Nias Online

A website of Nias people, culture and current affairs

Archive for the ‘Refleksi’

Martin Lukito Sinaga: Penemuan ”Makam” Yesus Masih Spekulatif

Nah, semua temuan itu adalah gejala-gejala yang mestinya membuat kita lebih arif untuk mengatakan bahwa “penemuan-penemuan” tentang Yesus itu adalah spekulatif. Injil memang bukan tulisan sejarah. Karena itu, ketika orang akan menembus di belakang Injil, maka akan terjadi loncatan-loncatan hipotetis. Nah, hipotesis-hipotesis itu bercorak sangat kontekstual. (more…)

Ekaristi dan Transformasi Moral

Oleh P. PAULUS TRI PRASETIJO, Pr.

“Karena itu, saudara-saudara, demi kerahiman Allah aku menasihatkan kamu supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.” (Roma 12:1) (more…)

Sesudah Kematian Ada Kebangkitan

Perayaan hari kematian Yesus merupakan suatu kesempatan untuk ikut merasakan betapa berat-Nya perjuangan Yesus untuk menebus dosa-dosa dan menyelamatkan umat-Nya, sampai Dia mati di Salib. (more…)

Tuhan dan Penderitaan

*Renungan pribadi, mengenang Gempa Bumi di Nias; 28 Maret 2005

Oleh: Tety Novriyanti Telaumbanua, S.Th.

Bacaan: LUKAS 13:1-5

Malam itu saya sedang berbincang-bincang dengan mama sudah hampir sebulan bersama saya di Bandung. Rencananya, mama akan pulang ke Nias minggu berikutnya. Tapi tiba-tiba tengah malam, telpon berbunyi; kakak saya memberitahu sedang terjadi gempa dahsyat di Nias, semua orang sedang mencari tempat berlindung. Berikutnya, kami kehilangan kontak. Memang keluarga saya selamat dalam peristiwa gempa itu. Tapi sampai sekarang saya terus merenungkan mengapa semua ini terjadi? (more…)

Hiduplah dalam cinta kasih seperti Kristus

Cinta kasih bukan saja sebuah perintah dari Tuhan kepada umat Kristen melainkan juga merupakan sebuah hukum dasar. Dari sini umat Kristen mempunyai satu hukum kehidupan yakni hidup dalam cinta kasih seperti Kristus. Cinta kasih menjadi dasar dan ukuran dari segala perbuatan untuk menghadirkan kebaikan Allah dan cinta-Nya kepada sesama. (more…)

Terorisme Ekologi

Oleh Nurul H Maarif*

Suatu malam, saya menerima sms dari seorang pembimbing spiritual (bahasa Arab: mursyid). “Mas, aku mau ngobrol soal ekologi,” tulisnya singkat. “Pasti ada yang sangat penting disampaikan,” gumam saya dalam hati. Benar saja, ini ada kaitannya dengan bencana yang silih berganti terhampar di depan mata kita dan terus menjadi headline koran, majalah, radio, dan televisi, di negeri ini. (more…)

Membangun Kesejatian Hidup

Oleh Pastor Paulus Tri Prasetijo, pr

Dengan demikian semua orang akan tahu bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi. (Yohanes 13 : 35) (more…)

Jangan Berhati Degil

Oleh Pdt. Em. HADA ANDRIATA

LALU Ia (Yesus) naik ke perahu mendapatkan mereka, dan angin pun redalah. Mereka sangat tercengang dan bingung, sebab sesudah peristiwa roti itu mereka belum juga mengerti, dan hati mereka tetap degil (Markus 6 : 51-52). (more…)

Sahabat Adalah Anugerah

Oleh Pdt. CIPTOMARTALU SAPANGI

LALU datanglah beberapa orang mengusung seorang lumpuh di atas tempat tidur, mereka berusaha membawa dia masuk dan meletakkannya di hadapan Yesus. (Lukas 5 : 18) (more…)

Memulihkan Martabat

Oleh Pdt. BAMBANG PRATOMO

Lalu aku mendengar suara Tuhan berkata”, ’Siapakah yang Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?’, Maka sahutku: “Ini aku, utuslah aku!” [Yesaya 6:8]

