Ketua DPRDSU Tolak Protap

Thursday, May 10, 2007
By nias

* Abdul Wahab Dalimunthe Bubuhkan Tanda Tangan Tanpa Tekanan

Medan, WASPADA Online
Seribuan lebih masyarakat dari berbagai elemen berunjukrasa menolak pembentukan Provinsi Tapanuli (Protap) ke DPRDSU di Jalan Imam Bonjol Medan dan unjuk-rasa berlanjut ke kantor sebuah surat kabar di Jalan Sultan Makmun Alrasyid Medan, Selasa (8/5).

Dalam unjuk rasa itu, Ketua DPRDSU Abdul Wahab Dalimunthe menandatangani surat rekomendasi penolakan pembentukan Protap tanpa tekanan dan paksaan. Surat rekomendasi penolakan pembentukan Protap dengan Nomor 2523/18/Sekr itu dibacakan anggota DPRDSU Syukran Tanjung di hadapan pengunjukrasa. Isi surat rekomendasi itu sama persis dengan rekomendasi pembentukan Protap yang ditandatangani oleh Ketua DPRDSU beberapa waktu lalu. “Redaksinya sama persis. Yang berbeda hanya dalam surat ini tertulis penolakan pembentukan Protap,” kata Syukran.

Menurut Syukran, surat rekomendasi tersebut ditujukan kepada Presiden RI, dengan tembusan Ketua DPRRI, Ketua Komisi II DPRRI, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) dan Gubsu. Awalnya, kehadiran para pengunjuk rasa ke gedung dewan, sekitar pukul 10:00, mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian. Guna menghindari kerusuhan, petugas membuat pagar betis. Tindakan petugas itu sempat memancing emosi massa.

Mereka menilai aparat kepolisian pilih kasih, karena pada aksi massa pendukung Protap sebelumnya, pengunjuk rasa dibiarkan menguasai ruang paripurna DPRD Sumut. “Sementara aksi kami ini adalah aksi damai untuk meminta pimpinan dewan menandatangani surat rekomendasi aspirasi bahwa kami menolak pembentukan Protap,” demikian orasi Koordinator Lapangan, Rajoki Nainggolan.

Aparat kepolisian kemudian melonggarkan pengawalan. Selanjutnya massa diperbolehkan menuju pintu ruang rapat paripurna DPRDSU, yang saat itu tengah berlangsung rapat paripurna dewan dalam agenda penyampaian hasil reses dewan.

Mereka diterima Ketua DPRDSU Abdul Wahab Dalimunthe didampingi Ketua Pansus Protap Banuaran Ritonga dan sejumlah anggota dewan lainnya yakni Syukran J Tanjung, Ibrahim Sakty Batubara, Arifin Nainggolan, Japorman Saragih, Edison Sianturi, Sigit Pramono Asri, dan Kamaluddin Harahap

Kepada pengunjukrasa, Ketua DPRDSU mengatakan, pada prinsipnya wakil rakyat merupakan lembaga penyalur aspirasi masyarakat. “Soal surat penolakan ataupun dukungan pembentukan Protap, akan kita serahkan ke pemerintah pusat,” katanya.

Ketua DPRDSU menjelaskan, bahwa pembentukan Protap harus melalui mekanisme dan sesuai dengan perundang-undangan. Untuk itu, langkah yang paling tepat adalah mempercayakan Pansus Protap bekerja sesuai tahapan-tahapan yang sudah dijadwalkan.

Sementara itu Ketua Pansus Protap Banuaran Ritonga mengatakan, mereka saat ini terus menjalankan tugas-tugasnya dalam menjaring aspirasi masyarakat soal layak tidaknya pembentukan Protap. “Namun, pembentukan Protap tidak bisa dilaksanakan dengan pemaksaan kehendak termasuk lewat pengerahan massa. Karena undang-undang sudah mengatur bagaimana mekanisme yang harus ditempuh,” kata Banuaran.

Dalam unjukrasa itu, massa penolak pembentukan Protap sempat memberikan ‘upah-upah’ kepada Ketua Pansus DPRDSU Banuaran Ritonga dan Ibrahim Sakty Batubara di depan pintu ruang rapat paripurna, dengan menghidangkan pulut kuning dan ayam. panggang

Menurut mereka, upah-upah itu sebagai bentuk dukungan delapan etnis di Sumut terhadap kebijakan dewan dalam mengeluarkan surat rekomendasi aspirasi penolakan Protap. “Upah-upah ini intinya untuk mengembalikan semangat ketua dewan setelah sebelumnya diancam massa pendukung Protap pada demo yang berlangsung anarkis beberapa waktu lalu,” kata Koordinator Lapangan pengunjukrasa, Rajoki Nainggolan.

Pengunjukrasa juga sempat mengecam anggota DPRDSU Ir CGMP yang mereka tuding sebagai provokator demo anarkis massa pendukung Protap beberapa waktu lalu. Aksi tersebut juga diwarnai dengan membakar satu surat kabar di tangga gedung dewan.

Menurut mereka hal itu dilakukan sebagai bentuk kekecewaan mengingat media tersebut tidak independen dalam memuat pemberitaan, terlebih-lebih dalam wacana pembentukan Protap. Usai melakukan orasi, para pengunjuk rasa dengan tertib kembali ke Masjid Agung untuk melaksanakan shalat Zuhur bersama.

Kapoltabes Medan AKBP Drs. H. Bambang Sukamto ketika ditanya wartawan tentang aksi demo ini mengatakan, demo berjalan aman dan tertib. “Aksi demo menolak Protap ini berjalan aman dan tertib. Tidak ada anarkis,” jelasnya saat memantau aksi demo di SIB. (h11/m39)(am)

Sumber: Waspada, 9 Mei 2007

Leave a Reply

Comment spam protected by SpamBam

Kalender Berita

May 2007
M T W T F S S
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031