Para peserta pertemuan | EN

Para peserta pertemuan | EN

NIASONLINE, JAKARTA – Sejumlah masyarakat Nias Selatan (Nisel) di Jabodetabek menggelar acara temu kangen tokoh Nisel di Jakarta, Jum’at (1/5/2014). Acara tersebut digelar di Hotel Mega Proklamasi, Jakarta.

Di antaranya, Kombes (Purn) Asli Manaö, Kombes Bahagia Dachi, AKBP Hilarius Duha, Ketua DPRD Nias Selatan Efendi, Waspada Wau, Hengky Yusuf Wau, Folo Nehe, Yulius Duha, Anton Anötöna Zagötö, Amati Dachi, dan Letkol Yustitus Zagötö.

Juga dihadiri oleh Ketua DPRD Nisel Efendi beserta perwakilan beberapa partai politik di Nisel dan wakil dari FKI-1 Nisel Induk Laia.

Berdasarkan penjelasan pembawa acara Amati Dachi, Bupati Nisel Idealisman Dachi dan Ketua KPUD Nisel Fan Solidarman Dachi juga sudah diundang, namun tidak bisa menghadiri acara tersebut.

“Ide pertemuan ini sangat singkat. Ini bukan untuk politik tapi untuk kangen-kangenan saja,” ujar Kombes Bahagia yang juga menjadi penggagas acara yang diketuai oleh Waspada Wau dan Amati Dachi sebagai sekretarisnya tersebut.

Dia menjelaskan, pertemuan ini, sekaligus juga membicarakan dan memikirkan apa yang bisa dilakukan untuk memperbaiki keadaan di Nisel dan juga untuk berbuat sesuatu bagi masyarakat
Nisel di Jabodetabek.

Terkait agenda temu kangen tersebut, kata dia, pertama-tama adalah memikirkan untuk membentuk sebua forum guna mengakomodir upaya-upaya dalam rangka mengambil bagian untuk membantu Nias Selatan.

“Agenda kita, pertama, untuk membentuk forum itu. Nanti kita bisa temu kangen ini sekali sebulan atau sekali dua bulan. Dari situ kita bisa tahu perkembangan Nias Selatan dan apa yang bisa kita lakukan. Kalau kita cinta Nisel, masa kita tidak bisa berbuat sesuatu. Ingat, keluarga kita semua ada di sana,” jelas dia.

Dari pertemuan itu, juga didapatkan mengenai beberapa informasi perkembangan terkini Nisel. Terutama soal perkembangan pembangunan, kasus-kasus korupsi dan kasus kecurangan di pileg yang menjadi isu nasional akhir-akhir ini.

Kecurangan Massif di Pileg

Dalam kesempatan itu, para wakil Partai Politik yang menghadiri pertemuan itu, juga membeberkan berbagai jenis pelanggaran yang terjadi. Juga memutarkan beberapa video di luar yang selama ini sudah sering ditayangkan di televisi maupun di media sosial. Beberapa video itu menunjukkan, beberapa orang memegang setumpuk surat suara yang telah dicoblos dan dengan bebas memasukkannya satu per satu di kotak suara.

Sementara Ketua DPRD Efendi memaparkan secara singkat perkembangan terkait proses pengesahan APBD 2014 yang sampai saat ini belum ditandatangani. Dalam penjelasannya, Efendi mengungkapkan berbagai usulan mata anggaran yang dinilai tidak sesuai peruntukkannya, termasuk untuk pengadaan untuk lembaga penegak hukum yang secara aturan telah mendapatkan dana sendiri dari APBN melalui institusi pusatnya.

Para peserta pertemuan juga mengungkapkan penyesalan mereka atas berbagai kecurangan pada pelaksanaan Pileg, baik sebelum, pada saat maupun setelah pelaksanaan.

“Ini sangat memalukan. Nisel jadi terkenal, bukan karena hal yang baik. Tapi hal yang buruk. Kita tidak mau hal seperti ini terus terulang,” ujar Anton.

Sementara itu, Kombes (Purn) Asli Manaö mengusulkan agar dibentuk sebuah tim guna menganalisis semua yang dibahas pada malam itu. Selanjutnya, merumuskan rekomendasi apa yang bisa diberikan untuk ditindaklanjuti.

“Bentuk tim untuk mengalisis semua apa yang dibicarakan ini. Dari situ kita bisa tahu langkah apa yang kita lakukan,” jelas dia. (en)

Facebook Comments