Archive for the ‘Fokus’

HIMNI dan Sikap Penolakan Bergabung Dengan Bakal Protap

Agak melegakan juga bahwa pada akhirnya Himpunan Masyarakat Nias Indonesia (HIMNI) mengeluarkan sikap: menolak bergabung dengan bakal Propinsi Tapanuli (berita Nias Post, 5 April 2008). Kelegaan kita bukan pada ‘isi’ dari sikap HIMNI, jadi bukan pada sikapnya ‘menolak’. Kelegaan kita terletak pada kenyataan ini: bahwa sebuah organisasi yang mengatanamakan masyarakat Nias memiliki juga kepedulian pada masalah-masalah yang terkait dengan ‘Nias’, dalam hal ini: bagaimana Nias seharusnya menyikapi kelahiran Propinsi Tapanuli. (more…)

Kebenaran Visual

*Mengenang Tiga Tahun Gempa Nias

E. Halawa*

Tiga tahun pasca gempa, Nias bukan hanya pulih dari dampak bencana tetapi telah mencapai kemajuan yang bahkan melebihi banyak kabupaten dan kota lain di Sumatera Utara. … TB Silalahi, Anggota Dewan Pengawas BRR NAD-Nias (Sumber: Waspada Online, 28 Maret 2008) (more…)

Mengapa Kita Menyoroti Terus ?

Minggu-minggu terakhir ini, Situs Yaahowu diramaikan oleh berbagai komentar sehubungan dengan tulisan Prof. Ingo Kennerknecht dan P. Johannes Hammerle tentang hasil-hasil penelitian pendahuluan mereka tentang asal-usul orang Nias menggunakan teknologi DNA/genetika. (more…)

Pemekaran Nias …

Keputusan DPRD Sumut minggu lalu (17 September 2007) untuk menyetujui pemekaran Nias merupakan langkah maju ke arah tercapainya perjuangan masyarakat Nias: terbentuknya 2 Kabupaten baru (Nias Barat dan Nais Utara) dan satu Kotamadya (Gunungsitoli). (more…)

P. Johannes Seharusnya Tidak Bungkam

Tahun 2004, Eva Mariani dari koran berbahasa Inggris The Jakarta Post, dalam sebuah tulisannya tentang Nias, menjuluki P. Johannes sebagai: The Keeper of Nias Forgotten Culture. Para pembaca tulisan ini tentulah faham betul apa maksud dari julukan itu dan mengapa diberikan kepada P. Johannes. (more…)

Apa Kata Mereka ? - Makna Kemerdekaan Bagi Masyarakat Nias

Pengantar Redaksi
Apakah makna kemerdekaan bagi kita masyarakat Nias ? Pertanyaan ini kami kirimkan kepada sejumlah Ono Niha* yang bisa mengakses internet yang kurang lebih merupakan representasi dari masyarakat Nias yang mampu mengadakan permenungan tentang hal-hal seabstrak topik ini. (more…)

Museum Pusaka Nias dan Kesinambungannya

Dalam beberapa kesempatan Pastor Johannes Hammerle, Direktur Yayasan Pusaka Nias, menyampaikan keluhannya akan defisit anggaran yang terus menghantui keberadaan Museum ini. Dalam kesempatan peresmian “Omo Laraga” di Kompleks Museum Pusaka Nias baru-baru ini, Hammerle mengungkapkan bahwa biaya operasional bulanan Museum rata-rata Rp. 40 juta sementara penghasilan hanya berkisar Rp. 10 juta. Pemasukan ini berasal dari karcis masuk kunjungan ke Museum (baca artikel: Dan…“Omo Niha” Itu Diresmikan di Situs Museum Pusaka Nias). (more…)

Nias Meramaikan Ruang Maya

Beberapa bulan terakhir ini kita menyaksikan kehadiran blog-blog Nias meramaikan dunia maya. Sampai tulisan ini diturunkan, ada sekurang-kurang 20 (dua puluh) situs/blog dengan atribut “Nias”, yakni situs/blog yang dihadirkan oleh Ono Niha. Barangkali fenomena ini bisa masuk dalam rekor MURI. (more…)

“Yahobu !”, kata Bapak Presiden

Dalam artikel “Sejarah Batak“ dalam blog: Parapat tertulis:

Padanan kata horas adalah Mejuah-juah (Batak Karo, Batak Pakpak), Yahobu dari daerah Nias. Sedangkan Ahoiii! adalah salam khas daerah pesisir Melayu di Sumatera Utara. (more…)

Gunungsitoli, Nias Utara dan Nias Barat

Fokus kali ini mengambil tema “Gunungsitoli, Nias Utara dan Nias Barat” dengan alasan: ketiga daerah ini sedang dalam proses perjuangan untuk menjadi kabupaten-kabupaten baru. Kita sambut proses ini, karena kita yakini pembentukan kabupaten-kabupaten baru di Nias akan membawa peningkatan kesejahteraan rakyat di daerah itu, mungkin bukan dalam jangka pendek, tetapi katakanlah mulai dari 10 tahun sejak pembentukannya. (more…)