NIASONLINE, JAKARTA – Komisi Pemilihan Umum (KPU) merespons desakan untuk menggelar pemungutan suara ulang di Kabupaten Nias Selatan. KPU pusat memberikan tenggat pelaksanaan pemungutan suara ulang tersebut paling lambat Rabu, 23 April 2014.

Komisioner KPU Ferry Kurnia Rizkiyansyah di Gedung KPU, Jakarta Pusat, Senin (21/4/2014) mengatakan, pencoblosan ulang tersebut berdasarkan rekomendasi Panwaslu setempat.

Bersama dengan Nias Selatan, pencoblosan ulang juga akan digelar di Sampang, Madura, Jawa Timur dan Surabaya, Jawa Timur.

“Kami berikan deadline sampai 23 April kalau masih ada pemungutan suara ulang,” ujar Ferry.

Dia menjelaskan, penetapan batas waktu itu dimaksudkan agar proses penghitungan suara di TPS dapat mengejar jadwal rekapitulasi perolehan suara di tingkat provinsi.

Dia menjelaskan Panwaslu setempat di keteiga daerah itu mengeluarkan rekomendasi pemungutan suara ulang karena terjadi penggelembungan suara ataupun penyimpangan yang disengaja.

Dia mencontohkan, di Nias Selatan ditemukan ratusan suara suara di beberapa TPS telah dicobloa untuk calon legislatif DPR RI dari Partai Partai Gerindra dan Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan.

Pertimbangan lainnya, karena faktor tak terduga atau anarkisme. Misalnya, terjadi kebakaran.

Sebelumnya, desakan agar KPU menggelar pemungutan suara ulang di Nias Selatan disuarakan berbagai pihak. Hal itu mencuat setelah terungkapnya banyak temuan kecurangan yang diduga sistematis, massif dan terstruktur yang menguntungkan caleg dari partai tertentu.

Hal itu terlihat dari temuan adanya pencoblosan surat suara sebelum pemungutan suara digelar, pencoblosan surat suara secara massal yang melibatkan anak-anak hingga terjadinya pembakaran kotak suara di dua kecamatan. Yakni, di Kecamatan Lölömatua yang menghanguskan enam kotak surat suara dan terbaru, di Kecamatan Fanayama yang menghanguskan 15 kotak surat suara. (en)

Facebook Comments