Tag Archives: Bahasa Nias

Written on Dec, 01, 2014 by in | 5 Comments.

Oleh E. Halawa* Dalam halaman Amaedola Nono Niha di Facebook, ada diskusi menarik tentang: (1) kata mana yang sesungguhnya ada atau dikenal dalam Li Niha: asiliyawa, osiliyawa, atau oisilöyawa, dan (2) apa arti sesungguhnya dari kata itu [1]. Dari diksusi itu juga ketahuan bahwa masalah ini muncul ketika ada pembahasan pembaharuan kurikulum Bahasa Daerah Nias baru-baru ini. Asiliawa, Asiliyawa Tidak …

Continue Reading...
Written on Nov, 21, 2014 by in | 2 Comments.

E. Halawa* ‘Hatö’ögö si mate ma …‘. Lö fakhamö i’asiŵai ŵönunia si fao falelesa ba ŵa’amabu Ama Gorö no ofeta dezu balo ba mbaŵania. Moroi ba gaberania. Nifahele ga Hino. He wa’ae no irai faguru ba sile Nama Gorö me föna, ba börö ŵa’aliolio ga Hino, aŵö göi ŵa’olofo me ha goŵi nibogö ŵangabölönia mege sihulöŵongi, ba lö fakhamö itimba …

Continue Reading...
Written on Oct, 22, 2014 by in | Leave a comment

E. Halawa Pada halaman ‘Percakapan Sehari-hati Bahasa Nias’ di Ensikopedia Nias [1], terdapat tautan ke sebuah blog [2]. Di blog [2] itu, kita menemukan beberapa kalimat bahasa Nias berikut: 1. Ya’o toröi ba Gunungsitoli 2. Ya’o omasi manunö. Kalimat pertama, walau bukan struktur yang lazim dalam Li Niha (setidaknya dalam varietas Utara), diartikan secara benar: Saya tinggal di Gunungsitoli – …

Continue Reading...
Written on Oct, 02, 2014 by in | 2 Comments.

NIASONLINE, JAKARTA – Kamus mini bahasa Nias di situs www.niasonline.net ternyata sangat bermanfaat. Tidak hanya bagi orang Nias, tapi juga bagi orang luar Nias.

Continue Reading...
Written on Oct, 01, 2014 by in | 1 Comment.

Cerpen oleh E. Halawa Catatan Penulis: Ini adalah terjemahan Indonesia dari cerita pendek berjudul Ka Di’a ba Guru Tane’a, yang dimuat di NO pada tanggal 19 September 2013. Terjemahan ini disertai catatan kaki untuk menjelaskan konteks cerita bagi pembaca. Apabila waktu mengizinkan, cerpen ini akan “dikembangkan”, artinya akan diteruskan dengan cerpen-cerpen baru yang terkait yang bermaksud untuk menggambarkan situasi kehidupan …

Continue Reading...
Written on Sep, 19, 2013 by in , | 2 Comments.

Mege, bözi satu, aefa Gadi’a ba zekola eside (SD) lö aröu moroi ba nomora. Kalasi önö Ga Di’a. Sindruhunia no alawa ndröfinia maifu, no feleŵitu fakhe, owalusö sa’e. Ba hiza börö sa’atö ŵa’omasinia sekola ba börö göi ŵa’ambö ndraono ba zekola saŵena mufazökhi andrö, ba latema manö ia kalasi 4 me dua fakhe no.

Continue Reading...

NIASONLINE, JAKARTA – Alkitab bahasa Nias kini bisa diakses secara online. Sura Ni’amoni’o (Kitab Suci) tersebut difasilitasi secara online melalui situs www.youversion.com bekerjasama dengan Lembaga Alkitab Indonesia (LAI).

Continue Reading...
Written on Nov, 04, 2010 by in | 4 Comments.

Oleh: E. Halawa* Pada pagaraf 1 dan 2 halaman 42 sebuah buku Hammerle [1], ditulis yang berikut: Kata la’uma punya arti yang berbeda di Nias. Di Nias Selatan la’uma berarti mereka mencium. Sering juga seorang anak kecil diajak untuk mencium tangan atau pipi seseorang dengan berkata: Uma ! Akan tetapi di Onowaembo lain artinya. Sila’uma di daerah Idanoi berarti dahi. …

Continue Reading...
Written on Oct, 29, 2010 by in | 6 Comments.

E. Halawa* Tulisan ini berfokus pada kata ‘dada’ dan tiga awalan yang dijumpai dalam bahasa Nias, ni- fo- dan la-. Kata ‘dada’ menjadi dikenal masyarakat luas ketika ia muncul dalam buku Hammerle [1], yang mengutip Zebua [2] dalam tulisannya dalam Buletin JIKAN yang menyajikan mite Nias dari sebuah buku Dananjaja [3]. Mite dari buku Danandjaja sebagaimana disajikan oleh Zebua muncul …

Continue Reading...
Written on Apr, 24, 2009 by in | 2 Comments.

Untuk mengembangkan dan mempertahankan keberadaan Li Niha sebagai alat komunikasi yang efektif, masyarakat Nias haruslah siap menerima infiltrasi kata-kata asing ke dalam Li Niha.

Continue Reading...
Written on Dec, 13, 2008 by in | 6 Comments.

Oleh Wa’özisökhi Nazara* 3.2. Proses morfofonemik yang terjadi pada verba Perubahan bunyi pada verba bahasa Nias tergolong asimilasi progresif, yakni perubahan bunyi karena bunyi yang mendahului bunyi itu. Bunyi yang mengalami asimilasi ketika bertemu dengan morfem terikat itu disajikan berikut ini.

Continue Reading...
Written on Dec, 13, 2008 by in | Leave a comment

Oleh Wa’özisökhi Nazara* Keempat, distribusi alomorf yang disebut suplesi (suppletion). Suplesi, seperti halnya kondisi leksikal, hanya terjadi pada kata tertentu. Dalam bahasa Inggris, misalnya, bentuk good dan better tidak sama. Akan tetapi, good dan better merepresentasikan leksem GOOD. Demikian pula dengan bentuk am, are, dan is. Ketiga bentuk ini jelas berbeda. Akan tetapi, ketiganya merupakan representasi dari lexeme BE.

Continue Reading...
Written on Dec, 13, 2008 by in | 3 Comments.

Oleh Wa’özisökhi Nazara* Catatan Redaksi: Karena tulisan ini relatif panjang, maka kami menampilkannya dalam tiga bagian. ABSTRACT This is a morphophonemic analysis on Nias, an Austronesian language spoken by about 700,000 people. Most of them live on the island of Nias. Morphophonemic processes in the vocalic language occur in nouns and verbs. Morphophonemic processes which occur in nouns are of …

Continue Reading...
Written on Aug, 30, 2008 by in | 1 Comment.

I’otarai ndrõfi 1882 sa’ae no labõrõtaigõ wamaha’õ ono matua, sedõna mõi tohutohu ndra Tua Pandita ba wamaha’õ iraono ba zekola. Tua Sundermann fõna zamobõrõ ba mbanua Ndrahana (1882-1884 ba 1887-1889). Furi da’õ, ba Tua Thomas zanohugõ ba mbanua Humene (1895-1897, ba 1897-1899).

Continue Reading...
Written on Aug, 28, 2008 by in | 6 Comments.

Anda pernah mendengar kedua kata itu dalam percakapan di antara orang-orang Nias ? Barangkali kedua kata itu sudah jarang-jarang muncul sekarang dalam percakapan. Akan tetapi dulu, kedua kata itu kerap terdengar.

Continue Reading...