Pelayanan Diakonia (Diakonisches Werk) di Karlsruhe dan Rheydt-Mönchengladbach

Thursday, June 29, 2006
By nias

*antara pelayanan dan mendukung keuangan gereja

Noniawati Telaumbanua

Meningkatnya status dan masalah sosial di lingkungan masyarakat berbagai kota maju di Jerman seiring dengan semakin sedikitnya pengunjung dan anggota jemaat gereja, tidak urung gereja dan kekristenan di negara tersebut terpengaruh. Tantangan yang sedang di hadapi semakin lengkap dengan kepastian kelangsungan krisis ekonomi yang tidak terprediksi kapan berakhir dan ekstrimnya jumlah pengangguran dalam dua tahun terakhir.Hal ini berpengaruh langsung pada tatanan keuangan gereja, di mana setiap warga jemaat yang bekerja dan berpenghasilan tetap diwajibkan memberi pajak gereja sebesar 10%.

Kesulitan besar yang tengah dihadapi ini ternyata segera disikapi dengan cepat, dimana bidang-bidang pelayanan yang menjangkau sasaran langsung ke masalah masyarakat semakin diperkuat. Berbagai usaha yang membutuhkan pengabdian dan belas kasihan akan sesama manusia namun bermodal rendah, telah menarik perhatian warga jemaat, yang nota benenya tidak ke gereja lagi setiap minggu, untuk aktif kembali dan setahap demi setahap membaharui hubungan antargereja-warga jemaatnya.

Salah satu contohnya adalah beberapa bidang pelayanan diakonia di kota Karlsruhe dan di kota Rheydt – Mönchengladbach.

Di kota Rheydt, pelayanan yang sangat dikagumi keberhasilannya adalah Kirchencafe (Cafe Gereja), ambulans berjalan, kios bahan makanan murah dan kios pakaian bekas.

Cafe gereja ini berada di sebuah gedung milik gereja yang disewa oleh warga jemaat dan terletak berseberangan dengan gereja yang memang di pusat kota. Aktif mulai sore hari, cafe tersebut semula ditujukan untuk mereka yang terlunta-lunta di jalanan. Seiring dengan waktu, cafe yang didanai oleh warga jemaat (dengan sumbangan teh, kopi, gula, kue) sering dikunjungi oleh kaum muda atau yang sekadar singgah. Dengan luas ruangan sekitar 40 M2, terdapat satu ruang konseling bagi mereka yang hendak dilayani secara pribadi oleh pendeta jemaat.

Bagian lain adalah ambulans berjalan, dimana sebuah sedan kecil difungsikan di bidang P3K, bila seseorang menelpon dalam situasi gawat darurat. Permintaan akan kebutuhan ambulans ini semakin meningkat karena banyaknya orang-orang tua yang hidup sendirian di rumah. Penerimaan masyarakat pun jauh lebih baik dibandingkan dua puluh tahun sebelumnya, karena kesadaran pentingnya pelayanan tersebut, menurut Sr. Illsabe Gottlieb. Sebenarnya pelayanan ini gratis, tapi setiap orang yang ditolong merasa terbeban dan berkewajiban „membayar“.

Selain itu, kios bahan makanan murah dan pakaian bekas sangat diminati warga kota yang miskin atau yang tidak punya tempat tinggal. Untuk mengatasi tingginya jumlah pengunjung di kios, setiap orang diberi kartu dan diwajibkan membawanya setiap kali belanja dengan pembatasan jumlah hari belanja. Jadi, pembeli tidak diijinkan belanja setiap hari.

Kota Karlsruhe juga memiliki tawaran menarik, selain toko perlengkapan bekas baik untuk anak maupun untuk dewasa, terdapat juga toko alat rumah tangga. Tidak tanggung-tanggung, dengan bermodalkan barang sumbangan warga jemaat setiap toko kebanjiran order setiap hari. Barang bekas di sini bukan sembarangan dan asal-asalan. Khusus untuk barang elektronik, barang telah di uji kelayakannya dan bergaransi hingga satu minggu! Pesatnya peminat dari semua kalangan, toko-toko yang setidaknya seluas @ 400 m2 dipastikan memiliki perputaran penjualan barang sangat cepat. Jadi jangan harap barang yang sama akan ditemukan dalam dua hari mendatang.

Selain itu, gereja juga berinisiatif merambah ke bidang pengiriman barang dan pelayanan pindahan rumah. Siapa yang kerja? Anak pemuda di gereja yang sedang praktikum.

Tanggapnya gereja dan warga jemaat akan situasi mereka memudahkan pekerjaan tersebut dilaksanakan. Selain sebagai sarana pelayanan, gereja pun memiliki salah satu solusi masalah finansial yang membelitnya. Namun, belajar dari pelayanan yang dilakukan oleh warga jemaat secara sukarela tidak melonggarkan prinsip: bisnis adalah bisnis, pelayan adalah pelayan. Jadi, pembukuan mereka pun terkomputerisasi.

KA, 22 Juni 2006

Leave a Reply

Comment spam protected by SpamBam

Kalender Berita

June 2006
M T W T F S S
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930