“Allah, oleh Anugerah-Mu, Transformasikan Dunia Ini!”

Sunday, February 19, 2006
By nias

Andreas A Yewangoe

KETIKA Anda membaca artikel ini, Sidang Raya IX Dewan Gereja-Gereja Sedunia (WCC) sedang berlangsung di Porto Alegre, Brasil. Pertemuan akbar gereja-gereja yang anggotanya berlatar belakang Ortodoks, Reformasi, Metodis, Pentakosta, dan banyak lagi corak gereja-gereja lainnya, kecuali Gereja Katolik Roma, diselenggarakan setiap delapan tahun sekali. Sidang Raya Porto Alegre sendiri berlangsung tanggal 14-23 Februari 2006.Pertemuan yang diada-kan sesudah SR VIII Harare ini dihadiri sekitar 3.000 orang yang merupakan delegasi dari 347 gereja anggota, pembicara dan narasumber, serta undangan lainnya. Para pemimpin aga-ma lain juga diundang menghadiri Sidang Raya ini. Dari Indonesia diundang sebagai tamu kehormatan, KH Hasyim Muzadi, Ketua Umum PBNU. Beliau juga diminta berbicara pada Sidang Raya itu. Delegasi Indonesia terdiri dari 50-an orang mewakili 27 gereja anggota.

Pertemuan akbar umat Kristen sedunia ini tidak saja membicarakan hal-hal internal gerejawi, tetapi juga berbagai persoalan kemanusiaan dan dunia. Ibadah dan perayaan bersama merupakan bagian tidak terpisahkan dari Sidang Raya ini, di mana berbagai permasalahan bersama yang dihadapi umat manusia didoakan. Pendeknya, pertemuan ini adalah pesta iman, yang di dalamnya kehidupan dirayakan.

Sidang Raya kali ini membawa tema: “God, in Your Grace, Transform the world!” Dengan sengaja tema ini dirumuskan dalam sebuah doa dan permohonan. Ada keyakinan, bahwa hanya Allah sendiri yang mampu mentransformasikan segala sesuatu, termasuk dunia yang di dalamnya kita hidup. Berbagai upaya manusia seringkali berujung pada jalan buntu. Dalam banyak hal, apa yang kita pretensikan sebagai transformasi, tidak lebih dari pengulangan membosankan dari hal-hal lama. Alhasil, kita tidak pernah mengalami transformasi sejati.

Tentu saja pertanyaannya adalah, dunia yang bagaimanakah yang sedang kita alami sekarang sehingga Allah sendiri diminta turun tangan melakukan transformasi? Rasanya, tidak bisa disangkal bahwa persoalan-persoalan yang kita hadapi dewasa ini demikian kompleksnya.

Kita masih menghadapi kekerasan di mana-mana, baik yang dilancarkan oleh negara-negara maupun oleh berbagai kelompok-kelompok yang berpretensi dapat menyelamatkan dunia. Teror dan terorisme adalah manifestasi dari kekerasan semacam itu. Kita pun jangan melupakan berbagai kekerasan terselubung seperti kekerasan di dalam rumah tangga yang menimpa perempuan dan anak.

Dalam kaitan ini, kita teringat akan “Decade to Overcome Violence” yang dicanangkan oleh Dewan Gereja-gereja Sedunia yang berlangsung tahun 2001-2010. Sampai di mana pencanangan ini sungguh-sungguh memasuki kehidupan kita, akan dinilai dalam SR Porto Alegre ini. Pengerasan-pengerasan di dalam hubungan penganut berbagai agama, makin lama makin mengkhawatirkan.

Saling curiga-mencurigai, bukannya makin berkurang, tetapi justru bertambah. Cara menafsir kitab-kitab suci yang cenderung tekstual, telah menimbulkan berbagai sikap fundamentalisme dan memutlakkan kebenaran sendiri. Ini jelas makin memperbesar ketegangan-ketegangan.

Semuanya ini ditambah lagi dengan ketidakadilan di bidang ekonomi, dominasi di bidang politik, kekuasaan yang cenderung disalahgunakan, dan berbagai kejahatan lainnya yang melecehkan harkat dan martabat manusia. Sementara itu ketidakpedulian terhadap lingkungan alam telah menyebabkan timbulnya berbagai malapetaka alam di mana-mana.

***
Diperhadapkan dengan berbagai persoalan ini, tidak lain harapan kita yaitu berdoa kepada Allah. Itu tidak berarti bahwa manusia pasif saja. Tidak demikian. Allah tentu tetap memakai manusia. Gereja-gereja yakin, bahwa mereka dapat dipergunakan Allah sebagai alat-Nya meneruskan upaya-upaya tranformasi itu. Tetapi gereja-gereja sendiri mesti ditransformasikan dulu.

Dalam Amanat yang disampaikan oleh His Holinesss Aram I, sebagai Moderator WCC di dalam SR VIII Harare tahun 1998, hal itu ditegaskan. Ia mengatakan: “Kita tidak dapat mentranformasikan dunia ini kecuali diri kita sendiri ditransfromasikan. Seperti apakah gereja yang diproyeksikan untuk abad ke-21? Gereja yang hanya terikat dengan negaranya sendiri, atau kelompok etnisnya? Ataukah yang hanya peduli dengan dirinya sendiri? Ataukah suatu gereja yang misioner, yang terbuka kepada dunia dan siap menghadapi berbagai tantangan dunia?

Arah masa depan dari gerakan oikoumenis ditentukan oleh persepsi-persepsi dan keyakinan-keyakinan eklesiologis yang terbuka itu. Gerakan oikoumene tidak bisa terus hidup, tanpa visi yang diabadikan oleh pandangan tentang gereja yang bersifat holistik, kemanusiaan, dan mengarah ke dunia.

Inilah konsekuensi dari kehadiran gereja di dalam dunia. Ia adalah gereja yang tidak boleh hidup di dalam ghetto. Sidang Raya XIV Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia Tahun 2004 menegaskan hal yang sama: “Gereja bagi Orang Lain”. Sidang Raya yang sama itu pula meletakkan seluruh pergumulannya di bawah tema: “Berubahlah oleh Pembaruan Budimu.” Rasanya kedua persekutuan gereja-gereja ini berada dalam getaran yang sama di dalam memahami berbagai persoalan dunia, dan di dalam mengharapkan pembaruan yang dikerjakan oleh Allah.

Berbagai harapan yang dituangkan di dalam SR IX WCC Porto Alegre yang mengharapkan transformasi sejati terjadi di dalam seluruh bidang kehidupan manusia menghadapi perjalanan bersama ke depan, kiranya juga mendapat tempat di dalam masyarakat kita di negeri ini.

Kita mendambakan berakhirnya berbagai kekerasan yang secara laten sewaktu-waktu timbul. Kita bertekad untuk menjalin saling pengertian di antara para penganut agama yang berbeda-beda itu. Kita pun akan terus bekerja sama dengan berbagai elemen di dalam masyarakat untuk menegakkan kebenaran, hukum yang berkeadilan, menghormati harkat dan martabat manusia, serta memelihara lingkungan ciptaan yang merupakan habitat bagi kelayakan hidup kita.*

Penulis adalah Ketua Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI)

Sumber: Suara Pembaruan Online, Sabtu 17 Februari 2005.

Leave a Reply

Comment spam protected by SpamBam

Kalender Berita

February 2006
M T W T F S S
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728