Sudah ada tim yang ditunjuk menangani ini,” terangnya.

Tarigan menjelaskan, bentuk penyimpangan itu yakni dengan penggunaan anggaran yang tidak ada pertanggungjawabannya. Sehingga, anggaran yang dipakai tidak diketahui peruntukkannya sementara pengeluarannya tercatat.

Para pejabat pengelola anggaran menganggap sistem manajemen keuangannya masih seperti dulu. “Kalau anggarannya gak habis pada
akhir tahun, lalu dihabis-habiskan. Sementara tidak pertanggungjawaban tidak tercatat,” jelas Edi.

Terkait kasus dugaan korupsi lainnya yang juga telah ditangani pihaknya seperti korupsi biaya perjalanan dinas di seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), dan anggaran pendidikan di Dinas Pendidikan, masih dalam proses penyelidikan.

Kasus korupsi di Pemkab Nias itu berawal dari laporan masyarakat terkait banyak anggaran APBD Pemkab Nias di bawah Bupati Nias Binahati B Baeha yang disalahgunakan oleh aparat pemerintahannya. Dari beberapa kasus yang dilaporkan itu, ada yang sudah di SP3 kan, ada yang masih proses penyelidikan dan penyidikan. (Medan Bisnis Online, 15 Oktober 2009)

11 Responses to “Tiga Pejabat Pemkab Nias Tersangka Korupsi Penyalahgunaan Anggaran”

Pages: [1] 2 » Show All

  1. 1
    Fasaeli Zega,SH. Says:

    Jangan sampai kedengaran lagi pemberitaan bahwa 3 orang yang di tetapkan sebagai tersengaka itu sudah di SP3 alias tidak cukup bukti.

  2. 2
    Tafati Hia Says:

    Sy setuju atas pemeriksaan pejabat Nias..kalau bisa pejabat yg terbukti korupsi di hukum mati aja.Kasihan masyarakat Nias sudah jauh dari ketertinggalan dan di tambahnya korupsi.Kapan majunya ?? trims GBU

  3. 3
    Agnes Harefa Says:

    Korupsi merupakan budaya yang harus dibasmi, Nias korupsi satu hal yang memalukan terutama bagi anak2 Tuhan, kiranya Iman dan Karya dapat berjalan seiring, mari jadikan “TAKUT AKAN TUHAN KUNCI KEMAJUAN DAERAHKU” sebagai motto dalam berkarya bagi seluruh PEMDA YANG ADA DI PULAU NIAS, bagi yang telah berbuat bertobatlah minta pengampunan untuk keselamatan NIAS bagi yang ingin mencoba2 mari URUNGKAN NIAT UNTUK KORUPSI, belajarlah dari peristiwa2 yang ada di sekelilingmu..INGAT! JANGAN JEJALI MULUT ANAK2 KITA DENGAN HASIL KORUPSI, LEBIH BAIK TINGGAL DI RUMAH GUBUK DARIPADA DI RUMAH MEGAH HASIL KORUPSI, BERDAYAKAN SUMBERDAYA NIAS DENGAN SEMANGAT KEADILAN, KEJUJURAN DAN KEBENARAN MAKA NIAS AKAN TERHORMAT DI MATA DUNIA, RAKYAT SEJAHTERA DARI JERIH PAYAHNYA DENGAN PERHATIAN PENUH DARI PEMDA YG TIDAK MELULU MEMENTINGKAN DIRI SENDIRI DAN KRONINYA…AYO BERKOMITMEN MEMBANGUN PEMERINTAHAN YANG BERIMAN, JURDIL, BERSIH DAN BERWIBAWA…

  4. 4
    Fasaeli Zega,SH. Says:

    CEGAH KORUPSI DENGAN BUDAYA JUJUR.

  5. 5
    krisman Says:

    loh emang para penjabat nias selatan ini paling rakus ya …. kalau memang terbukti rakus jangan di beri ampun kalau bisa harta benda mereka di sita oleh pihak yang berwewenang

  6. 6
    H daeli Says:

    uang rakyat yang dititipkan kepada negara harusnya dikelola dengan benar.Pemerintah khususnya pemerintah daerah kabupaten nias haruslah membuahkan hasil yang benar benar dapat dilihat dan dirasakan oleh penduduk pulau nias. Sudah saatnya pemerintah kab.nias putar haluan ke system yang benar jauhilah system bagi bagi uang. Dampaknya tidak baik untuk semua warga nias yang miskin , tertinggal dan penganguran , etc.

  7. 7
    any Zandroto Says:

    hai…. bapak-bapak yang terhormat dan yang kami kasihi, mengapa engkau menodai kepercayaan rakyat kepadamu? tidakkah engkau gentar ketika engkau memakai setiap lembaran uang yang bukan milikmu dan sejahterakah hatimu ketika engkau menafkahi anak istrimu dengan uang yang bukan hasil jerih payahmu? ingat pepatah Nias yang mengatakan “Satua zimanga-manga, iraono zasila boha” jangan merancang malapetaka untuk anak cucumu kasihan mereka yang tidak mengerti apa-apa tentang perbuatan ortunya. Berdoalah semoga Tuhan mengampunimu dan bertanggungjawablah apa yang sudah engkau perbuat. Sehingga murka Tuhan itu tak menimpa dirimu dan anak cucumu

  8. 8
    No_limits46 Says:

    Anyway, they were also unionized and it was a pain in the butt to fire anyone.

  9. 9
    Very Says:

    lawan korupsi

    yg membikin masyarakat menjadi miskin

    khususnya NIAS
    mari berantas KORUPSI

  10. 10
    Victor Mendrofa (mahasiswa) Says:

    Dari kasus ini kami sungguh prihatin, ternyata masyarakat kita dan termasuk pejabat2 daerah Nias khususnya masih belum menyadari akibat dari perlakuan yang mengutungkan dirinya sendiri dan menyalahgunakan wewenangnya, memberikan dampak yg sangat fatal bagi kehidupan masyarakat dan negara.
    Kami masih menunggu penyelesaian kasus ini hingga akhirnya nanti mereka memperoleh hukum yang tetap atas perbuatan yang mereka lakukan ini.

Pages: [1] 2 » Show All

Leave a Reply

Comment spam protected by SpamBam

Kalender Berita

October 2009
M T W T F S S
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031