KETIKA bencana bertubi-tubi melanda negeri kita, muncul pertanyaan: Sudah sedemikian burukkah negeri kita sampai menjadi kubangan lumpur penderitaan bagi sebagian penghuninya? Martabat manusia telah hancur tak hanya karena rumah roboh, harta benda sirna, tetapi juga karena semangat hidup merosot, rasa kesetiakawanan tak lagi mampu dipertahankan. Kehidupan bersama berubah menjadi kehidupan sendiri-sendiri dalam sikap ketidak-pedulian. Lalu muncul tayangan televisi yang memilukan berupa keributan, kesimpang-siuran menyalurkan bantuan, berebut nasi bungkus dan mi instan, protes di sana-sini akibat lambannya penanganan, dan sebagainya. Belum lagi tindakan yang dirasakan tidak adil dan tebang pilih akibat praktik keserakahan orang. (more…)

Bekerja untuk Tuhan

Oleh Pdt. Em. BUDHIADI HENOCH

Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. Kamu tahu, bahwa dari Tuhanlah kamu akan menerima bagian yang ditentukan bagimu sebagai upah. Kristus adalah tuan dan kamu hamba-Nya.” (Kolose 3 : 23, 24)

BANGSA Indonesia dikenal sebagai bangsa yang bertuhan (teis), bukan bangsa yang tidak bertuhan (ateis). Karenanya, kehidupan beragama marak di mana-mana. Tentu pernyataan sebagai bangsa yang bertuhan diharapkan tercermin juga dalam pekerjaan dan kegiatan bekerja. Untuk masalah ini, kita perlu mencermatinya dan bertanya : “Sudah sesuaikah dengan pernyataan itu?”. Sampai di sini, kita sering merasa ragu-ragu, karena pernyataan tersebut terasa tidak sejalan dengan kenyataannya. (more…)

Apakah Keluarga Harus Mendapat Perhatian … ?

Di mana-mana ada yang disebut keluarga. Keluarga yang dimaksud terdiri dari ayah, ibu dan anak-anak. Keluarga ini tidak saja hidup hanya di dalam keluarga mereka sendiri tetapi juga di tengah-tengah masyarakat bahkan juga dalam pengaruh perkembangan zaman. Bagaimana hidup keluarga dalam kehidupan bermasyarat, dapat menjadi sebuah bahan direfleksi yang tetap aktual. (more…)

DALAM KEBAIKAN - KEMANUSIAAN

Menjalani tahun 2007

Bagi rakyat kita ada perasaan khusus mengawali tahun yang baru. Kalau boleh diringkas: syukur bahwa telah berlalu kehidupan selama tahun silam dan terima kasih bahwa diperkenankan menapaki hari-hari yang terbilang dalam tahun baru. Di baliknya tersirat pernyataan ketidakberdayaan, ketidakmungkinan menempuhnya, sekaligus perasaan ketergantungan pada faktor luar diri. Memang waktu sesuatu yang datang dalam kemisterian. Seakan dia membungkus ragam kejadian dan peristiwa, seakan dia datang membawa kesukaan dan sekaligus kedukaan. (more…)

Akhir Tahun 2006: Sebuah introspeksi, ajakan dan harapan

Akhir Tahun 2006

Saudara-saudara, tidak terasa waktu terus mengalir dari menit ke jam,dari hari ke minggu, dari bulan ke tahun. Sebentar lagi kita akan berpisah dari tahun 2006.Kita telah menjalani tahun ini selama 365 hari atau dua belas bulan lamanya. Dalam tahun ini tentu banyak hal telah terjadi dalam perjalanan hidup kita . Hidup kita dalam waktu diwarnai oleh kesulitan dan kemudahan, suka dan duka, keberhasilan dan kegagalan, dan lain sebagainya. (more…)

Bumi Yang “Marah”, Tuhan Yang “Diam”

E. Halawa*

“Biha, Tuha ! Biha, Tuha !”. Setiap kali saya merasakan atau mendengar berita tentang gempa bumi, pikiran saya langsung teringat dengan seruan dalam tanda kutip yang mengawali tulisan ini. Orang-orang Nias, terutama yang berumur 40 tahun ke atas hampir pasti masih ingat bagimana respons atau reaksi orang-orang di Nias setiap kali gempa bumi mengguncang alam. “Biha, Tuha !”, kalau diterjemahkan secara bebas kurang lebih bermakna: “Cukuplah, hai Penguasa, redakanlah amarahmu”�. Kata Tuha sudah jarang-jarang kita temukan dalam percakapan sehari-hari orang-orang Nias zaman sekarang. Tuha misalnya muncul dalam “Tuha Zangaröfa” yang kurang lebih berarti “Penguasa atau Dewa Sungai”. (more…)

