Ilustrasi | kesehatangizianak.com

Ilustrasi | kesehatangizianak.com

NIASONLINE, MEDAN – Lima daerah di Provinsi Sumatera Utara tercatat sebagai daerah dengan prevalensi gizi buruk, terutama pada bayi. Ironisnya, peringkat tertinggi dari lima daerah itu berada di Kepulauan Nias, yakni Kabupaten Nias Selatan dan Kabupaten Nias.

Data tersebut diungkapkn oleh Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujonugroho dalam rapat paripurna DPRD Sumut membahas Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2013 di Medan.

“Ada dua daerah di Kepulauan Nias yang menempati peringkat tertinggi yakni Kabupaten Nias (13,3%) dan Nias Selatan (10,1%). Tiga daerah lainnya adalah Tapanuli Selatan (6,1%), Tapanuli Tengah (5,9%), dan Mandailing Natal (5,2%),” ujar Gatot seperti dilansir Antara, Senin (7/7/2014).

Gatot menjelaskan, kesimpulan tersebut berdasarkan survei bersama Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara (USU).

Dia menjelaskan, Pemprov Sumut telah melakukan sejumlah kegiatan bersama Dinas Kesehatan setempat guna mengatasi prevalensi gizi buruk tersebut. Di antaranya, penyediaan penyediaan makanan pendamping air susu ibu (ASI) bagi balita yang mengalami kurang gizi dan gizi buruk.

Juga meningkatkan kemampuan puskesmas dan membentuk 18 puskesmas perawatan yang meningkatkan pelayanan terapi pemulihan gizi (therapy feeding centre/TFC). Selain itu, agar mampu mendapatkan makanan yang bergizi, Pemprov Sumut juga memberikan dana pendamping bagi keluarga balita yang mengalami prevalensi gizi buruk dan kurang gizi. (en)

Facebook Comments