<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Nias Online &#187; Lingkungan</title>
	<atom:link href="http://niasonline.net/category/news-general/lingkungan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://niasonline.net</link>
	<description>A website of Nias people, culture and current affairs</description>
	<lastBuildDate>Tue, 07 Sep 2010 10:09:43 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>Hari Malaria Sedunia; 80 Persen Kabupaten / Kota Endemis Malaria</title>
		<link>http://niasonline.net/2010/04/26/hari-malaria-sedunia-80-persen-kabupaten-kota-endemis-malaria/</link>
		<comments>http://niasonline.net/2010/04/26/hari-malaria-sedunia-80-persen-kabupaten-kota-endemis-malaria/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 Apr 2010 22:51:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fune</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Nias]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Umum]]></category>
		<category><![CDATA[Lain-Lain]]></category>
		<category><![CDATA[Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[hari malaria sedunia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://niasonline.net/?p=5425</guid>
		<description><![CDATA[Halmahera Selatan &#8211; Menteri Kesehatan Endang R. Sedyaningsih memperhatikan  peragaan patung nyamuk saat meresmikan Malaria Center di Labuha, Halmahera Selatan, Maluku Utara, Sabtu (24/4). Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih mengatakan Indonesia masih termasuk negara berisiko tinggi malaria dengan 80 persen kabupaten/kota endemis penyakit malaria. &#8220;Tahun 2009, jumlah kasus malaria klinis yang dilaporkan 1.143.024 kasus dan [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://niasonline.net/2010/04/26/hari-malaria-sedunia-80-persen-kabupaten-kota-endemis-malaria/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dari Rp 16 Milyar, Hanya Rp 600 Juta Pembiayaan Investasi UMKM Sumut</title>
		<link>http://niasonline.net/2010/04/04/dari-rp-16-milyar-hanya-rp-600-juta-pembiayaan-investasi-umkm-sumut/</link>
		<comments>http://niasonline.net/2010/04/04/dari-rp-16-milyar-hanya-rp-600-juta-pembiayaan-investasi-umkm-sumut/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 04 Apr 2010 01:12:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fune</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Nias]]></category>
		<category><![CDATA[Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[sumut]]></category>
		<category><![CDATA[ukm]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://niasonline.net/?p=5111</guid>
		<description><![CDATA[Medan- Sejumlah rencana kerja bidang usaha kecil menengah dan koperasi (UMKM) Sumut yang terungkap dalam musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang) bidang ekonomi rakyat pada Selasa di aula Balai Duta Tiara Convention, dinilai belum mencerminkan misi dan keberpihakan pada rakyat kalangan UKM, karena rencana biaya kerja yang bersifat ‘acara-acara’ atas nama berbagai kegiatan dan pelatihan atau peningkatan [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://niasonline.net/2010/04/04/dari-rp-16-milyar-hanya-rp-600-juta-pembiayaan-investasi-umkm-sumut/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Negara-Negara Berkembang Bersikap Tegas Tentang Protokol Kyoto</title>
		<link>http://niasonline.net/2009/12/17/negara-negara-berkembang-bersikap-tegas-tentang-protokol-kyoto/</link>
		<comments>http://niasonline.net/2009/12/17/negara-negara-berkembang-bersikap-tegas-tentang-protokol-kyoto/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 Dec 2009 04:35:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nias</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lingkungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://niasonline.net/?p=4782</guid>
		<description><![CDATA[COPENHAGEN &#8212; Negara-Negara Berkembang memperingatkan akan bahaya meniadakan Protokol Kyoto dan memprotes usaha Denmark untuk menggantikannya dengan teks bersifat kompromi tanpa berkonosultasi dengan mereka. “Kami telah melihat gelagat negara-negara maju yang menandatangani Protokol Kyoto untuk berusaha membubarkannya.” kata Nafie Ali Nafie, kepala delegasi Sudan, mewakili kelompok 77 dan Cina. Seperti diketahui, Protokol Kyoto mengikat negara [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://niasonline.net/2009/12/17/negara-negara-berkembang-bersikap-tegas-tentang-protokol-kyoto/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Denmark: 17% Energinya dari Sumber Terbarukan</title>
		<link>http://niasonline.net/2009/12/15/denmark-17-energinya-dari-sumber-terbarukan/</link>