Pesan Natal 2006 Michael Sabbath, Patriarkh Latin Yerusalem

1. Selamat Merayakan Natal

Saudara – saudariku yang tinggal di tanah Palestina, Israel, Yordan, dan Cyprus, semoga Anda semua menikmati kegembiraan, ketenangan, keheningan dan kedamaian. (more…)

“Berbahagialah orang yang membawa damai …” (Mateus 5:9a)

*Pesan Natal 2006

Oleh: P. Metodius Sarumaha, OFM Cap.

Kita bersama merayakan hari Natal, hari kelahiran Yesus, Juruselamat Dunia. Dalam dunia yang masih diwarnai kemiskinan, ditimpa bencana alam, dilanda berbagai tindakan kekerasan dan perang, kehadiran Natal yang penuh kedamaian dan kesejukan amat kita dambakan. (more…)

Renungan Minggu Adven 4

“Diberkatilah engkau di antara perempuan dan diberkatilah buah rahimmu” (Lk. 1,42) (more…)

Renungan Minggu Adven 3

“Orang banyak bertanya kepada Yohanes: Apakah yang harus kami perbuat…?” (Lk. 3, 10) (more…)

Renungan Minggu Adven 2

“Maka datanglah Yohanes dan menyerukan: Bertobatlah, dan berilah dirimu dibaptis dan Allah akan mengampuni dosamu” (Lk. 3, 3). (more…)

Mengangkat Pintu Gerbang

Angkatlah kepalamu, hai pintu-pintu gerbang, dan terangkatlah kamu, hai pintu-pintu yang berabad-abad, supaya masuk Raja Kemuliaan! “Siapakah Dia itu Raja Kemuliaan?” “Tuhan semesta alam, Dialah Raja Kemuliaan!” (Mazmur 24 : 9, 10) (more…)

Renungan Minggu Adven 1

Yesus mengatakan kepada para murid-Nya: “Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa, supaya kamu beroleh kekuatan untuk luput dari semua yang akan terjadi itu …” (Lk. 21,36) (more…)

Teror Berbalaskan Kasih

Berikut ini disajikan sebuah kisah dari Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi Afrika Selatan (South Africa’s Truth and Reconciliation), yang dibentuk setelah negara itu baru saja meninggalkan politik “apartheid” beberapa tahun lalu. Semoga menjadi bahan renungan. (Red) (more…)

“Ketidakmampuan” Yesus - (Markus 6:1-6)

P. Fidelis Mendröfa, OFM Cap.

Seorang Bapak yang sudah tua renta, begitu gusar, apakah istrinya peduli pada masalah yang sedang dialaminya. Maka, pada suatu malam, ketika istrinya sedang duduk santai di kursi tamu, ia menghampiri dari belakang sambil berkata dengan halus, “Sayang, maukah mendengarkan aku?”. (more…)

Menghidupkan Iman Kita Melalui Peristiwa Dunia dan Peristiwa Harian

P. Fidelis Mendrfa, OFM Cap.

Memahami Tuhan melalui iman kita

Untuk memahami dan menangkap makna terdalam dari keberimanan kita, maka kita terlebih dahulu memahami dan mengenal tata keselamatan Allah. (more…)

Pelayanan Diakonia (Diakonisches Werk) di Karlsruhe dan Rheydt-Mönchengladbach

*antara pelayanan dan mendukung keuangan gereja

Noniawati Telaumbanua

Meningkatnya status dan masalah sosial di lingkungan masyarakat berbagai kota maju di Jerman seiring dengan semakin sedikitnya pengunjung dan anggota jemaat gereja, tidak urung gereja dan kekristenan di negara tersebut terpengaruh. Tantangan yang sedang di hadapi semakin lengkap dengan kepastian kelangsungan krisis ekonomi yang tidak terprediksi kapan berakhir dan ekstrimnya jumlah pengangguran dalam dua tahun terakhir. (more…)

Ada Apa Di Balik Bencana

Pdt. F. L. Bidaya, M. Div.
Ketua Sinode Gereja Banua Keriso Protestan Nias (BKPN) di Nias Selatan

