Ŵ

Ada bunyi khas dalam Bahasa Nias, seperti muncul dalam kata waruwaru (sejenis burung) atau wöröwörö (lapisan tipis sisa minyak atau cairan lain di piring). Bunyi w dalam kata-kata itu beda dengan bunyi w dalam kata-kata bahasa Indonesia. (lihat: artikel Karakter “W-w” dan “Ŵ-ŵ” Dalam Li Niha). Dalam Kamus ini, bunyi khas itu dilambangkan dengan ŵ untuk membedakannya dari bunyi w seperti yang dalam Bahasa Indonesia.

ŵa (1) bahwa. No u’ombakha’ö ŵa tebai möido. Saya sudah beritahukan bahwa saya tidak bisa pergi. (2) kata yang berfungsi sebagai “penekan”. Hana (ŵa) simanö ? Mengapa begitu ? Hana (ŵa) ölau da’ö ? Mengapa engkau berbuat begitu ? Kehadiran “ŵa” dalam kalimat-kalimat di atas berfungsi untuk “menggarisbawahi” pertanyaan / pernyataan.
ŵahaŵaha kb serpihan Ŵahaŵaha geu Serpihan kayu.
ŵaruŵaru
ŵereŵere
ŵidoŵido kb bulan-bulanan. Böi bali’ögö ŵidoŵidonia. Jangan biarkan dirimu jadi bulan-bulannya.
ŵiloŵilo
ŵiŵi
ŵoyoŵoyo
ŵöröŵörö kb sisa atau lapisan tipis cairan di dasar wadah
ŵöŵösi kb sesali Böi ŵöŵösi’ö Jangan menyesali diri.
ŵuraŵura kb potongan bambu sepanjang sekitar 30 – 40 cm dengan diameter 4 – 5 cm yang dipakai untuk membantu menghidup

Facebook Comments

One Response to “Ŵ”

  1. 1
    Denny Silverius Telaumbanua Says:

    Ya’ahowu
    Sedikit pertanyaan
    Bukankah huruf ŵ pengucapannya sama dengan w dalam bahasa indonesia?
    Contoh : ŵa’ö khö nia, maliŵa
    Dan sebaliknya w ini yang punya pengucapan khas dalam bahasa nias?
    Contoh : Wehede, waöwaö
    Mohon dikoreksi jikalu ada kesalahan dalam pertanyaan ini
    Saohagölö
    Ya’ahowu

    Redaksi:
    Silahkan baca penjelasa pada petunjuk pemakaian.

Leave a Reply