Logo APR ENERGY - http://www.aprenergy.com

Logo APR ENERGY – www.aprenergy.com

NIASONLINE – Terkait dengan rencana APR Energy untuk menghentikan menghentikan operasi pembangkit tenaga listriknya di Nias akhir bulan Mei 2016, Ketua dan Chief Executive Officer APR Energy John Campion menyampaikan surat terbuka kepada masyarakat Nias.

Dalam surat terbuka yang diterima Redaksi Nias Online disebutkan bahwa rencana penghentian operasi pembangkit tersebut adalah karena PLN tidak menghormati kontrak dengan APR Energy. Ditambahkan Campion, APR Energy telah menawarkan penjualan pembangkit listrik tersebut kepada PLN tetapi pihak PLN belum memmberikan tanggapan.

Surat terbuka yang diterima Nias Online dari Alan Chapple, Corporate Communications and Public Relations Manager APR Energy, selengkapnya dapat dibaca di bawah ini.

***

Para penduduk dan pemilik usaha di Nias yang terhormat,

Sejak tahun 2013, APR Energy telah bekerja untuk memberi Anda pasokan listrik yang dapat diandalkan.

Sayangnya, PLN belum membayar tagihan-tagihan kami. Perusahaan itu tidak menghormati kontrak dengan kami. Tetapi PLN terus mengumpulkan uang dari penduduk Nias untuk listrik yang mereka gunakan.

Oleh karena perilaku PLN ini, kami tidak dapat meneruskan beroperasi di Pulau Nias – atau di mana pun di Indonesia. Pada akhir Mei, kami akan secara permanen menutup pembangkit tenaga listrik kami yang berkekuatan total 20MW.

Meskipun kami akan pergi, kami ingin melindungi rakyat Nias dan memastikan Anda mendapatkan listrik. Itu sebabnya kami telah menawarkan untuk menjual pembangkit listrik kami di Nias kepada PLN.

Sayangnya, PLN belum menanggapi tawaran kami.

Harap dipahami bahwa keputusan kami untuk meninggalkan Nias tidaklah dengan mudah diambil. Kami menyesali dampak yang akan ada dengan menutup pembangkit tenaga listrik kami. Tetapi kami juga sebuah usaha yang memiliki karyawan yang bekerja agar mereka dapat menyokong keluarga mereka. Jika kami tidak dibayar, kami tidak dapat membayar karyawan kami, dan mereka adalah kewajiban kami yang paling penting.

Oleh karena PLN telah menolak untuk membayar tagihan kami dan untuk menghormati kewajibannya menurut kontrak dengan kami, APR Energy tidak memiliki pilihan lain kecuali meninggalkan Nias pada akhir Mei.

Hormat kami,

John Campion Ketua dan Chief Executive Officer

(NO/brk*)

Facebook Comments