Nelson Mandela: Amerika Serikat Ancaman Terhadap Perdamaian Dunia

Wednesday, July 2, 2008
By nias

Nelson Mandela, mantan presiden Afrika Selatan mengatakan Amerika Serikat adalah sebuah ancaman bagi perdamaian dunia. Nelson Mandela mengatakan hal itu dalam sebuah wawancara eksklusif dengan Newsweek – 6 tahun lalu, tepatnya 10 September 2002.

Dalam kesempatan itu dia juga mengatakan, Amerika telah melakukan berbagai kesalahan dalam politik luar negerinya, antara lain dengan mendukung habis-habisan Shah Iran yang akhirnya mencetuskan Revolusi Iran. Dukungan dana dan senjata Amerika pada kelompok Mujahidin di Afganistan juga telah melahirkan kelompok ekstrimis Taliban.

Tetapi aksi Amerika yang paling mencelakakan menurut Nelson Mandela adalah sabotase terhadap keputusan PBB tentang penarikan mundur Uni Soviet dari Afganistan.

“Karena yang dikatakan (Amerika) adalah: bila Anda takut veto dalam Dewan Keamanan PBB, maka Anda boleh pergi mengambil sikap sendiri dan melanggar kedaulatan negara lain. Itulah pesan Amerika kepada dunia.”

“Ini jelas sebuah keputusan yang didorong oleh keinginan George W. Bush untuk menyenangkan industri senjata dan minyak di Amerika.”

Ketika ditanya apakah ada masalah rasial di PBB, Nelson Mandela mengiyakan.

“Unsur itu ada. Dalam kenyataannya, banyak orang mengatakan secara diam-diam, tetapi mereka tidak memiliki nyali untuk menyampaikannya secara terang-terangan, bahwa ketika Sekretaris Jenderal adalah orang kulit putih, Amerika dan Inggris tidak ‘keluar’ dari garis PBB. Tetapi ketika Boutros Boutros Ghali atau Kofi Annan menjadi Sekretaris Jenderal, mereka (Amerika dan Inggris) tidak menghormati PBB. Mereka menyepelekannya. Ini bukan pendapat saya, tetapi yang dikatakan oleh banyak orang.”

Dia menyebutkan wakil presiden Dick Cheney dan menteri pertahanan Donald Rumsfled adalah orang-orang yang memberikan saran-saran yang menyesatkan kepada Presiden Bush.

Terhadap Bush sendiri, Nelson Mandela memiliki pandangan yang cukup positif.

“Kesan saya Presiden Bush adalah orang yang bisa diajak bicara / berunding. Orang-orang di sekitarnyalah yang merupakan dinosaurus yang tidak ingin melihat Presiden Bush menjadi bagian dari dunia modern. Satu-satunya orang yang ingin menolong Bush menjadi bagian dari dunia modern adalah Menteri Luar Negeri Jendral Colin Powel.”

Secara khusus Nelson Mendela menyampaikan keberatannya atas rencara Amerika dan sekutunya untuk menyerang Irak pada tahun 2003.

“… Scott Ritter, mantan inspektur persenjataan PBB yang berada di Baghdad, telah mengatakan tidak ada bukti sama sekali bahwa Irak mengembangkan persenjataan pemusnah massal. Baik Bush maupun Tony Blair belum menyampaikan bukti-bukti bahwa senjata macam itu ada (dimiliki Irak). Tetapi kita tahu Israel memiliki senjata pemusnah massal. Tidak ada yang berbicara tentang itu.”

Dalam wawancara itu Nelson Mandela juga mengungkapkan kesan khususnya terhadap Wakil Presiden Dick Cheney.

“Ia (Dick Cheney) menentang keputusan mengeluarkan saya dari penjara (tertawa). Mayoritas anggota Kongres AS mendukung pembebasan saya, tetapi dia menentangnya.” (Newsweek)

23 Responses to “Nelson Mandela: Amerika Serikat Ancaman Terhadap Perdamaian Dunia”

Pages: « 1 [2] 3 » Show All

  1. 11
    Erix Says:

    Pak Syahrial ketemu lagi kita ya…

    (1) Memang Mandela tidak menyebut (Bush Administration) disana. Saya sudah jelaskan sebelumnya bahwa memaknai Amerika Serikat itu harus dalam dua arah, pertama sebagai Nation- State dan Administration. Ini penting agar kita kritikan kita jelas alamatnya.

