Jenny Stephany Daely bersama pelatihnya Zhang Xiao Jia | JPNN

Jenny Stephany Daely bersama pelatihnya Zhang Xiao Jia | JPNN

NIASONLINE, JAKARTA – Satu lagi putri Nias menorehkan prestasi internasional. Kali ini oleh Jenny Stephany Daely, penyanyi sopran yang kini diakui sebagai salah satu penyanyi solo sopran terbaik di dunia.

Putri dari Pdt. Imanuel F. Daely tersebut telah tiba di Austria kemarin, Kamis (12/6/2014). Jenny akan menggelar konser di enam kota di Eropa hingga kembali ke Indonesia pada 7 Juli 2014.

“Sudah tiba di Austria untuk konser tunggal. Mohon dukungan doa teman-teman, konser tunggal ke beberapa tempat di Eropa. Kiranya Jenny jadi berkat bagi bangsa dan dunia,” ujar Pdt. Imanuel kepada Nias Online, Jum’at (13/6/2013).

Pdt. Imanuel yang melayani di Gereja Injili Indonesia Hok Im Tong di Bandung tersebut mengatakan tidak bisa
menemani Jenny karena tidak bisa meninggalkan pelayanan di gereja.

“Hatinya saja yang ikut. Tidak bisa tinggalkan pelayanan dengan waktu seperti itu,” jelas dia. Dia mengatakan, Jenny akan konser di enam tempat. Namun tidak mengingat nama-nama tempat itu.

Ditanya mengenai latarbelakang Jenny diundang konser di Eropa, Pdt. Imanuel mengatakan, bermula dari dua tahun lalu ketika Jenny bersama 25 orang menggelar konser di Eropa yang disponsori oleh Wings dan Djarum.

“Rupanya mereka terkesan dengan Jenny sehingga atas kerja sama kedutaan Indonesia yang di Austria, mereka undang Jenny untuk konser tunggal, ditemani salah satu pemain piano terbaik di Indonesia, Alvin dan mmanajernya dan dua orang suami istri,” papar dia.

Tak hanya itu, pertengahan Oktober 2014, tambah dia, Jenny juga akan mengikuti pertandingan tingkat internasional di Hongkong khusus lagu klasik Mandarin. Dan pada 11 November 2014 akan mempersembahkan suaranya melalui lagu pujian pada pembukaan Sidang Raya PGI di Nias yang akan di hadapan presiden RI yang baru.

Pdt. Imanuel menjelaskan, semua pencapaian Jenny itu semata-mata karena kemurahan Tuhan saja. Dia menceritakan, Jenny mulai menekuni lagu seriosa sejak SD pada usia 10 tahun.

“Sampai sekarang masih terus belajar. Dia konser ke sana untuk melihat apakah tiga jenis suara sopran yang mendapat penghargaan MURI (Museum Rekor Indonesia, red) bisa dimasukkan ke tingkat internasional. Ini sangat menggentarkan Jenny karena Jenny menyadari keterbatasannya,” kata dia.

Jenny yang masih berusia 20 tahun tersebut juga sudah sering mendapatkan liputan media nasional, termasuk beberapa media berbahasa Mandarin.

Berdasarkan penelusuran Nias Online, saat ini, penjualan tiket untuk konser Jenny di Austria sudah dibuka. Berdasarkan situs www.viennaticketoffice.com, Jenny akan menggelar konser di Wiener Konzerthaus Schubert-Saal, Vienna, Austria pada 20 Juni 2014 pukul 19.30 waktu setempat.

Gedung The Konzerthaus adalah satu tempat konser terkenal di dunia yang dibangun antara tahun 1911 dan 1913 oleh arsitek Ferdinand Fellner dan Hermann Helmer.

Dalam situs www.konzerthaus.at, Jenny yang disebut sebagai penyanyi soprani serbabisa tersebut akan tampil bersama Andriano Alvin Hartono sebagai pemain piano.

Di Indonesia sendiri, Jenny telah beberapa kali mengadakan konser. Beberapa video konsernya bisa dilihat di situs www.youtube.com. Pada 18 Januari 2014, Jenny juga tampil pada natal bersama Forum Komunikasi Niha Keriso Ono Niha (FKNO) yang dihadiri oleh komunitas masyarakat Nias di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek). (en)

Facebook Comments