Sekjen HCMNI Ingatkan Pers Dan Anggota DPRD-SU

Tuesday, March 13, 2007
By nias

Medan WASPADA Online
Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Himpunan Cendekiawan Muslim Nias Indonesia (PP HCMNI) Ali Yusran Gea, SH minta media pers tidak terlibat dalam memberitakan berita murahan yang cenderung mengarah kepada dendam politik.

Seperti pemberitaan dugaan suatu kasus terhadap diri Bupati Nias Binahati B.Baeha, SH yang secara berulang-ulang dilansir salah satu media pers terbitan Medan, menurut Gea, cenderung dilatari masalah penolakan bergabung dengan pemekaran provinsi Tapanuli (Protap), artinya Kabupaten Nias seperti dipaksa bergabung ke dalam Protap.

“Kita sangat menyayangkan sikap dan kebijakan pemberitaan yang berulang-ulang karena terperangkap dalam memberitakan atau melansir berita-berita miring seorang sosok Bupati Nias yang masih belum punya kekuatan hukum dalam bentuk perkaranya,” kata Ali Yusran Gea yang juga Wakil Sekretaris BM PAN Sumut dalam siaran persnya yang diterima Waspada Minggu (11/3) di Medan.

Ali Yusran Gea bersama unsur ketua PP HCMNI Adnansyam Zega, SH,MSi juga menilai pemberitaan tentang diri Bupati Nias Binahati B.Baeha, SH sangat tidak arif dan bijaksana karena tidak menghargai fenomena demokrasi yang tumbuh di alam reformasi di negara yang tercinta ini. Sangat beralasan kalau masyarakat Nias melalui i’jtihat politik eksekutif –legislatif praktis menolak bergabung dengan Protap karena ada dasar kuat dalam penolakan itu.

Selain itu, Sekum HCMNI tersebut menilai pemberitaan yang berulang-ulang tentang Bupati Nias yang sepertinya sengaja “diciptakan kasusnya” ke permukaan tidak mencerminkan fungsi dan peranan pers sebagai salah satu alat sosial kontrol di alam demokrasi saat ini yang yang diamanahkan UU Pers No.40. Tahun 1999, tetapi sebaliknya sudah menjadikan pers sebagai senjata pamungkas untuk memaksa kehendak seseorang agar bersedia mengikuti aliran dan kepentingan pribadi atau kelompok tertentu yang haus kekuasaan bahkan berpotensi sebagai alat pemecah belah dan embrio kerusuhan antara sesama kelompok di Sumut.

Coba bayangkan, kata Gea, hampir setiap hari terbit berita tudingan kasus Bupati Nias yang sumber atau nara sumber beritanya tidak jelas dan terindikasi seperti dipaksakan karena Bupati tersebut tidak mendukung daerah pemerintahannya untuk bergabung dengan Protap.

“Saya sebagai putra daerah kelahiran Nias merasa malu atas pemberitaan seperti itu. Pemberitaan yang terkesan “rekayasa” itu bukan hanya mencemarkan nama baik Bupati tapi juga turut menyakiti hati ratusan ribu masyarakat Nias yang kini bermukim di berbagai pelosok tanah air.

Sebenarnya kalau mau mencari atau mengungkap kesalahan, kata Gea, masalah pemuatan “karikatur seorang ulama Muslim” juga perlu diungkap terus kepermukaan, namun hal itu sudah dimaafkan umat Islam Sumut. Artinya setiap manusia tak luput dari kesalahan dan kekhilafan, dan mesti juga ada sifat pemaaf itu. Demikian juga dengan masalah Bupati Nias, nampaknya pemberitaan media pers tersebut seperti lupa dengan masalah kesalahan dan kekhilafan diri.

Khusus kepada anggota DPRD Sumut dari Komisi A, Abdul Hakim Siagian dan Syamsul Hilal, pengurus PP HCMN dengan segenap Pimpinan Daerah (PD) HCMNI mengingatkan agar tidak terlalu sibuk mengurusi pemerintahan Kabupaten Nias karena Nias saat ini lagi membangun. Dan sebaliknya, urusan masalah hukum, politik masih banyak yang belum tuntas, dan malah hal itu yang semestinya lebih konkrit untuk dibicarakan ketimbang masalah Bupati Nias yang masih sebatas tudingan dan praduga yang seperti sengaja “diciptakan” demi suatu kepentingan.

“Kalau mau membicarakan soal Kabupaten Nias, bicaralah hal-hal yang membawa kesejukan terhadap daerah dan masyarakat Nias,” kata Gea dengan mengingatkan lagi agar Abdul Hakim Siagian dan Syamsul Hilal tidak terjebak dengan polemik berkepanjangan sehingga bisa berbalik menjadi suatu bala yang mencelakakan diri. (m23) (ags)

Sumber: Waspada Online, 11 Maret 2007

Leave a Reply

Comment spam protected by SpamBam

Kalender Berita