KOMISI A DPRD DAIRI BERTEMU IKEPADA JAKARTA

Wednesday, January 24, 2007
By nias

* Secara informal bertemu dengan wakil-wakil dari Kabupaten Nias, Nias Selatan, Tapanuli Tengah, yang kesemuanya menolak bergabung dengan Protap.

Pakpak Online – Pengirim: sakti
Sebanyak 13 orang anggota Komisi A DPRD Kabupaten Dairi, antara lain Bapak Ardin Ujung, Bapak Meha, Bapak Sinaga, Poltak Sihombing, mendatangi kantor Depdagri, Senin (22/01), ditemani pengurus Ikepada (Ikatan Keluarga Pakpak Dairi) Jakarta. Kedatangan anggota dewan yang terhormat tersebut, masih seputar semakin gencarnya panitia pembentukan Protap ‘’mengajak’’ Dairi dan Pakpak Bharat menjadi bagian dari Protap, apabila benar-benar menjadi provinsi.

Dalam pertemuan itu, anggota komisi A DPRD Dairi meminta kepada pihak Depdagri, apabila kelak membahas soal Protap, mohon kiranya Dairi dan Pakpak Bharat tidak dimasukkan dalam agenda pembahasan. ‘’Biarlah Dairi dan Pakpak Bharat mengurus diri sendiri, tidak perlu diikut-ikutkan menjadi bagian dari bakal protap,’’ demikian kata salah seorang anggota dewan tersebut.

Hari Selasa siang, mereka juga mengunjungi kantor DPR pusat. Secara informal mereka bertemu dengan wakil-wakil dari Kabupaten Nias, Nias Selatan, Tapanuli Tengah, yang kesemuanya menolak bergabung dengan Protap.

Pada kesempatan makan bersama sesepuh Pakpak di Jakarta, malam harinya di restoran Pulau Dua, Senayan, Jakarta, Selasa (23/01) malam, para anggota dewan itu pun mencoba menjelaskan pemikiran-pemikiran mereka.

‘’Sejak remaja saya sudah di Sidikalang,’’ tutur Pak Sinaga, salah seorang anggota dewan, ‘’Kedamaian, ketenanganlah yang saya rasakan. Sekarang ketika muncul isu protap, muncul gangguan-gangguan. Kami tidak ingin ketenangan dan kedamaian yang selama ini ada di Dairi terganggu karena itu,’’ tambahnya.

Seperti kita ketahui, isu protap di Sidikalang sudah memakan korban. Gesekan langsung sudah terjadi. Ada yang masuk rumah sakit dan ada yang masuk bui. Tentu saja semua itu tidak kita inginkan. Terutama orang Pakpak yang terkenal sangat ramah dan mau menghormati siapa saja yang menjadi pendatang di tanah leluhurnya.

Poltak Sihombing, salah seorang anggota dewan yang ikut ke Jakarta menyesali pemimpin eksekutif maupun pemimpin legislatif yang seharusnya dengan tegar dan tegas memberikan pernyataan. ‘’Kalau beliau-beliau itu cepat mengantisipasi semua ini, tidak pernah ada gesekan di akar rumput,’’ tegasnya.
Dalam percakapan saat makan malam itu, semua sepakat pada dua hal, yaitu menolak Dairi dan Pakpak Bharat masuk bakal protap. Kemudian, sepakat pula untuk bersama-sama mengajak masyarakat menciptakan iklim yang kondusif di tanoh Pakpak.

‘’Kami juga berharap, pengurus IKEPADA mau meluangkan waktu pulang kampong untuk memberikan penerngan kepada masyarakat Dairi dan Pakpak Bharat, termasuk juga melakukan pendekatan kepada para pemimpinnya agar segera menyuarakan penolakan bergabung ke protap dan yang lebih penting lagi, mengajak masyarakat untuk hidup tenang, tidak saling curiga, apalagi saling memusihi.

Bachtiar Ujung, sesepuh Pakpak di Jakarta, dalam kesempatan itu membahas untung rugi masuk protap. ‘’Saya tegaskan, Dairi dan Pakpak Bharat harus tidak masuk ke protap. Masyarakat di daerah kita masih lapar, bagaimana pula caranya, kalau nanti kita harus memberi makan orang lain,’’ tegas Bachtiar. Pria kekar ini juga membahas keadaan ini dari sisi politik, yang hasilnya sama saja, tidak menguntungkan.

‘’Kami akan usahakan untuk bisa berkunjung ke Dairi dan Pakpak Bharat,’’ janji Bachtiar Ujung. Selain Bactiar Ujung, hadir orang pakpak lainnya yagn tinggal di jakarta, seperti Haji Daud Berutu, Bapak Padang, Jannes Banurea, Hans Miller Banureah dan beberapa lainnya.(rea)

Sumber: Pakpak Online, 24 Januari 2007

Leave a Reply

Comment spam protected by SpamBam

Kalender Berita