AKBP Juliat Permadi Wibowo, S. IK, M. H. | FB Polres Nias

AKBP Juliat Permadi Wibowo, S. IK, M. H. | FB Polres Nias

NIASONLINE, JAKARTA – Tiga narapidana yang kabur dari Lembaga Pemasyarakatan Kelas II-B Gunungsitoli dan berhasil ditangkap kembali tidak akan dikembalikan langsung ke LP Tanjung Gusta. Mereka akan menjalani proses hukum di Nias karena ketiganya melakukan tindak pidana baru saat dalam pelarian.

“Mereka sedang diproses di Polres Nias karena melakukan tindakan pidana baru, yaitu penganiayaan dan perampasan kapal motor milik nelayan,” ujar Kapolres Nias AKBP Juliat Permadi Wibowo, S. IK, MH. kepada Nias Online melalui pesan singkat, Selasa (5/8/2014).

Sedangkan mengenai keterlibatan sipir LP Klas II-B Gunungsitoli dalam kasus tersebut, kata mantan Kapolres Nias Selatan itu, masih di dalami.

Seperti diketahui, ketiga narapidana itu adalah titipan dari LP Tanjung Gusta. Mereka melarikan diri dari LP kelas II-B Gunungsitoli pada Jum’at (1/8/2014) sekitar pukul 03.00 Wib dinihari.

Dalam pelariannya, ketiga napi tersebut dibantu oleh seorang oknum TNI AD Pelda JS. Kemudian, mereka memaksa tiga warga untuk menyeberangkan mereka ke arah Singkil, Aceh. Di perjalanan, mereka menganiaya salah satu warga karena menolak keinginan mereka dengan membacoknya menggunakan kapak. Sampai saat ini, warga tersebut belum ditemukan.

Ketiga napi tersebut ditangkap kemarin sore, Senin (4/8/2014) sore sekitar pukul 16.00 wib di perairan arah Sibolga pada jarak sekitar 25 mil dari arah Desa Afia, Kecamatan Gunungsitoli Utara. tengah laut di tengah upaya melarikan diri. Penangkapan dipimpin oleh Kapolres Nias AKBP Juliat menggunakan dua kapal. Pelda JS juga ditangkap di kapal nelayan yang sama yang ditumpangi oleh ketiga napi tersebut.

Berdasarkan penjelasan Kepala Humas Kantor Wilayah Hukum dan Hak Asasi Manusia Sumut Hasran Safawi, ketiga napi tersebut, seperti dilansir Tempo.co terlibat kasus criminal berat dengan rentang hukuman 10-15 tahun.

Hasran menjelaskan Dedi Harianto Nasution terlibat kasus perampokan Bank CIMB Niaga pada 18 Agustus 2010 lalu dimana sekelompok orang bersenjata menyerbu Bank CIMB Niaga Jalan Aksara Medan dan menembak mati seorang anggota polisi. Belakangan setelah penyelidikan oleh polisi, terungkap bahwa para pelaku terkait dengan terorisme. Selanjutnya, Saili terlibat kasus narkoba dan dan Ahmedi Iqbal merupakan narapidana Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Sedangkan Pelda JS diketahui bertugas di Koramil Gomo, Nias Selatan. (en)

Facebook Comments