Category Archives: Budaya

Written on Jun, 12, 2011 by in | 7 Comments.

Jones Gultom KERINDUAN pecinta film Sumatera Utara, khususnya yang tertarik pada warna lokal, perlahan mulai terobati, dengan kehadiran Ono Sitefuyu dan Anak Sasada. Kedua film yang diproduksi CZ Entertaiment ini, muncul pada saat publik film tengah berada di titik jenuh akibat dominasi film (sinetron) Jakarta yang menyuguhkan cerita seragam. Ono Sitefuyu kini sudah beredar di toko-toko film se-Indonesia mendahului Anak …

Continue Reading...
Written on May, 20, 2011 by in | 6 Comments.

Teluk Dalam, Nias Online – Pemerintah Daerah Nias Selatan (Pemda Nisel) menjanjikan perbaikan infrastruktur pendukung, khususnya akses jalan ke pusat-pusat pariwisata di Nisel. Tujuannya, agar para wisatawan yang berkunjung ke daerah-daerah wisata tersebut bisa merasakan kenyamanan.

Continue Reading...
Written on May, 19, 2011 by in , | 1 Comment.

JAKARTA, Nias Online – Menyusul suksesnya Pagelaran Atraksi Budaya Bawömataluo 2011 pada 13-15 Mei 2011, warga Desa Bawömataluo meminta dukungan konkrit pemerintah daerah Nias Selatan (Nisel) untuk pembangunan sejumlah infrastruktur pendukung bagi kegiatan pariwisata di desa itu.

Continue Reading...
Written on Apr, 27, 2011 by in , | Leave a comment

JAKARTA, Nias Online – Atraksi pagelaran budaya Bawömataluo 2011 yang akan digelar pada Jum’at-Minggu (13-15 Mei 2011), juga mendapat dukungan warga Nias Selatan di perantauan, termasuk yang berasal dari Desa Bawömataluo. Inisiatif menggelar acara itu dinilai sebagai terobosan yang bagus dan pas. Acara itu juga layak diteruskan bahkan ditiru oleh desa-desa lain yang memiliki potensi budaya.

Continue Reading...
Written on Apr, 08, 2011 by in | Leave a comment

Oleh Postinus Gulö Adat merupakan produk zaman yang terbangun lewat interaksi sosial. Adat merupakan produk kesadaran manusia untuk mengatur dirinya agar berlaku etis dan tertata, agar manusia semakin manusiawi. Adat tidak sekadar mengandung aturan tetapi menorehkan nilai kearifan lokal (local wisdom) yang tinggi. Melalui adat, kita bisa melihat character primordial (karakter berdasarkan kesukuan, kekhasan) dan character building (karakter yang terus …

Continue Reading...
Written on Jan, 17, 2011 by in , | 1 Comment.

KOMPAS.com -— Pulau Nias dengan luas 5.318 kilometer persegi menyimpan kearifan lokal dalam konstruksi dan arsitektur rumah. Rumah Nias yang dibangun dengan bahan kayu dan konstruksi fondasi seperti panggung terbukti tahan gempa. Ini tentu berangkat dari pengalaman leluhur suku Nias yang hidup di tanah rawan gempa. Rumah-rumah itu tetap kokoh dan berfungsi hingga kini meski berumur ratusan tahun.

Continue Reading...
Written on Jan, 17, 2011 by in | 18 Comments.

“Mau ke Nias? Wow.. lompat batu!”. Begitu terkenalnya lompat batu sehingga menjadi ingatan yang muncul dibenak bila menyebut Nias. Lompat batu yang unik itu, memang hanya ada di Nias. Nias memiliki kekayaan peninggalan budaya (tangible dan intangible) seperti rumah adat, berbagai artefak dan tradisi yang unik. Diantaranya yang paling terkenal adalah tradisi Lompat Batu atau Fahombo Batu. Jejak tradisi Fahombo …

Continue Reading...
Written on Dec, 22, 2010 by in | 16 Comments.

