Warga Tionghoa Nias asal Gunungsitoli | EN

Warga Tionghoa Nias asal Gunungsitoli | EN

NIASONLINE, JAKARTA – Hari ini merupakan momen tak biasa bagi lebih dari 400 ratus orang warga Tionghoa Nias di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek). Mereka bersua kembali dalam acara dengan tema Temu Kangen 2014 Himpunan Keluarga Tionghoa Nias Jakarta yang digelar di Restoran Raja Kuring, Jakarta Utara.

Acara tersebut dihadiri oleh warga Tionghoa dari seluruh wilayah di Kepulauan Nias. Mereka terdiri dari warga Tionghoa maupun warga Nias lainnya yang suami atau istri dari kalangan warga Tionghoa. Termasuk mereka yang istri atau suaminya warga Tionghoa luar Nias. Mereka datang bersama pasangan, anak-anak bahkan cucu-cucu mereka. Tidak sedikit pula warga Nias non Tionghoa juga tampak meramaikan kegiatn ini.

“Sesuai temanya, kita kangen saudara-saudari kita asal Nias. Tidak hanya yang Tionghoa, tapi juga dari suku Nias sendiri,” ujar Ketua Umum Himpunan Keluarga Tionghoa Nias Jakarta (HKTNJ) Eddy Widjaja Sakti (Redy) usai pertemuan tersebut, Minggu (11/5/2015).

Dia menjelaskan, untuk jangka panjang, melalui pertemuan ini bisa menjalin hubungan dengan saudara-saudara asal Nias yang berada di Jabodetabek.

“Sehingga ada networking dimana kita saling kenal. Jadi, seperti hari ini, ada yang baru kenal. Dari pertemuan seperti ini, kita saling tahu keberadaan masing-masing,” jelas dia.

Sementara itu, Ketua Harian HKTNJ Bendris Tazuno mengatakan, pertemuan seperti ini juga penting agar generasi berikutnya tidak lupa asal-usul mereka.

“Jadi intinya, generasi ini tidak lupa dengan Niasnya dan masa depannya. Mereka sebagian lahir di sini. Kalau kita tidak adakan ini, nanti mereka akan bertanya, kita ini dari mana. Tahu Nias tapi tidak pernah bersinggungan dengan orang-orang Niasnya. Nanti lama-lama hilang,” ujar dia.

Komunitas Tionghoa Nias2Bendris mengakui, jumlah yang hadir pada pertemuan itu melebihi perkiraan. Sebab, acara pertemuan serupa sudah tiga tahun tidak dilaksanakan. Pemberian informasi juga terbatas karena tidak semua tahu dimana saja komunitas Tionghoa Nias berada.

“Ini di luar dugaan. Ternyata banyak sekali yang datang. Ternyata tersebar begitu cepat karena saling berbagi informasi,” kata dia.

Acara ini diawali dengan acara makan bersama. Khusus makanan, juga disediakan makanan khas Nias, di antaranya tamböyö, kue sangadulo, lape bugis dan juga siomay khas Nias.

Kemudian diselingi dengan live karaoke lagu-lagu mandarin maupun lagu-lagu Nias. Bahkan, salah satu anak kecil yang meski kelahiran Jakarta, namun sangat mahir menyanyikan lagu Tanö Niha.

Acara itu juga diselingi dengan pemberian door prize melalui pengundian. Lalu, seperti biasanya pertemuan orang Nias di perantauan, mengakhiri acara dengan maena bersama. Sebelum berpisah, melakukan foto bersama berdasarkan asal daerah mereka di Kepulauan Nias. (en)

Facebook Comments