		<comments>http://niasonline.net/2009/12/15/denmark-17-energinya-dari-sumber-terbarukan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Dec 2009 12:06:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nias</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lingkungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://niasonline.net/?p=4776</guid>
		<description><![CDATA[Pada tahun 2007 hampir 17% energi yang dikonsumsi di Denmark berasal dari sumber-sumber energi terbarukan. Salah satu umber yang paling diandalkan adalah energi angin. Sebesar 30% energi listrik Denmark berasal dari sumber terbarukan, 20% di antaranya dari angin. Denmark telah menginstalasi sekitar 5300 turbin angin, 250 di antaranya memasok lebih dari 20% tenaga angin di Denmark. [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://niasonline.net/2009/12/15/denmark-17-energinya-dari-sumber-terbarukan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hasil Kajian Terkini: Emisi Sebaiknya Mencapai Puncak Sebelum 2020</title>
		<link>http://niasonline.net/2009/12/11/hasil-kajian-terkini-emisi-sebaiknya-mencapai-puncak-sebelum-2020/</link>
		<comments>http://niasonline.net/2009/12/11/hasil-kajian-terkini-emisi-sebaiknya-mencapai-puncak-sebelum-2020/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Dec 2009 05:28:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nias</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lingkungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://niasonline.net/?p=4765</guid>
		<description><![CDATA[Jika kita ingin memiliki peluang pemanasan global tetap berada di bawah 2°C, maka dibutuhkan emisi negatif dan / atau intervensi geo-teknik. Demikian hasil kajian terbaru. “Jika kita berada pada tahun 2025 sebelum emisi mencapai puncak, maka sudah hampir pasti kita tidak bisa memeprtahankan pemanasan di bawah 2°C,” kata Vicky Pope dari disiplin ilmu iklim dari [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://niasonline.net/2009/12/11/hasil-kajian-terkini-emisi-sebaiknya-mencapai-puncak-sebelum-2020/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Empat Butir Utama Pembicaraan di Kopenhagen</title>
		<link>http://niasonline.net/2009/12/08/empat-butir-utama-pembicaraan-di-kopenhagen/</link>
		<comments>http://niasonline.net/2009/12/08/empat-butir-utama-pembicaraan-di-kopenhagen/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Dec 2009 11:28:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nias</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lingkungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://niasonline.net/?p=4747</guid>
		<description><![CDATA[Dalam wawancaranya dengan Environment &#38; Energy Publishing (E&#38;E), Sekretaris Eksekutif UN Framework Convention on Climate Change (UNFCCC) Yvo de Boer menyampaikan 4 butir utama yang diharapkan disepakati pada Konferensi yang sedang berlangsung di Kopenhagen. Ke empat butir itu adalah: Seberapa jauh negara-negara industri maju bersedia mengurangi emisi gas-gas rumah kaca mereka? Seberapa jauh negara-negara besar [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://niasonline.net/2009/12/08/empat-butir-utama-pembicaraan-di-kopenhagen/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Badan Perlindungan Lingkungan AS: Karbon Dioksida Ancaman Terhadap Kesehatan Manusia</title>
		<link>http://niasonline.net/2009/12/08/badan-perlindungan-lingkungan-as-karbon-dioksida-ancaman-terhadap-kesehatan-manusia/</link>
		<comments>http://niasonline.net/2009/12/08/badan-perlindungan-lingkungan-as-karbon-dioksida-ancaman-terhadap-kesehatan-manusia/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Dec 2009 11:08:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nias</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lingkungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://niasonline.net/?p=4745</guid>
		<description><![CDATA[Badan Perlindungan Lingkungan AS (US Environmental Protection Agency &#8211; EPA) melabel karbon dioksida ancaman terhadap kesehatan manusia. Dengan pelabelan ini, terbukalah pintu baru bagi lahirnya undang-undang yang bisa mengurangi emisi gas rumah kaca. EPA menyimpulkan bahwa karbn dioksida dan lima gas rumah kaca lain merupakan ancaman terhadap kesehatan masyarakat. Dengan demikian, ke enam zat itu [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://niasonline.net/2009/12/08/badan-perlindungan-lingkungan-as-karbon-dioksida-ancaman-terhadap-kesehatan-manusia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Konferensi Perubahan Iklim PBB Dimulai Hari Ini di Copenhagen</title>
