Aksi demo dan atraksi lompat batu di depan gedung Mahkamah Konstitusi (MK) Jakarta | TD

Aksi demo dan atraksi lompat batu di depan gedung Mahkamah Konstitusi (MK) Jakarta | TD

NIASONLINE, JAKARTA – Aksi protes atas hasil pemilu legislatif (Pileg) 9 April 2014 di Kabupaten Nias Selatan masih terus berlanjut. Kali ini, sekelompok warga Nias Selatan yang tergabung dalam Forum Nias Selatan (Fornisel dan Aliansi Partai Politik di Nias Selatan menggelar demonstrasi di depan kantor Mahkamah Konstitusi (MK) di Jakarta.

Dalam aksi yang dipimpin oleh Yulius Duha tersebut peserta aksi menyampaikan tiga tuntutan kepada MK.

Pertama, mendesak penegakan demokrasi dan menolak hasil pemilu legislatif yang curang di Kabupaten Nias Selatan.

Kedua, meminta kepada hakim MK untuk menerima gugatan serta memutuskan pemilu ulang di seluruh TPS Nias Selatan. Dan ketiga, meminta kepada Hakim MK untuk memprioritaskan gugatan dari Kabupaten Nisel di dalam persidangan.

Tampil sebagai orator pada aksi tersebut adalah Yulius Duha, Waspada Wau, Tobias Duha, Suhertinus Dachi, Tomas Yaferson Latura dan Dani Garamba.

Aksi tersebut juga disertai dengan atraksi lompat batu. Tak ayal, atraksi tersebut menarik perhatian masyarakat yang berada di sekitar lokasi aksi.

Tuntutan dan atraksi serupa juga dilakukan beberapa waktu lalu saat menggelar demonstrasi di Kantor KPU Pusat, Bawaslu dan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).

Sidang Etik

Sementara itu, dari informasi yang diterima Nias Online, hari ini sidang etik atas seluruh komisioner KPU Nias Selatan kembali dilanjutkan. Seharusnya, sesuai jadwal semula, sidang yang dipimpin anggota DKPP Saut Sirait tersebut digelar kemarin. Namun, ditunda tanpa penjelasan alasan penundaan.

Seminggu sebelumnya, sidang etik sudah dilakukan dan menjelaskan laporan para pelapor dan pihak-pihak yang dirugikan dalam pelaksanaan pileg tersebut. Persidangan kali ini memasuki babak pembelaaan dari komisioner KPU Nias Selatan atas berbagai tuduhan yang disampaikan termasuk oleh Bawaslu.

Bila tuduhan atas para komisioner KPU Nias Selatan tersebut terbukti, maka konsekuensinya di antaranya bisa diberhentikan atau dipecat dari jabatan mereka. (en)

Facebook Comments