    (2) Saya kutip dikit pernyataan Mandela ya, ” … the United States of America is a threat to world peace…..”Kalau kita baca teks itu secara harafiah yang dimaksud Mandela itu seolah negara bangsa (nation-state) nya Amerika Serikat. Seolah-olah Mandela mengatakan bahwa semua orang dari amerika serikat sana adalah ancaman bagi perdamaian dunia.

    Walau Mandela mengucapkan ”the United States of America”, itu bukan ditujukan kepada seluruh warga negara amerika serikat. Tapi ditujukan kepada pemerintahan AS yang saat ini di kepalai oleh George W. Bush (sistem).

    Nah biar jelas, sekarang saya tanya anda : Lantas USA yang dimaksud Mandela itu siapa ??

    (3) Pak Syahrial, komentar anda yang mempersoalkan penjelasan saya yang panjang-panjang. Lalu anda meminta saya untuk pendek-pendek saja. Saya jawab : penjelasan panjang dan pendek itu relatif lho. Saya bisa saja menulis jawaban nomor (1) dan (2) menjadi dua kata yaitu ANALISIS LINGUISTIK. Mungkin itu berguna dan jelas bagi bapak. Tapi tidak untuk yang lain. Dan saya tidak menuliskan penjelesan ini hanya untuk bapak. Tidak ada gunanya punya pengetahuan banyak pak, kalau untuk diri sendiri saja. Begitu lho pak..

    (4) Pak Nursalim, jawaban pertanyaan anda itu banyak sekali berseleweran di internet. Bapak tidak perlu menunggu saya, untuk mendapatkan jawaban. Oke

    Terima Kasih,

    Salam

    Erix

  2. 12
    ama warisa Says:

    Anak-anakku tercinta, bertobatlah menggosipkan orang lain. mari gosipkan si multi bencana lagi teror Indonesia tercinta. apalagi sasarannya pulau-pulau kecil tercinta yang ada di Negara ini.

  3. 13
    Syahrial P. Says:

    Bapa Erix,

    Syukurlah Bapa Erix muncul kembali. Sempat juga saya agak terheran karena oknum lain sempat mengajukan pembelaan kepada Bapa Erix (lihat diskusi kita soal kemiskinan). Lebih parah lagi, beliau itu (Berton) ngakunya berada di Nias seperti Bapa Erix. Siapa pun dia, saya tidak mau peduli. Yang saya pedulikan, Bapa Erix akhirnya muncul kembali dan menghangatkan diskusi ini.

    ***
    Agaknya benar dugaan saya … bahwa Bapa Erix sibuk sendiri, kalang-kabut sendiri, gusar sendiri soal pernyataan Mandela. Saya sih menganggapnya biasa-biasa saja. Saya tidak alergi terhadapnya, tidak sampai misalnya mengaburkan fakta seperti ketika Bapa Erix menuduh bahwa barangkali itu salah diterjemahkan oleh Ibu/Bapa Redaksi. Bahkan menuduh wartawannya (pada komen 7): “Kedua, kata ancaman yang ditulis oleh jurnalis (wartawan) yang menurunkan tulisan ini. Ketika si jurnalis menuliskan ulang pernyataan Mandel adalah pesan yang hilang (missing context).”

    Dari berbagai tanggapan Bapa Erix di depan, saya berkesimpulan bahwa versi Bahasa Inggris artikel itu baru Bapa Erix baca setelah saya menunjukkan kebohongan pernyataan Bapa Erix di depan, suatu hal yang agak tidak wajar bagi seorang yang menamakan diri peneliti.

    Hal-hal di atas mendandakan Bapa Erix dihantui sendiri oleh pemikirannya sendiri … tanpa alasan yang jelas. (Kaitannya dengan diksusi tentang kemiskinan di Nias akan menyusul).

    Bapa Erix terkesan begitu gusar, seakan-akan pernyataan Mandela itu akan membawa efek dahsyat bagi para pembaca. Sampai-sampai Bapa Erix menuduh: “mayoritas warga Indonesia tidak terdidik dengan baik dan tidak melek politik”. (Jawaban Bapa Erix kepada Pak Nursalim kelihatan sekali jawaban yang tak terarah … karena tak mampu memberikan jawaban yang jernih. Orang yang dihinggapi ilusi memang susah memberikan pernyataan yang jernih).