		<link>http://niasonline.net/2009/12/07/konferensi-perubahan-iklim-pbb-dimulai-hari-ini-di-copenhagen/</link>
		<comments>http://niasonline.net/2009/12/07/konferensi-perubahan-iklim-pbb-dimulai-hari-ini-di-copenhagen/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 Dec 2009 06:53:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nias</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lingkungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://niasonline.net/?p=4741</guid>
		<description><![CDATA[Nias Online – Konferensi tentang perubahan iklim yang diselenggarakan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dimulai hari ini, Senin 7 Desember 2009, di Copenhagen, Denmark. Yvo de Boer, Sekretaris Eksekutif UN Framework Convention on Climate Change (UNFCCC), mengatakan pada hari Minggu (6/12) bahwa perundingan-perundingan yang akan berlangsung di Copenhagen harus menghasilkan kesepakatan tuntas dan ambisius untuk meraih [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://niasonline.net/2009/12/07/konferensi-perubahan-iklim-pbb-dimulai-hari-ini-di-copenhagen/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sekjen PBB Mendesak Senat AS Berinisiatif Mengatasi Perubahan Iklim</title>
		<link>http://niasonline.net/2009/11/11/sekjen-pbb-mendesah-senat-as-berinisiatif-mengatasi-perubahan-iklim/</link>
		<comments>http://niasonline.net/2009/11/11/sekjen-pbb-mendesah-senat-as-berinisiatif-mengatasi-perubahan-iklim/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Nov 2009 07:03:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nias</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lingkungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://niasonline.net/?p=4699</guid>
		<description><![CDATA[Washington – Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon kemarin (Selasa, 11/11) mendesak Senat Amerika Serikat untuk mengambil tindakan berkaitan dengan perubahan iklim. Namun desakan ini agaknya tidak akan mengubah kondisi; sejumlah senator terkemuka telah mengisyaratkan bahwa undang-undang terkait hampir tidak dapat disahkan tahun ini. Sekjen Ban Ki-Moon bertemu dengan para anggota Komite Hubungan Luar Negeri Senat [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://niasonline.net/2009/11/11/sekjen-pbb-mendesah-senat-as-berinisiatif-mengatasi-perubahan-iklim/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kerusakan Terumbu Karang di Sumut Mengkhawatirkan</title>
		<link>http://niasonline.net/2009/10/20/kerusakan-terumbu-karang-di-sumut-mengkhawatirkan/</link>
		<comments>http://niasonline.net/2009/10/20/kerusakan-terumbu-karang-di-sumut-mengkhawatirkan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Oct 2009 06:08:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>borokoa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lingkungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://niasonline.net/?p=4657</guid>
		<description><![CDATA[MEDAN&#8211;MI: Kerusakan terumbu karang di Sumatra Utara (Sumut) masih cukup tinggi yang antara lain diakibatkan pengeboman dalam sistem penangkapan ikan. &#8220;Untuk menekan kerusakan dan memelihara ekosistem terumbu karang di perairan Nias, Nias Selatan dan Tapanuli Tengah, Sumut, bukan hanya meningkatkan kesadaran masyarakat, tetapi harus ada penerapan dan penegakan hukum,&#8221; kata Kepala Seksi Pembenihan dan Budidaya [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://niasonline.net/2009/10/20/kerusakan-terumbu-karang-di-sumut-mengkhawatirkan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Peluang dari Kerjasama di Bidang Energi Terbarukan</title>
		<link>http://niasonline.net/2009/08/13/peluang-dari-kerjasama-di-bidang-energi-terbarukan/</link>
		<comments>http://niasonline.net/2009/08/13/peluang-dari-kerjasama-di-bidang-energi-terbarukan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 13 Aug 2009 13:15:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nias</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lingkungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://niasonline.net/?p=4492</guid>
		<description><![CDATA[* Kerjasama di bidang energi terbarukan tidak hanya mendorong pemanfaatan energi alternatif di dunia, tapi juga mendorong perdamaian. Ekonomi energi nuklir diatur Badan Energi Atom Internasional, sementara ekonomi energi konvensional diatur Badan Energi Konvensional Internasional IEA. Yang belum ada, sebuah badan internasional yang mendorong pemanfaatan sumber energi terbarukan seperti matahari, angin, air dan biomassa.Namun situasinya [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://niasonline.net/2009/08/13/peluang-dari-kerjasama-di-bidang-energi-terbarukan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Gedung Putih Mengeluarkan Laporan Dampak Perubahan Iklim di Amerika</title>
