Berita Terkini Pandemik Covid-19

Saturday, May 2, 2020
By nias

Nias Online – Sebuah dokumen setebal 15 halaman mengungkap China secara sengaja menyembunyikan atau memusnahkan bukti-bukti merebaknya wabah korona. Dokumen itu disusun oleh sejumlah negara Barat yang kena imbas penularan COVID-19. Dokumen itu mengatakan China menutupi kasus COVID-19 dengan “membungkam” atau “menghilangkan” para dokter yang angkat bicara tentang COVID-19, menghancurkan bukti-bukti virus itu di laboratorium dan menolak memberikan sampel hidup kepada peneliti internasional yang sedang bekerja untuk mengembangkan vaksin. Isi dokumen itu diberitakan oleh harian The Saturday Telegraph, hari ini, Sabtu – 2-5-2020.

Sementara itu, usul Perdana Menteri Australia Scott Morrison untuk pembentukan sebuah tim internasional yang independen untuk menyelidiki merebaknya kasus COVID-19 mendapat reaksi keras dari Beijing. Usul ini bermaksud menyelidiki alasan merebaknya pandemik serta bagaimana Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) meresponsnya. Usul Australia ini memancing ancaman ekonomi dari China. Duta besar China di Australia, Cheng Jingye, memperingatkan bahwa konsumen China berpotensi memboikot produk-produk buatan Australia dan para mahasiswa China bisa menghindari universitas-universitas Australia apabila penyelidikan itu berlanjut. Scott Morrison tetap bergeming pada pendiriannya sambil menekankan bahwa tujuan penyelidikan itu adalah untuk mencegah merebaknya pandemik yang serupa di masa depan.

Hari ini (Sabtu, 2 Mei 2020) jumlah kasus di Indonesia bertambah sebanyak 292 sehingga total kasus menjadi 10,843. Jumlah kematian baru ada sebanyak 31 orang sehingga jumlah kematian keseluruhan 831. Jumlah orang berstatus ODP (orang dalam pemantauan) ada sebanyak 233,120 sedangkan pasien dalam pengawasan (PDP) berjumlah 22,123 orang. Dari jumlah kasus, Provinsi DKI masih menduduki tempat teratas sebanyak 4,397 disusul berturut-turut Jawa Barat (1043) dan Jawa Timur (1037).

Di Sumatera Utara, jumlah kasus ada sebanyak 117 dengan jumlah yang meninggal 13 orang dan yang sembuh sebanyak 41 orang.

Penyakit penyerta (komordibitas) yang memperburuk kesehatan para pasien yang meninggal termasuk: hipertensi, diabetes, jantung dan penyakit paru-paru. Demikian informasi dari Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Wabah Virus Corona, Achmad Yurianto, dalam konferensi pers hari ini (brk/*)

Leave a Reply

Comment spam protected by SpamBam

Kalender Berita

May 2020
M T W T F S S
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031