    Katakanlah ‘benar’ pernyataan Bapa Erix bahwa “mayoritas warga Indonesia tidak terdidik dengan baik dan tidak melek politik”. Tetapi mereka tidak sampai gusar atau pusing sendiri seperti Bapa Erix toh 🙂

    ***
    Hal-hal di atas akhirnya membawa saya sampai pada kesimpulan: ‘pergolakan pemikiran yang tak terarah’ dalam diri Bapa Erix itu melahirkan ilusi dalam diri Bapa Erix. Sampai-sampai artikel sesingkat “Menelusuri Akar Kemiskinan Nias” itu butuh waktu bertahun-tahun untuk menyiapkannya (ini pengakuan Bapa Erix snendiri lho). Sampai-sampai pernyatan Mandela itu membuat Bapa Erix begitu gusar sehingga menghalalkan segala cara untuk membenarkan argumen Bapa Erix.

    Bapa Erix: “Nah biar jelas, sekarang saya tanya anda : Lantas USA yang dimaksud Mandela itu siapa ??”

    Mengapa hal itu dipertanyakan kepada saya? Saya tak pernah mempermasalahkan pengertian “USA” dalam pernyataan Mandela (baca baik-baik semua komentar saya supaya jangan timbul ilusi baru dalam diri Bapa Erix 🙂 )

    ***
    Bapa Erix (komen 1): “Saya bisa menangkap dengan jelas siapa yang dimaksud Mandela sebagai Ancaman.”

    Bapak Erix (komen 1): “Dan apa yang Mandela katakan adalah fakta yang tidak terbantahkan..”

    Bapak Erix (komen 1): “Pertama, penyataan Nelson Mandel yang menyebut Amerika sebagai Ancaman adalah pernyataan politik yang ditujukan kepada pemerintahan George Walker Bush. Itu yang saya maksud dengan tidak terbantahkan lagi.”

    Ketiga kutipan tulisan Bapa Erix itu seharusnya membawa kita kepada kesimpulan bahwa Bapa Erix tahu betul, yakin sekali, siapa “USA” yang dimaksudkan Mandela.

    Maka saya heran dan terkejut, ketika Bapak Erix menanyakan kepada saya – Syahrial P. – yang tak pernah mempertanyakan atau mempermasalahkan pernyataan Mandela tentang Amerika Serikat, pertanyaan berikut: “Nah biar jelas, sekarang saya tanya anda: Lantas USA yang dimaksud Mandela itu siapa ??”

    Apakah Bapa Erix akhirnya tak yakin dengan berbagai pernyataannya sebelum ini? Bisa jadi. Saya sendiri juga tak yakin, bahwa Bapa Erix tahu siapa “USA” yang dimaksudkan Mandela, walau Bapa Erix telah “berbusa-busa” menjelaskan: baik dari sisi bahasa, maupun dari fakta yang telah didistorsi oleh Bapa Erix.

    Bapa Erix, sama seperti anda, saya juga tidak mampu menjawab pertanyaan Bapa Erix. Tanyakanlah kepada Mandela 🙂

    Salam,

    Syahrial P.

  4. 14
    Nursalim Says:

    Pernyatan ‘mayoritas warga Indonesia tidak terdidik dengan baik dan tidak melek politik’ ngak ada ‘banyak sekali berseleweran di internet’ hanya ada diruang komentar artikle ini ajah…!?

  5. 15
    Sof Lase Says:

    Setuju kata Pak Syahrial maksud Mandela ttg Amrik perlu ditanyakan pada Mandela. Kan kata Pak Erix (1): Saya tahu itu karena saya well educate dan paham politik. Dan saya kenal dengan Mandela.

    Kenapa gak tanya Mandela dulu baru kita-kita ini dijelasin maksud Mandela itu apa biar dikit-dikit kita melek politik.

  6. 16
    Fidel D Giawa Says:

    Untuk Bapak Ama Warisa:
    Kita tidak sedang membicarakan orang dalam ariti pergunjingan pak. Jadi tidak ada dosa disini. Kalaupun ini masuk dalam katagori dosa, berarti kita telah berdosa ketika berulang-ulang membicarakan hawa tergoda ular dan memakan buah terlarang. Jadi, kita membicarakan seorang istri yang menghianati suami. Mohon maaf, analoginya terlalu ekstrim.

