Archive for the ‘K’

K

udi ks sial, naas. Udi sibai ira, sageu lö silaku bawi khöra. Sial sekali mereka, tak seekor pun babi mereka yang terjual.
udu kb musuh, seteru. Oya sibai nudunia. Banyak sekali musuhnya.
ugu’ugu kb bunyi Ugu’ugu mbanua Bunyi petir.
uli kb (1) kulit. Uli mbawi satabö, uli manu solawayö. Kulit babi yang gemuk, kulit ayam yang mau bertelur. (2) (dalam bentuk) gabah, bukan beras. Tölu lauru uli. Tiga lauru padi.
uliho kb sekam.
ulitö kb padi, gabah.
ulö kb ular. Oya ngawalö gulö sobiso ba Danö Niha. Banyak jenis ular berbisa di P. Nias.
ulu kb penyakit rematik. Tesao gulu namada. Penyakit rematik ayah kambuh.
umbu kb sumber. Umbu nidanö. Mata air. Umbu harazaki Sumber rejeki.
undre kb kunyit.
undru 1. kb kundur, sejenis labu. 2. mo’undru-undru mengganjal (dalam hati). So zo’undru-undru ba dödögu si lö i u’ila ufaehagö Ada sesuatu yang mengganjal dalam hati yang tidak sanggup saya ungkapkan / nyatakan.
uro kb udang. Lö sa’ae tesöndra guro si tou ba Muzöi. Udang tidak ada lagi di sungai Muzöi.
uto kb otak. Uto mbawi Otak babi. Sebua uto Har: Si besar otak. Panggilan sindiran untuk seseorang yang sok pintar atau yang kurang waras.
utu kb kutu yang hidup di kepala. Wa’oya gutunia. Kutunya banyak sekali.

K

kabera kiri Na no örugi wabaliwa lala, hole’ögö ba gabera. Kalau sudah sampai di persimpangan jalan, belok ke kiri.
kaliru ks ribut, rusuh.
kalu kb pintu. No alawa mbongi, duhö khöda galu. Malam sudah larut, tutup pintu.
kambölö kanan. Dadao ba gambölö. Duduk di sebelah kanan.
kata kb 1. ketam, alat penghalus permukaan papan 2. alat / ukuran volume beras Na lö tumba ba halö kata ba wanu’a böra Kalau tumba tidak ada, ambil kata untuk mengukur / menimbang beras.
katawaena kb burung layang-layang. Anari-nari ua katawaena, mangawuliö dania, lö tugela. Terbang melayanglah kau katawaena, pulang-pulang nanti tidak memiliki tempat hinggap.

kefe kb uang. Lö kefegu. Saya tidak punya yang.

kereke kb kerikil. Moguna khöda gereke, gawu, ba seme ba wamazökhi ba’a nidanö. Kita membutuhkan kerikil, pasir dan semen untuk membangun bak air.
Kese-kese adalah kata pungut, dan sangat mungkin berasal dari kata “kecek” (bhs. Minang) yang juga sudah diadopsi dalam bahasa Indonesia. Kese-kese adalah celoteh, cakap, atau obrolan yang tidak keruan yang berisi pergunjingan yang biasanya dilakukan oleh orang-orang yang ingin menghabiskan waktu. Fakese: mengobrol tak keruan sambil meggunjingkan atau membuat gosip. (*Huohuo agak mirip dengan kese-kese, tetapi tidak harus disertai dengan pergunjingan atau gosip. Huohuo adalah pembicaraan yang tidak berisi, tidak serius, tidak menghasilkan sesuatu yang berarti. Kalau kita mengajak seseorang berbicara mengenai hal-hal ringan maka kita bisa mengatakan: Da talau fahuohuo -> Mari kita berbicara (dalam konteks ringan, misalnya menanyakan kabar keluarga, dan sebagainya). Seringkali, huohuo semacam itu secara tak sadar menjurus pada kese-kese. Huhuo adalah pembicaraan serius atau hasil nyata dari sebuah pembicaraan serius. Biasanya, seseorang yang ingin berbicara serius, akan memulainya dulu dengan huohuo (basa-basi). Setelah suasana “mencair”, maka inti pembicaraan dalam bentuk huhuo baru disampaikan. Sesudah huhuo dituntaskan, suasana bisa lebih santai lagi dan huhohuo pun bisa dilanjutkan kembali.
kete 1. kki cubit. Böi kete nakhimö. Jangan mencubit adekmu. kete-kete cubitan. 2. ketip, satuan mata uang bernilai 25 sen. Sambua hua kete. Satu (mata uang) ketip.
keteketelö ks sebentar-sebentar (mau) kencing; anyang-anyangan. Me ara ia ba deu, keteketelö ia. Karena berlama-lama di air hujan, dia anyang-anyangan.
khozi kki bakar. Böi khozi mbulu geu sogoköli ba ginötö lökhö. Jangan membakar daun-daun kering di musim kemarau.
kibo kb alat musik keyboard. Inilah salah satu kata serapan baru yang mulai “popular” di desa-desa di Nias. Dalam hampir setiap acara perkawinan (-> fangowalu), kibo dimainkan.
kiö kk kencing.
kola kb kolam. Wa’ oya gi’a ba kola. Banyak sekali ikan di kolam.
kumöyö kb dupa. Amuhua zimbo gumöyö nitunu. Harum asap kemenyan.

kurunga kb penjara.



Artikel Terbaru