Firman Tuhan berkata: “Sebab Tuhanlah tempat perlindunganmu, Yang Mahatinggi telah kaubuat tempat perteduhanmu, malapetaka tidak akan menimpa kamu, dan tulah tidak akan mendekat kepada kemahmu; sebab malaikat-malaikat-Nya akan diperintahkan-Nya kepadamu untuk menjaga engkau di segala jalanmu.” (Mazmur 91:9-11) (more…)

Kristus Telah Bangkit. Ya, Dia Telah Bangkit

Michael Sabbath

Setiap pesta gerejawi mengundang kita berefleksi tentang arti iman kita. Pesta Paskah membaharui keberanian kita dan menolong kita untuk menghadapi tantangan-tantangan kehidupan, baik kehidupan pribadi maupun kehidupan bersama, demikian juga kesulitan-kesulitan yang kita temui di berbagai negara di mana diosis kita berkarya: Yordan, Palestina, Israel dan Siprus. (more…)

Menuai Tahun Terbaik

Noni Telaumbanua

Setahun yang lalu tgl. 28 Maret 2005 merupakan hari terpanjang dalam kehidupan saya pribadi sebagai Ono Niha dan menjadi catatan paling menyedihkan atas sebuah kata dukacita, sekaligus menjadi puncak titik balik keseharian. Bila ratusan hari kemudian masih menyiratkan ratapan dan luka mendalam, bukan berarti hal terburuk ini tidak memberi dampak akan sebuah perubahan terbaik. (more…)

Kedaruratan Hidup: Refleksi Setahun Gempa Nias

Etis Nehe

KENGERIAN ITU !
Penduduk Nias masih tertatih untuk berjuang hidup dengan ingatan yang masih segar akibat gempa dan tsunami yang merenggut 122 nyawa, 18 orang hilang dan 2.300 jiwa terkena dampak langsung pada tanggal 26 Desember 2004, sehari setelah Natal. Tiba-tiba pada hari Senin, 28 Maret 2005 pukul 23:09, sehari setelah umat Kristiani di Pulau Nias merayakan Paskah, gempa dahsyat menjadikan hari itu sangat mengenaskan. Kematian itu menjajal dengan kekuatan 8,7 SR di tengah malam yang dingin dan nikmatnya malam panjang yang nyenyak. Pusat Survey Geologi Amerika Serikat (USGS) mencatat gempa Maret itu sebagai salah satu dari 10 gempa terhebat yang pernah terjadi satu abad terakhir. (more…)

Aku Menangis untuk Adikku Enam Kali

Aku dilahirkan di sebuah dusun pegunungan yang sangat terpencil. Untuk hidup, orangtuaku bertani. Ia harus membajak tanah kering kuning dengan punggung menghadap ke langit. Aku mempunyai seorang adik, tiga tahun lebih muda usianya dariku. (more…)

“Allah, oleh Anugerah-Mu, Transformasikan Dunia Ini!”

Andreas A Yewangoe

KETIKA Anda membaca artikel ini, Sidang Raya IX Dewan Gereja-Gereja Sedunia (WCC) sedang berlangsung di Porto Alegre, Brasil. Pertemuan akbar gereja-gereja yang anggotanya berlatar belakang Ortodoks, Reformasi, Metodis, Pentakosta, dan banyak lagi corak gereja-gereja lainnya, kecuali Gereja Katolik Roma, diselenggarakan setiap delapan tahun sekali. Sidang Raya Porto Alegre sendiri berlangsung tanggal 14-23 Februari 2006. (more…)

Refleksi Natal * (Dari Natal Bersama Mahasiswa Program Bantuan UKI untuk Nias)

Jakarta — Setahun silam, kami masyarakat Nias dilepaskan dari cengkeraman maut tsunami dan gempa 8,7 Skala Richter. Ribuan nyawa manusia hilang di telan bumi yang ganas. Jika kita mengingat detik-detik bencana itu, maka kepedihan, kesedihan dan kekecewaan kembali menghantui pikiran dan hati kami. (more…)

Natal: Dari Surga Untuk Dunia (untuk saudaraku di Yahukimo, Aceh & Nias)

Oleh: Etis Nehe

”Janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan.” (Yes. 40:10). (more…)


Page 2 of 2«12