Tag Archives: Budaya Nias

Written on Aug, 07, 2009 by in | 16 Comments.

Oleh: Victor Zebua Orang Nias tempo doeloe tidak mengenal jam. Pembagian dan penamaan waktu mereka mengacu aktivitas sehari-hari: bertani, beternak, kerja domestik (memasak, makan, tidur), dan fenomena alam. Pukul 00.00 disebut talu mbongi (tengah malam). Nama waktu lainnya: miwo manu siföföna (ayam berkokok pertama kali; 02.00-02.30), möi zamölö (penyadap aren pergi menyadap; 05.00), muhede riwi (jangkrik berbunyi; 05.30-06.00), dan tumbu …

Continue Reading...
Written on Mar, 18, 2009 by in | 6 Comments.

Oleh: Indra Yudha, S.Pd., M.Pd* A. Asal-Usul Tari Balanse Madam Tari Balanse Madam sebuah tari tradisional yang terdapat di Seberang Palinggam Kota Padang, yang menjadi milik dan warisan budaya masyarakat Suku Nias Kota Padang. Tari Balanse Madam merupakan sebuah kesenian tari yang berupa peninggalan budaya lama yang telah ditransmisikan secara turun temurun dalam masyarakat suku Nias di Seberang Palinggam.

Continue Reading...
Written on Oct, 29, 2008 by in | 20 Comments.

*Penonton Ribuan, Perempuan Tersanjung Medan – Tayang perdana film dokudrama berjudul “Perempuan Nias, Meretas Jalan Kesetaraan (PNMJK)” di Lapangan Merdeka Gunung Sitoli, Kabupaten Nias, Sabtu (25/10) malam, menyedot ribuan penonton, dan banyak perempuan tersanjung dan merasa terbela.

Continue Reading...
Written on Sep, 22, 2008 by in | 21 Comments.

Oleh: Victor Zebua Lawaendröna resah. Dia ingin terus hidup, tidak mau mati. Dia bertanya kepada semua orang perihal sebuah tempat di mana dia tidak bisa mati. Bahkan dia juga bertanya kepada pohon-pohon, sungai dan mata air. Kalau kematian tidak ada di situ, dia ingin tinggal bersama mereka. Lawaendröna mencari dan bertanya ke seluruh dunia, namun dia tidak menemukan satu tempat …

Continue Reading...
Written on Jun, 20, 2008 by in | 8 Comments.

*Sebuah Resensi Buku Judul Buku: Melacak Batu Menguak Mitos, Petualangan Antarbudaya di Nias Penulis: Jajang A Sonjaya (Ama Robi Hia) Penerbit: Kanisius dan Impulse, Yogyakarta Cetakan: I, 2008 Tebal: 147 halaman

Continue Reading...
Written on May, 06, 2008 by in | 3 Comments.

Catatan: Beberapa waktu yang lalu, Yaahowu mengirimkan sejumlah pertanyaan kepada Petra Gruber, Koordinator Jaringan Riset Pulau Nias (Nias Island Research Network – NIRN). Pertanyaan-pertanyaan tersebut menyangkut kegiatan riset Jaringan itu tentang Nias. Jawaban Petra Gruber diterima Redaksi pada tanggal 6 Desember 2007. Berikut adalah versi Bahasa Indonesia wawancara dengan Petra Gruber. Versi Inggris sudah lama ditayangkan dan dapat dilihat di …

Continue Reading...
Written on Apr, 26, 2008 by in | 28 Comments.

Victor Zebua Lima generasi yang silam di Börönadu hidup seorang pemberani bernama Awuwukha. Dia berhasil membawa pulang belasan kepala manusia. Usaha para musuhnya balas-dendam membunuh Awuwukha tidak pernah berhasil. Hal tersebut mengangkat status Awuwukha di mata orang-orang kampung sebagai emali (pemburu kepala).

Continue Reading...
Written on May, 21, 2007 by in | 1 Comment.

Catatan Redaksi: Pada tgl 30-31 Oktober 2006 berlangsung Konferensi Internasional tentang seni dan arsitektur Nias yang dihadiri oleh pakar dari berbagai disiplin ilmu. Pada akhir konferensi para peserta sepakat membentuk Jaringan Riset Pulau Nias (Nias Research Network). Apa misi dan misi jaringan ini ? Visi dan Misi NRN dapat dilihat dari deklarasi para peserta dengan judul: “The Vienna Declaration 2006“ …

Continue Reading...