    Untuk Bung Erix:
    1. Tak perlulah kita pake teori linguistik segala. Udah jelas tuh yang dimaksud Mr. Mandela adalah USA sebagai negara.
    2. Negara kita juga sudah mengalami kecurangan USA. Bukankah bu Siti Fadila Supari waktu me-launcing buku “Tangan Tuhan di Balik Virus Flu Burung” sudah menguraikan mendetail bagaimana permainan Amerika? Yang dikemukakan Mr. Mandela dan Menkes RI adalah fakta dan bukan teori.
    3. Bung Erix, Mr. Mandel tidak hanya mengkritisi pemerintahan Bush Junior. Beliau mengkritisi kebijakan NEGARA AMERIKA. Persoalan Afghanistan sudah terjadi jauh sebelum Bush Jr berkuasa. So.., Beliau membicarakan peran Amerika SErikat dalam konteks relasi internasional.
    4. Hegemoni USA dibantu negara-negara maju di Eropa Barat memang ingin menjadi penguasi oligarki dunia. Oligarki yang menghasilkan relasi eksploitasi terhadap negara-negara berkembang tentunya menjadi ancaman, bung. Ya, ancaman terhadap perdamaian dunia dan bahkan peradaban.
    5. Bung Erix, jika mengikuti alur berpikir dan kekhawatiran Anda dalam persoalan penyebutan USA, apakah dengan membicarakan kemiskinan Anda tidak khawatir akan membelah masyarakat dan terhasut konflik antara si kaya dan si miskin? Lagi, jika Anda mengajukan teori kemiskinan struktural dalam membedah kemiskinan, apakah Anda tidak sedang menyebarkan permusuhan antara rakyat (masyarakat Nias) dengan Penguasa (pemerintah yang sah)?
    Maksud saya, proporsional ajalah…. ga usah didramatirisir dengan dalih teori segala.
    6. Pernyataan Mr. Mandela serta apa yang pernah diungkap oleh Menkes RI hanyalah isyarat dari sebuah seruan agar kita membangun kembali tata dunia baru yang lebih berkeadilan sebagaiman pernah diserukan oleh Bung Karno.

    Salam, jabat erat, Yaahowu.

  7. 17
    Erix Says:

    Dear Netters,

    Pada intinya, pemahaman kita sama. Tidak yang berbeda dari apa yang ada dipikiran anda dan saya, ketika memandang USA.

    Pelurusan yang saya maksud, agar kita tidak terjebak dalam sentimen yang membabi buta.

    Saya pernah mengalami peristiwa yang kurang menyenangkan disebuah negara di eropa saya gara-gara labelisasi seperti itu. Kita tahu, pasca bom bali, Indonesia di cap negara teroris. Dan saya orang Indonesia yang kebetulan berada di eropa mengalami hal itu.

    Mungkin anda belum (tidak) mengalaminya, bagaimana labelisasi itu telah memakan korban orang-orang yang tidak ada hubungannya dengan teroris. Ini yang perlu saya ingatkan, melabelisasi USA tanpa jelas alamatnya, berarti telah menstigma orang-orang dari amerika sana sebagai ancaman perdamian. Dan tanpa sadar, melalui stigma tersebut, anda telah memberikan izin kelompok-kelompok tertentu untuk melakukan kekerasan secara membabi-buta kepada orang-orang yang kebetulan berwarga negara USA.

    Jadi hati-hati dengan labelisasi jika anda tidak tahu kemana mengalamatkannya..

    Salam,

    Erix

  8. 18
    Nursalim Says:

    Termasuk juga hati-hati me-LABELISASI ’mayoritas warga Indonesia tidak terdidik dengan baik dan tidak melek politik’ kepada BANGSA INDONESIA!!!!

  9. 19
    Merry Z. Says:

    “Dan tanpa sadar, melalui stigma tersebut, anda telah memberikan izin kelompok-kelompok tertentu untuk melakukan kekerasan secara membabi-buta kepada orang-orang yang kebetulan berwarga negara USA.”

    Mandela aman-aman saja sampe sekarang tuh, Bang … 🙂

    Trus, Bang Erix mestinya bukan marahin kita-kita ini, tapi marahin Nelson Mandela donk (yang melabel Amerika) dan Presiden Bush yang suka melabel negara-negara yang tak disukainya.

    Bang Erix terlalu sensitif yach … santai aja Bang. Kalau terlalu ‘serius’ nanti jadi Karl Marx, difalsifikasi sejarah kata Kak Laso. Mending niru Galileo, tenang tapi dihormati sejarah 🙂

    Merry Z.

  10. 20
    Erix Says:

    Dear Merry Z,

    Wah keren juga saran mu itu. I will take it..

    Thanks ya,

    Salam,

    Erix

Pages: « 1 [2] 3 » Show All

Leave a Reply

Comment spam protected by SpamBam

Kalender Berita

July 2008
M T W T F S S
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031