		<link>http://niasonline.net/2009/06/17/gedung-putih-mengeluarkan-laporan-dampak-perubahan-iklim-di-amerika/</link>
		<comments>http://niasonline.net/2009/06/17/gedung-putih-mengeluarkan-laporan-dampak-perubahan-iklim-di-amerika/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Jun 2009 12:29:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nias</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lingkungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://niasonline.net/?p=4147</guid>
		<description><![CDATA[Gedung Putih baru saja mengeluarkan sebuah laporan dengan judul Global climate change impacts in the United States (Berbagai Dampak Perubahan Iklim Global di Ameriak Serikat) yang menyebutkan bahwa efek yang membahayakan dari perubahan lingkungan telah mulai dirasakan di AS berupa kenaikan suhu udara, curah hujan dan permukaan laut. Ini merupakan laporan perubahan iklim pertama yang [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://niasonline.net/2009/06/17/gedung-putih-mengeluarkan-laporan-dampak-perubahan-iklim-di-amerika/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Gajah Sumatera Mati Diracuni</title>
		<link>http://niasonline.net/2009/06/16/gajah-sumatera-mati-diracuni/</link>
		<comments>http://niasonline.net/2009/06/16/gajah-sumatera-mati-diracuni/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Jun 2009 04:00:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>borokoa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lingkungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://niasonline.net/?p=4133</guid>
		<description><![CDATA[Jakarta – Seekor gajah Sumatera ditemukan mati dan gadingnya hilang. Diduga gajah itu diracuni oleh para pemburu gading dengan nenas yang telah diberi racun. Demikian Syahimin, seorang pegiat lingkungan di Riau. Ini adalah gajah ke sembilan yang ditemukan mati di barat laut Sumatera dalam tiga bulan terakhir. Gajah raksasa berumur 30 tahun itu ditemukan mati [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://niasonline.net/2009/06/16/gajah-sumatera-mati-diracuni/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Anggota DPRD Nias Diadili, Didakwa Main Judi</title>
		<link>http://niasonline.net/2009/05/05/anggota-dprd-nias-diadili-didakwa-main-judi/</link>
		<comments>http://niasonline.net/2009/05/05/anggota-dprd-nias-diadili-didakwa-main-judi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 05 May 2009 08:36:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nias</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lain-Lain]]></category>
		<category><![CDATA[Lingkungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://niasonline.net/?p=3930</guid>
		<description><![CDATA[Gunungsitoli &#8211; Lima anggota DPRD Nias yakni A H alias Ama Jepon (41) warga Km 8 Madula , alias Ama Wanda (39) warga Jl Sisingamaraja 7 Gunungsitoli, B G alias Ama Lenta (40) warga Jl Kelapa Gunungsitoli, OH alias Ama Wira (52) dan IW alias Ama Boi didakwa bermain judi di kantor DPRD Nias. Dakwaan [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://niasonline.net/2009/05/05/anggota-dprd-nias-diadili-didakwa-main-judi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pesan-Pesan Utama Kongres Ilmiah Internasional tentang Perubahan Iklim</title>
		<link>http://niasonline.net/2009/03/16/pesan-pesan-utama-kongres-ilmiah-internasional-tentang-perubahan-iklim/</link>
		<comments>http://niasonline.net/2009/03/16/pesan-pesan-utama-kongres-ilmiah-internasional-tentang-perubahan-iklim/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Mar 2009 02:44:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nias</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lingkungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://niasonline.net/?p=3283</guid>
		<description><![CDATA[Catatan Redaksi: Dari tanggal 10 – 12 Maret 2009 berlangsung Kongres Ilmiah Internasional tentang Perubahan iklim dengan tema: Global Risks, Challenges &#038; Decisions dan dihadiri lebih dari 2000 perutusan dari 80 negara. Kongres menerima 1600 kontribusi ilmiah dari para peneliti dari lebih dari 70 negara. Berikut adalah pesan-pesan pendahuluan yang disiapkan oleh Tim Penulis Ilmiah [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://niasonline.net/2009/03/16/pesan-pesan-utama-kongres-ilmiah-internasional-tentang-perubahan-iklim/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
