Pastor Johannes M. Hammerle Raih Anugerah Pelestari Cagar Budaya Terbaik

Saturday, September 6, 2014
By susuwongi

Pastor Johannes M. Hammerle | thejakartapost.com

Pastor Johannes M. Hammerle | thejakartapost.com

NIASONLINE, JAKARTA – Pendiri Museum Pusaka Nias (MPN) Pastor Johannes Maria Hammerle meraih Anugerah Pelestari Cagar Budaya Terbaik pada ajang Malam Anugerah Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman Tahun 2014 yang digelar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) di Museum Nasional, Jakarta, Jum’at (5/9/2014).

Seperti dikutip dari situs resmi Kemdikbud, acara tersebut bertujuan memberikan apresiasi dan penghargaan kepada pihak-pihak yang telah berjasa dalam pelestarian cagar budaya dan pengembangan permuseuman.

Dalam ajang tersebut, Kemdikbud menetapkan tiga kategori penerima Anugerah Pelestarian Cagar Budaya tahun 2014. Yakni, Juru Pelihara Terbaik, Pelestari Cagar Budaya Terbaik, Pemerintah Kota Peduli Cagar Budaya 2014. Sedangkan untuk Anugerah Museum 2014 terdapat enam kategori penerima. Yakni, Museum Provinsi Terbaik 2014, Museum Kota Terbaik 2014, Museum milik lembaga/Kementerian/BUMN/TNI/Polri, Museum Swasta Terbaik, Pemerintah Provinsi Peduli Museum, dan Pemerintah Kota/Kabupaten Peduli Museum.

Penyerahan anugerah tersebut dilakukan oleh Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Wiendu Nuryanti mewakili Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh.

Dalam acara itu, Nias menempatkan satu perwakilannya dengan kehadiran Pastor Johannes yang memenangkan kategori pelestari cagar budaya terbaik.

Selama ini, meski dikenal sebagai pelayan Tuhan, Pastor Johannes juga menghabiskan begitu banyak waktunya untuk menyelamatkan dan melestarikan berbagai peninggalan budaya Nias. Selain mendirikan museum yang diisi dengan berbagai peninggalan sejarah dan budaya Nias, Pastor Johannes juga produktif menulis berbagai buku terkait Nias. (en)

Tags: ,

4 Responses to “Pastor Johannes M. Hammerle Raih Anugerah Pelestari Cagar Budaya Terbaik”

  1. 1
    Save Bawõmataluo Says:

    Usaha yang tak sia-sia, ketulusannya melestarikan kebudayaan Nias, akhirnya diakui oleh negara. Akankan kita akan terus menjaga dan memeliharanya kebudayaan Nias, saatnya kita bercermin dari seorang Jerman yang lebih Nias dari orang Nias sendiri. Mengikuti perjananan Pastor Yohanes untuk mendirikan Museum ini, sebuah perjuangan yang berat. Masih ingat bagaimana, koleksi-koleksinya ini dipindahkan dari Bintang Laut Ke Gunung Sitoli. Proficiat Pater, Pace et Bene.

  2. 2
    Harefa Anta Says:

    Selamat Pastor, jasa dan karyamu buat kepulauan Nias tidak dapat dilupakan dari generasi ke generasi

  3. 3
    Turunan B Gulo Says:

    Semoga pemerintahan di Kepni semakin tergerak utk mendukung kerja keras Pastor dkk utk melestarikan dan mempromosikan budaya Nias. Salut dan hormat buat Pastor dkk.

  4. 4
    Alius Manao Says:

    Pater trimakasih atas upaya yang selama ini Pater berikan dan abdikan untuk Gereja dan masyarakat Nias.

Leave a Reply

Comment spam protected by SpamBam

Kalender Berita

September 2014
M T W T F S S
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930