Bahasa Nias

Wa’õ, Fanguma’õ, Sangumanguma’õ

Monday, January 25, 2010
By nias

Cukup menjadi sebuah kejutan bagi kita, orang yang awam dalam bidang linguistik, melihat perubahan bentuk kata dasar wa’õ menjadi kedua kata terakhir yang disebutkan dalam judul artikel ini. Dalam kedua kata terakhir, huruf w dalam kata asli wa’õ menjadi m. Biarlah itu menjadi tugas para ahli bahasa untuk mengulasnya. »

Karakter “W-w” dan “Ŵ-ŵ” Dalam Li Niha

Monday, January 25, 2010
By nias

Sebagaimana ditulis S. La’ia dalam artikel berjudul Nias dan Karya Seni E. Fries di Nias Portal, Alkitab Bahasa Nias karangan H. Sündermann “merupakan dokumen tulisan pertama dalam bahasa Nias”. Dengan demikian dapat disimpulkan pula bahwa H. Sundermann-lah yang memunculkan dua versi huruf “W/w” dalam bahasa tulis Li Niha. »

Tuha dan Tua

Friday, September 4, 2009
By nias

E. Halawa* “Biha Tuha ! Biha Tuha !”, teriakan ini saya dengar hampir setiap kali terjadi gempa, khususnya gempa dahsyat di Nias –ketika masih kecil (lihat juga artikel: Bumi Yang “Marah”, Tuhan Yang “Diam”). »

Menyerap Kata-Kata Asing Ke Dalam Li Niha

Friday, April 24, 2009
By nias
Menyerap Kata-Kata Asing Ke Dalam Li Niha

Untuk mengembangkan dan mempertahankan keberadaan Li Niha sebagai alat komunikasi yang efektif, masyarakat Nias haruslah siap menerima infiltrasi kata-kata asing ke dalam Li Niha. »

MORFOFONEMIK BAHASA NIAS (3-HABIS)

Saturday, December 13, 2008
By susuwongi

Oleh Wa’özisökhi Nazara* 3.2. Proses morfofonemik yang terjadi pada verba Perubahan bunyi pada verba bahasa Nias tergolong asimilasi progresif, yakni perubahan bunyi karena bunyi yang mendahului bunyi itu. Bunyi yang mengalami asimilasi ketika bertemu dengan morfem terikat itu disajikan berikut ini. »

MORFOFONEMIK BAHASA NIAS (2)

Saturday, December 13, 2008
By susuwongi

Oleh Wa’özisökhi Nazara* Keempat, distribusi alomorf yang disebut suplesi (suppletion). Suplesi, seperti halnya kondisi leksikal, hanya terjadi pada kata tertentu. Dalam bahasa Inggris, misalnya, bentuk good dan better tidak sama. Akan tetapi, good dan better merepresentasikan leksem GOOD. Demikian pula dengan bentuk am, are, dan is. Ketiga bentuk ini jelas berbeda. Akan tetapi,... »

MORFOFONEMIK BAHASA NIAS (1)

Saturday, December 13, 2008
By susuwongi

Oleh Wa’özisökhi Nazara* Catatan Redaksi: Karena tulisan ini relatif panjang, maka kami menampilkannya dalam tiga bagian. ABSTRACT This is a morphophonemic analysis on Nias, an Austronesian language spoken by about 700,000 people. Most of them live on the island of Nias. Morphophonemic processes in the vocalic language occur in nouns and verbs. Morphophonemic processes which occur... »

Fadirihifi, Fabehadoho

Thursday, August 28, 2008
By nias
Fadirihifi, Fabehadoho

Anda pernah mendengar kedua kata itu dalam percakapan di antara orang-orang Nias ? Barangkali kedua kata itu sudah jarang-jarang muncul sekarang dalam percakapan. Akan tetapi dulu, kedua kata itu kerap terdengar. »

Arti dan Makna Salam “Ya’ahowu”

Friday, August 15, 2008
By nias

Oleh: Pdt. Dal. Zendratö, STh.* Kalau kita ke pulau Nias pasti kita mendengar ucapan Ya’ahowu, demikian sesama orang Nias kalau bertemu diawali dengan ucapan Ya’ahowu. Memang harus demikian. Ya’ahowu adalah salam dalam bahasa daerah Nias. Masalahnya, apakah pengucap atau pemakai salam Ya’ahowu pernah berpikir arti dan makna Ya’ahowu secara bentuk kata (morfologi) ? Karena kata... »

Sibaya, Paman, Uncle

Wednesday, May 7, 2008
By nias

E. Halawa* Sibaya, paman, uncle. Ketiga kata ini, yang kita temui dalam 3 bahasa yang berbeda, seringkali dianggap searti, memiliki satu pengertian. Benarkah ? “Ali adalah paman saya” mungkin tidak selalu sama dengan “Sibayagu zi Ali“, atau “Ali is my uncle“. »

Sa sa sa, ruö.. ruö.., sö sö sö …

Friday, February 15, 2008
By nias

*Memanggil binatang piaraan/ternakan dalam bahasa Nias Bagaimana memanggil binatang piaraan/ternak dalam bahasa Nias ? Apa ‘kata’ atau ‘kode’ yang kita pakai untuk memanggil (berkomunikasi dengan) mereka ? Asu (anjing), bawi (babi), bebe (bebek), beo/magiao (burung beo), manu (ayam), mao (kucing), mafaradi (merpati) merupakan binatang piaraan/ternak yang umumnya dikenal masyarakat Nias di zaman dahulu. Namun sekarang,... »

Masalah-masalah Kebahasaan Li Niha

Friday, November 16, 2007
By nias

I Dari pengamatan terhadap bahasa tulis Li Niha generasi muda Ono Niha dalam dunia maya memang membuat kita kuatir, bahwa suatu saat Li Niha itu tinggal nama, alias punah. Banyak dari kita misalnya tidak bisa lagi membedakan kapan kita harus menuliskan “duria” atau “nduria” ketika berbicara tentang buah durian, kapan kita menuliskan “kefe” atau “gefe”... »

U Lama (Oe), Tanda Hubung, dan EYD dalam Li Niha

Friday, November 16, 2007
By nias

Seorang pembaca artikel “Karakter “ö” dalam Li Niha”, Bung Fofo’usö, memberikan komentar terkait dengan u lama (“oe”), tanda hubung dalam kata-kata Li Niha dan penerapan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) dalam Li Niha. Tulisan singkat ini merupakan tanggapan atas komentar itu. »

Börö-börö Hoya

Monday, September 10, 2007
By nias

“Syair” seperti berikut ini sering diucapkan anak-anak desa di Nias hingga akhir tahun 1960an. Kita tidak tahu persis masuk dalam kelompok mana untaian “syair’ tersebut. Yang jelas ia tidak termasuk dalam “hoho” meski ada unsur keindahannya dan juga ada teknik khusus untuk menghasilkan baris berikutnya: ya’itu mengambil satu “kata” dari baris sebelumnya dan “mengembangkannya”. »

Ahole Yöu, Aso’a Yöu, Miyöu Lala Nidanö

Tuesday, August 28, 2007
By nias

Tanggapan Bapak/Ibu Saro Z terhadap artikel: Ungkapan Waktu Dalam Tradisi Masyarakat Nias mengingatkan penulis akan berbagai pengertian “yöu” dan “raya” dalam Bahasa Nias. »