Pemerintah Daerah Sumatera Utara Kurang Peduli Kesehatan di Nias

Thursday, November 8, 2007
By susuwongi

TEMPO Interaktif, Medan: Deputi Bidang Pendidikan, Kesehatan, dan Pemberdayaan Wanita Badan Rehabilitasi dan Rekonstruks (BRR) Aceh-Nias, Cut Cayarani Bitai menilai Pemerintah Daerah Sumatera Utara kurang perduli terhadap kesehatan masyarakat Nias. Di Kabupaten Nias, ia melanjutkan, sedikitnya terdapat 720 ribu jiwa penduduk yang tersebar di 32 kecamatan. Namun di tempat tersebut hanya ada dua dokter spesialis, yaitu dokter spesialis anak dan dokter spesialis penyakit dalam. “Kami sangat kekurangan dokter,” katanya.

Ironisnya, kata Cayarani, di kota Medan terdapat banyak dokter spesialis. Pemerintah seharusnya mengirim dokter-dokter spesialis tersebut ke Nias. “Kenapa tidak dikirim ke sana?” katanya.

Secara administratif, Kabupaten Nias dan Kabupaten Nias Selatan masuk dalam wilayah Provinsi Sumatera Utara. Namun dua kabupaten tersebut terkesan dianaktirikan. “Mungkin karena daerah tersebut terpencil,” katanya.

Kepedulian pemerintah daerah, menurutnya, sangat diperlukan untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Nias. Data BRR menyebutkan tingkat kematian ibu di Kabupaten Nias mencapai 357 per 100 ribu penduduk. Jumlah tersebut meningkat tiga kali lipat di Kabupaten Nias Selatan yang mencapai 931 per 100 ribu. “Padahal angka rata-rata nasionalnya 307 per 100 ribu,” katanya.

Selain itu, tambahnya, angka kematian bayi di Kabupaten Nias juga tinggi. Dari 1000 kelahiran, 56 diantaranya meninggal. Di Kabupaten Nias Selatan, 42 dari 1000 bayi yang dilahirkan meninggal. Angka tersebut diatas angka rata-rata nasional yang ‘hanya’ 35 per 1000.

Masalah kesehatan lain yang harus diselesaikan adalah gizi kurang dan gizi buruk. Di Kabupaten Nias, sedikitnya 23,12 persen dari penduduk menderita gizi kurang. Sedangkan jumlah penderita gizi buruk, “8,4 persen,” katanya.

Juru Bicara BRR Nias Emanuel Migo mengatakan pembangunan dan rehabilitasi fasilitas kesehatan di Nias sudah sangat maju. Ia mencontohkan Rumah Sakit Gunung Sitoli yang akan diresmikan besok oleh Menteri Koordinator Bidang Kesehatan Masyarakat Aburizal Bakrie. Rumah Sakit tersebut akan menjadi rumah sakit rujukan.

Selain itu, pihaknya juga tengah merehabilitasi Rumah Sakit Lukas di Kabupaten Nias Selatan, serta membangun dan merehabilitasi 52 puskesmas, 38 diantaranya sudah selesai. “Tapi kalau tenaga medisnya kurang jadi sia-sia,” katanya. Ia menyebutkan, satu puskesmas sedikitnya membutuhkan dua orang dokter dan 40 paramedis.

Untuk mengatasi masalah tersebut, ia menambahkan, BRR telah mengirim 13 dokter utuk menempuh peeendidikan spesialis di Universitas Gajah Mada, Yogyakarta. Selain itu, 16 orang juga telah dikirim untuk pendidikan dokter dan 9 orang untuk menempuh S2 Managerial Keperawatan pada 2006.

Tahun ini, lanjutnya, telah dikirim 1 orang dokter untuk pendidikan spesialis, 5 orang untuk pendidikan kedokteran, 14 orang untuk pendidikan keperawatan, 4 orang untuk pendidikan S2 Managerial Keperawatan, serta 4 orang untuk pendidikan diploma keperawatan. “Mereka terikat kontrak untuk bekerja selama 20 tahun di Nias,” katanya. Dwi Riyanto Agustiar

Sumber: http://www.tempointeraktif.com/hg/nasional/2007/11/08/brk,20071108-111128,id.html, Kamis, 08 November 2007 | 18:43 WIB

Leave a Reply

Comment spam protected by SpamBam

Kalender Berita

November 2007
M T W T F S S
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930