Akan Muncul Gelombang Massa Lebih Besar dan Bisa Terjadi ‘Pertumpahan Darah’

Monday, April 2, 2007
By nias

Medan (SIB)
Ketua DPD GMD (Gerakan Masyarakat Demokrat) Sumut Drs Tahan Manahan Panggabean menegaskan, jika Pansus (panitia khusus) Propinsi Tapanuli dan lembaga DPRD Sumut tidak memperdulikan tuntutan GPMT (Gerakan Pemuda dan Mahasiswa Tapanuli) untuk segera mengeluarkan rekomendasi persetujuan pembentukan Propinsi Tapanuli, dipastikan akan muncul gelombang massa yang lebih besar ‘menguasai’ gedung dewan dan bisa terjadi ‘pertumpahan darah’.

“Aksi unjuk rasa ribuan massa yang dilancarkan GPMT, Rabu (28/3) ke DPRD Sumut menuntut dibubarkannya Pansus dan segera keluarkan rekomendasi persetujuan pembentukan Propinsi Tapanuli, baru tahap pemanasan serta warning bagi anggota dewan dan hal itu jangan dianggap enteng,” ujar Tahan Panggabean kepada wartawan, Kamis (29/3) di Medan.

Jika Pansus dan anggota dewan masih terus menghempang aspirasi masyarakat alias tidak memperdulikan tuntutan pemuda dan mahasiswa Tapanuli, ujarnya, dipastikan akan muncul gelombang aksi jilid kedua dengan jumlah massa yang lebih besar, bahkan dalam aksi jilid kedua ini, rakyat Tapanuli bisa ‘marah’ dan sangat rawan terjadi pertumpahan darah.

“Tidak bisa dibayangkan, kalau masyarakat Tapanuli sudah marah akan terjadi di luar kesadaran manusia,” ujar Tahan Panggabean sembari mengingatkan Pansus untuk bersikap netral menyikapi pembentukan Propinsi Tapanuli, bukan malah memancing kekisruhan dengan melontarkan statemen yang sifatnya memprovokasi.

Tahan Panggabean yang ikut mengkordinir massa Pemuda dan Mahasiswa Tapanuli ke DPRD Sumut ini menyatakan, masyarakat Tapanuli dalam menuntut pemekaran ini tidak akan mundur selangkahpun, demi tercapainya cita-cita masyarakat yang sudah lama merindukan perubahan dan percepatan pembangunan.

Bahkan menurut Tahan, menjadi catatan khusus bagi masyarakat Tapanuli terhadap Ketua dan anggota Pansus yang selama ini sengaja memancing kekacauan terhadap rencana pembentukan Propinsi Tapanuli dengan melontarkan berbagai pernyataan yang nadanya menghasut, memprovokasi bahkan mengkait-kaitkan dengan unsur SARA.

“Perlu diketahui para wakil rakyat yang anti Propinsi Tapanuli, tidak ada kaitannya dengan agama maupun suku dalam pergerakan pemekaran ini, sebab tuntutan itu murni aspirasi masyarakat yang tidak bisa dihalangi oleh siapapun juga. Jika DPRD Sumut menghalanginya, masyarakat sudah siap menerima segala bentuk resiko apapun juga,” ujar mantan angora DPRD Sumut ini.

Berkaitan dengan itu, GMD memberi batas waktu kepada DPRD Sumut untuk merealisasikan tuntutan pemuda dan mahasiswa Tapanuli hingga akhir April 2007. Jika dalam batas waktu yang telah ditentukan tersebut belum juga keluar rekomendasi persetujuan pembentukan Propinsi Tapanuli, perlu diwaspadai aksi unjuk rasa ‘April Mob Masyarakat Tapanuli Jilid Kedua’. (A13/u)

Sumber: Harian SIB, 1 April 2007

Leave a Reply

Comment spam protected by SpamBam

Kalender Berita

April 2007
M T W T F S S
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30