Pdt. Alvius Wau, S. Th. | Dok. Pribadi/FB

Pdt. Alvius Wau, S. Th. | Dok. Pribadi/FB

NIASONLINE, NIAS SELATAN – Sinode gereja Banua Keriso Protestan Nias (BKPN) merayakan hari lahirnya yang ke-20 pada hari ini, 17 Mei 2014. Tidak ada perayaan besar-besaran yang dilakukan. Namun, setiap jemaat (gereja-gereja anggota)nya diberikan keleluasaan untuk melakukan perayaan di tempat masing-masing.

“Terima kasih atas ucapan selamat atas ulang tahun Sinode BKPN. Tidak ada kegiatan yang dilakukan secara sinodal. Namun diberikan kesempatan kepada masing-masing jemaat se-BKPN untuk melakukan perayaan,” jelas Sekretaris Jenderal Sinode BKPN Pdt. Alvius Wau, S.Th. kepada Nias Online, Sabtu (17/5/2014).

Kantor Sinode BKPN terletak di Desa Hiliofönaluo, Kecamatan Fanayama, Kabupaten Nias Selatan. Sinode BKPN berdiri pada 17 Mei 1994 setelah memisahkan diri dari Sinode BNKP yang berpusat di Gunungsitoli.

Dia menjelaskan, kebetulan besok, Minggu (18/5/2014) akan ada acara peneguhan Panitia Persidangan Majelis Sinode BKPN ke7 Tahun 2015 di Jemaat BKPN Bawömataluo. Acara tersebut sekaligus akan digunakan untuk perayaan ulang tahun BKPN ke-20. Acara itu akan diisi dengan khotbah refleksi oleh Pdt. Alvius, sambutan dari tokoh pendiri dan renungan penggembalaan yang disampaikan oleh Ephorus Pdt. Aroziduhu Hulu, M. Min.

Bermakna dan Bermanfaat

Dalam refleksi singkat dengan tema “Semakin berhikmat, semakin bermakna dan semakin bermanfaat” yang disampaikan kepada Nias Online, Pdt. Alvius mengatakan, ulang tahun sejatinya tidak hanya pertambahan usia. Tapi juga semakin berhikmat.

“Hikmat itu dekat dengan segala yang baik, benar dan adil, atau hal-hal yang menjadi kesukaan Allah. la berlawanan dengan kebodohan atau hikmat duniawi (1Kor 3:19; 2 Kor 1:12) yang dekat dengan segala yang jahat, salah dan hal-hal yang mengundang murka Allah,” jelas dia.

Dengan makin berhikmat, jelas dia, hidupa akan semakin berarti, tidak sia-sia dan menyenangkan Allah. Hidup semakin baik, benar dan adil. Sebaliknya, jika kebodohan yang bertambah, hidup malah menjadi semakin kehilangan arti, sia-sia dan mengundang murka Allah. Hidup berhikmat memang tak lain dari hidup yang mau dituntun oleh Allah.

“Karena itu, tepatlah jika dalam usianya yang ke-20 ini, BKPN sebagai gereja bukan hanya mengingat ulang tahunnya yang sejauh ini telah menuntun perjalanannya, tetapi juga terus membuka diri terhadap tuntunan hikmat-Nya dalam perjalanan hidupnya ke depan, dengan segala pergumulan dan tantangannya,” papar dia.

Dia juga mengatakan, dalam usia ke-20, BKPN diharapkan mampu menghadapi berbagai tantangan yang semakin hari semakin besar. Baik yang bersifat nasional, maupun yang bersifat global. Bahwa peran gereja bukanlah sesuatu yang mudah, apa lagi yang murah. Selalu ada harga yang sepadan dan yang harus dibayar untuk mengikut Kristus.

“Komitmen ini menuntut pengorbanan, diantaranya : identitas, kebanggaan, kebebasan, kekayaan, warisan sejarah, dan sebagainya. Tanpa pengorbanan, kita tidak mungkin menjadi gereja yang setia kepada tugas panggilan-Nya,” jelas dia.

Menurut dia, dalam usia ke-20 ini, Tuhan menghendaki keberadaan BKPN semakin bermakna (signifikan) dan semakin bermanfaat (relevan). Bukan hanya ke dalam, tapi juga ke luar, kepada masyarakat, bangsa dan negara.

Persoalan dan Peluang

Dia juga menyoroti berbagai persoalan terkini yang seharusnya menjadi peluang bagi gereja untuk bermakna dan bermanfaat. Yakni, kemiskinan yang jumlahnya semakin bertambah tiap tahunnya; moralitas bangsa dan terutama pemimpin bangsa yang semakin bangkrut sehingga memberi ruang bagi pelanggaran hukum, kekerasan dan korupsi yang semakin merajalela di segala bidang kehidupan; pendidikan yang tidak terjangkau dan kurang berkualitas, sehingga memperkecil harapan bagi terciptanya kelas menengah yang berkualitas untuk pembaruan kehidupan bersama ke depan.

Kemudian, Pancasila yang tidak lagi dihayati bersama sebagai dasar bagi kehidupan berbangsa dan bernegara; morat-maritnya penyelenggaraan Pemilihan Umum 2014 oleh oknum menghalalkan segala cara demi sebuah ambisi pribadi dan kelompoknya serta pembangunan dinasti keluarga di eksekutif, legislatif dan yudikatif.

“Semestinya melalui Pemilihan Umum 2014, harapan bersama bisa melahirkan pemimpin yang berintegritas, dan mampu menyelesaikan masalah dan kesejahteraan rakyat,” tandas dia.

Selain ucapan syukur kepada TUhan atas penyertaannya bagi gerejanya selama 20 tahun ini, Pdt. Alvius juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada para para pejuang, pendiri, pemimpin dan pelayan BKPN atas segala pengorbanan dan pengabdiannya selama ini.

“Ketahuilah bahwa Tuhan sudah memperhitungkannya sebagai upahmu di dalam kerajaan-Nya.
Kami akan melanjutkan cita-cita luhur yang telah ditetapkan oleh para pendahulu kami dan selalu mengenang sejarah berdirinya BKPN pada 17 Mei 1994 yang senantiasa mengobarkan api pelayanan untuk kemuliaan bagi Tuhan Yesus Kristus Kepala Gereja. Dirgahayu BKPN ke-20,” tutup dia. (en)

Facebook Comments