Oleh : Esther GN Telaumbanua Jumlah perempuan di Indonesia sesungguhnya lebih banyak dari pada pria, akan tetapi jumlah yang lebih besar tersebut, ternyata tidak serta merta menjamin perempuan memiliki peran dan wewenang yang besar. Kesenjangan  sosial ini telah mendorong pemerintah untuk mengembangkan tata pemerintahan yang tanggap gender yang memberikan dukungan bagi terciptanya pengarustamaan gender di seluruh bidang pembangunan, termasuk  politik. …

Continue Reading...
Written on Sep, 25, 2010 by in | 2 Comments.

Oleh: Esther GN Telaumbanua* Putri saya adalah seorang pemain biola dan bergabung dalam sebuah chamber, sebuah kelompok musik taman yang berkomitmen untuk melantunkan dan sekaligus memelihara kelestarian lagu-lagu daerah Indonesia. Disitu ada ada pemain,  seorang anak perempuan kecil yang selalu menarik perhatian saya. Abigail namanya. Parasnya cantik dan sangat santun. Kecantikannya perpaduan dari dua etnis, bapaknya yang Papua berkulit gelap …

Continue Reading...
Written on Aug, 05, 2010 by in | Leave a comment

Gunungsitoli – Suasana haru dan bahagia serta suka cita tercermin bagi seluruh keturunan Kafaoso (Ama Wadoma) gelar Balugu Lalaizihono yang berpisah sejak 1917 atau 93 tahun lalu, pada pertemuan Rabu (4/7) di kediaman Ama Joni Telaumbanua di Desa Sisambalahe dan di kediaman Ama Alfa Telaumbanua di Desa Hiligo’ogamo, Kecamatan Gunungsitoli, Rabu (11/7). Berpisah karena sebagian pindah ke desa lain mendirikan …

Continue Reading...
Written on May, 10, 2010 by in | 42 Comments.

Oleh Postinus Gulö* Pengantar Judul paper ini menarik. Menarik karena dalam judul itu tersurat jelas permasalahan yang sering timbul dalam pelaksanaan dan penerapan böwö di Nias. Selain itu, judul itu seolah-olah hanya melihat perkawinan Nias sebagai perkawinan ekonomis. Padahal perkawinan Nias sangat luhur, dibangun dengan nilai etis dan filosofis tinggi. Tetapi, marilah kita berbicara fakta dan pengalaman dari pelaksanaan böwö …

Continue Reading...
Written on Apr, 15, 2010 by in , , | Leave a comment

By: Nia Sarinastiti, 3-3-2009 Women entrepreneurs in Nias, Indonesia, describe how they manage community loans and expand business ventures. In the many trips I’ve taken with the World Bank’s Indonesia Country Director, Joachim von Amsberg, I’ve always admired how indigenous locals interact with expatriates. I think from the curiosity of whether an expatriate really would like to engage with them …

Continue Reading...
Written on Feb, 04, 2010 by in | 21 Comments.

Oleh: Esther GN Telaumbanua* Selain laut dan alamnya yang indah, Nias dikenal dengan kekayaan budaya dan tradisi yang bernilai sejarah, dan berbeda dengan daerah lain, diantaranya peninggalan budaya megalitikum dan tradisi lompat batu (hombo batu), arsitektur rumah adat Nias, Fatele (tarian perang) yang prestisius, berbagai kreatifitas senibudaya, berbagai keunikan living tradition lainnya. Inilah yang menjadi daya tarik Nias hingga sekarang. …

Continue Reading...
Written on Aug, 19, 2009 by in | 3 Comments.

e. Selanjutnya, ere wondrakõ menghampiri Siraha Lato, sambil mengarahkan telapak tangannya di atas benda-benda ritus (lidi, mayang kelapa, ayam, anjing dan kapak) yang berada pada siraha lato mengucapkan mantera-mantera antara lain:

Continue Reading...
Written on Aug, 19, 2009 by in | 5 Comments.

Setahun lalu, saya mendapat kiriman lewat email sebuah informasi tentang sofwer untuk membuat silsilah keluarga.  Dalam bahasa Inggris istilah jenerik untuk sofwer semacam itu adalah family tree. Tertarik akan kemampuan sofwer itu, saya segera menyambutnya dengan mengunduh sofwer itu dari situsnya lalu saya instal di komputer saya.

Continue Reading...