Archive for the ‘Budaya’

Triangulasi dalam Kisah Awuwukha

Oleh Victor Zebua

Kisah Awuwukha yang dipublikasi Jajang A. Sonjaya (Ama Robi Hia), baik di buku “Melacak Batu Menguak Mitos Petualangan Antarbudaya di Nias” maupun di tulisan lepas “Orang Nias - Mereka Memburu Kepala Untuk Bekal Kubur”, mendapat respon di artikel “Kisah Awuwuka Pemburu Kepala” yang ditulis Victor Zebua di situs ini. Keduanya, Sonjaya dan Zebua, sejatinya sama-sama melihat hal yang sama bahwa boleh jadi kisah Awuwukha itu mengalami distorsi. (more…)

Hönö Mböwö No Awai, Ba Hönö Mböwö No Tosai

Oleh Setiaman Zebua

Pengantar
Tulisan ini hanya merupakan pandangan pribadi penulis, berdasarkan ingatan serta kenangan penulis juga penuturan orang tua penulis di masa lampau sewaktu penulis masih tinggal di kampung halaman. Tidak ada rujukan literatur yang digunakan sebagai dasar kajian dalam tulisan ini. Tulisan ini tidak bermaksud menyanggah pendapat atau pandangan yang terdapat dalam tulisan lainnya dengan topik-topik terkait yang pernah di muat di Situs Ya’ahowu, maupun situs-situs lainnya. Penulis tidak mengklaim bahwa hal-hal yang diulas dalam tulisan ini adalah sepenuhnya benar. Makna-makna dan penerapan dari berbagai istilah budaya serta tradisi dalam tulisan ini dapat saja keliru atau pun mungkin saja berbeda di berbagai wilayah di Nias. Tulisan ini terbuka terhadap koreksi dan pembetulan dari pihak mana pun demi kesempurnaan pemahaman kita bersama akan budaya kita Ono Niha. Penulis juga berharap bahwa melalui tulisan ini, wawasan mengenai kebudayaan kita sendiri dapat diperkaya. (more…)

Batu Yang Enggan Bercerita – Catatan Ringan Untuk Ama Robi Hia

E. Halawa*

Sebagai arkeolog, saya juga mencoba mendengarkan batu-batu yang bercerita kepada saya.” – J.A. Sonjaya (Ama Robi Hia)

Akhir-akhir ini Nias semakin ‘mendunia’ oleh sekurang-kurangnya 4 hal utama: bencana (banjir 2001, tsunami 2004, gempa 2005), maraknya blog/situs beratribut ‘Nias’ di dunia maya (baca artikel: Nias Meramaikan Dunia Maya), program RR Nias (lihat berbagai artikel di Diskusi Online II dan Rekonstruksi), dan makin ‘menjamurnya’ hasil karya para peneliti tentang Nias. (more…)

Böwö Dalam Adat Nias (1)

Oleh: E. Halawa*

Pendahuluan
Dalam artikelnya berjudul: “Sistem Adat Perkawinan Nias: Salah Satu Penyebab Kemiskinan Masyarakat Nias?“, Postinus Gulö menguraikan secara panjang lebar tentang adat perkawinan Nias, etimologi kata böwö, sisi-sisi positif dan negatif dari böwö dan sejumlah usulan untuk memecahkan masalah seputar sisi negatif dari böwö yang mahal. (more…)

Tödö Hia Walangi Adu

Victor Zebua

Hia adalah penghuni pertama pulau Nias yang diturunkan Lowalangi dari Surga. Sebelum meninggal, dia berpesan agar setelah meninggal hatinya disimpan dalam satu botol, lalu digantung di langit-langit rumah di bawah atap. Konon hati itu dapat berbicara. Hati Hia dapat meramal suatu kejadian dan menasehati anak-anaknya. Dia memberitahu bila tamu datang, bila hujan tiba, bila ada bahaya, bila ada rezeki, dan bila anaknya berbuat salah. Di pagi hari dia meraung-raung memberitahu matahari telah terbit, tanda agar para anaknya bergegas melakukan pekerjaan masing-masing. (more…)

Perempuan Nias Menuju Sebuah Peradaban

Catatan Redaksi: Tulisan berikut diambil dari Situs Pengembangan Fasilitator Pemberdayaan Masyarakat (PFPM), ditulis oleh Adelina R. Simatupang, seorang relawan yang datang ke Nias pasca tsunami 2004. Tulisan ini merupakan Pemenang I dan Pemenang Favorit (pilihan pembaca) dalam Lomba Penulisan Essay Belajar Bersama Masyarakat yang diadakan oleh PFPM. (more…)

Kisah Awuwukha Pemburu Kepala

Victor Zebua

Lima generasi yang silam di Börönadu hidup seorang pemberani bernama Awuwukha. Dia berhasil membawa pulang belasan kepala manusia. Usaha para musuhnya balas-dendam membunuh Awuwukha tidak pernah berhasil. Hal tersebut mengangkat status Awuwukha di mata orang-orang kampung sebagai emali (pemburu kepala). (more…)

Melacak Mitos Siléwé Nazarata

Victor Zebua

Andaikan Peter Suzuki membaca karya tulis Faogöli Harefa, mungkin dia berpikir panjang menyimpulkan Siléwé Nazarata sebagai dewi orang Nias kuno. Cerita Suzuki tentang Siléwé Nazarata berbeda dibanding cerita Harefa. Namun disertasi (proefschrift) Suzuki ”The Religous System and Culture of Nias, Indonesia” sejak dibukukan tahun 1959 menjadi sangat terkenal dan mampu mempengaruhi pelbagai pihak. Bahkan mayoritas orang Nias sendiri ”menerima” mitos Siléwé Nazarata versi Suzuki. (more…)

Penyelundupan Benda Purbakala Nias Digagalkan

*Polisi Datangkan Arkeolog, Tokoh Adat Untuk Meneliti

Gunungsitoli, WASPADA Online

Satuan Reskrim Polres Nias berhasil menggagalkan penyelundupan ratusan potong benda purbakala asal Nias melalui Pelabuhan Angin Gunung Sitoli, Kamis (13/3) malam. (more…)

Gelar Bangsawan Nias Selatan untuk Cagubsu Ir. RE Siahaan

Berita di harian SIB berjudul Cagubsu Ir RE Siahaan Disambut Tari Perang dan Dianugrahi Gelar Samairi Tano di Nias Selatan tertanggal 12 Maret 2008 cukup membuat kita terkesima, mengelus dada, terkejut dan geleng-geleng kepala. Dalam berita itu dilaporkan sambutan “luar biasa” masyarakat Nias Selatan kepada calon gubernur Sumatera Utara Ir RE Siahaan yang sedang berkunjung ke daerah itu, dalam rangka ‘sosialisasi’ alias kampanye. (more…)