JAKARTA, NIAS SELATAN – Kebakaran yang terjadi di tempat penyimpanan logistik Pemilu legislatif di Kantor Camat Fanayama menghanguskan 25 kotak suara (sebelumnya diberitakan 29 kotak). Sebanyak 15 kotak suara hangus total bersama surat suara di dalamnya.

“Kotak suara yang terbakar sebanyak 25. Rinciannya, 15 kotak terbakar total. 6 kotak isinya masih utuh dan 4 kotak lainnya cuma pinggirnya saja yang terbakar,” ungkap komisioner KPUD Nias Selatan Deskarnial Zagötö kepada Nias Online, Sabtu (19/4/2014).

Dia menjelaskan, kotak suara itu terbakar setelah kegiatan rekap suara selesai pada sekitar pukul 23.00 wib semalam.

Dia menjelaskan, sebenarnya pleno terbuka penetapan perolehan suara sudah selesai pada 17 April 2014. Namun, berhubung salah satu desa ternyata belum melaksanakan pleno desa sesuai laporan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), KPU Nisel bersama Intel Polda dan Wakapolres langsung turun ke lapangan di kantor camat. Dan hasilnya, benar adanya salah satu desa di Kecamatan Fanayama tidak melaksanakan pleno di tingkat desa.

Dia menambahkan, salah satu anggota Panwascam yang hadir pada pleno tersebut tidak menyampaikan atau merekomendasikan adanya pelanggaran oleh panitia pemungutan suara (PPS) yang tidak melakukan pleno tingkat desa tersebut.

Sebagai tindak lanjutnya, pihak KPUD Nisel akan melaporkan kejadian itu kepada pihak kepolisian, meski pihak kepolisian sendiri sudah tahu kejadiannya.

Kejadian tersebut diperkirakan terjadi pada dini hari. Beberapa sumber mengatakan, sekitar pukul 04.00 wib.
Beberapa informasi juga menyebutkan, setelah pleno pada 17 April 2014 tersebut, beberapa desa menyampaikan protes atas hasil yang diplenokan tersebut. Karena diindikasikan adanya kecurangan.

Kebakaran yang menghanguskan kotak suara dan surat suara itu merupakan yang kedua terjadi di Kabupaten Nias Selatan. Sebelumnya, kejadian serupa juga terjadi di Camat Lölömatua yang menghanguskan enam kotak surat suara.
Persoalan lainnya pada pelaksanaan Pileg di Nias Selatan adalah temuan adanya pencoblosan massal surat suara, termasuk oleh anak-anak di salah satu TPS. Bahkan, video yang merekam kejadian itu tersebar luas melalui di media sosial dan juga di pemberitaan stasiun televisi. (en)

Facebook Comments