Esther GN Telaumbanua | Koleksi Pribadi/FB

Esther GN Telaumbanua | Koleksi Pribadi/FB

NIASONLINE, JAKARTA – Kepulauan Nias dianugerahi Sang Pencipta dengan aneka kekayaan alam dan budaya yang unik, indah, berbeda serta sangat istimewa. Kekayaan itu ada dalam bentuk pusaka alam (natural heritage), pusaka budaya (cultural heritage) dan pusaka saujana (cultural-landscape heritage). Pusaka itu juga telah menjadi sumber ilham, daya cipta, dan daya hidup bagi masyarakat Nias di wilayah ini.

Esther GN Telaumbanua dari Yayasan Tatuhini Nias Bangkit memerincinya. Pusaka alam meliputi antara lain, pusaka alam hayati (biological heritage), keragaman hayati (biodiversity) dan biosfir, dan lain-lain. Pusaka budaya baik yang berwujud (tangible/ragawi) maupun tidak berwujud (intangible/nir-ragawi) adalah hasil cipta, rasa, karsa dan karya yang diwariskan bagi masyarakatnya dari satu generasi ke generasi selanjutnya.

Pusaka budaya berwujud (tangible) berupa benda, bangunan, struktur, situs, dan kawasan. Contoh: berbagai artefak, patung megalit, rumah adat, desa adat, dan lain-lain. Pusaka Budaya tidak berwujud (intangible) berupa nilai-nilai, seni, dan tradisi. Contoh: Tradisi penyuguhan sirih (bolanafo), tari-tarian, lompat batu (hombo batu), dan tradisi dan adat-adat (böwö). Pusaka saujana adalah gabungan pusaka alam dan pusaka budaya.

Dia menjelaskan, semua yang pernah menjejak kaki ke Nias mengakui keindahan alamnya dan peninggalan budaya yang tersebar ke seluruh kawasan kepulauan Nias. Nias merupakan kawasan yang masih memiliki peninggalan budaya megalitikum terluas di Indonesia. Mereka juga mengagumi keunikan seni dan tradisinya.

Niaspun diwarisi leluhur turun temurun berupa tradisi musyawarah dan gotong royong dalam melaksanakan sesuatu pekerjaan bersama seperti dalam membangun rumah dan pemukiman, membuka ladang dan dalam menyelesaikan masalah-masalah.

“Sayangnya, kekayaaan yang berlimpah ini belum selaras dengan tingkat kesadaran, perhatian, dan upaya untuk pelestariannya. Selaras dengan berjalannya waktu dan dinamika fase kehidupan Nias, pusaka ini sering kurang diperhatikan. Situs dan artefak mulai berkurang, banyak yang tidak terurus, bahkan terbiarkan rusak dan punah,” jelas dia kepada Nias Online melalui surat elektronik, Jum’at (18/4/2014).

Dia memaparkan, dalam hal seni dan budaya sudah mulai kurang diapresiasi. Bahkan, kurang dianggap memiliki arti dan nilai. Salah satu fauna Nias, yaitu burung beo yang memiliki keunikan tersendiri sebagai keragaman hayati, kian punah. Belum ada yang peduli melakukan konservasi.

Warisan pusaka ini harus dilestarikan untuk diteruskan kepada generasi berikutnya dalam keadaan baik, tidak berkurang nilainya, bahkan perlu ditingkatkan untuk membentuk pusaka masa datang sebagai landasan dan modal pembangunan Nias di masa depan.

Guna membangkitkan kesadaran dan kepedulian atas pelestarian kekayaan budaya tersebut, ungkap dia, sekaligus dalam rangka memeringati Hari Pusaka Internasional dan Hari kebangkitan Nasional, Yayasan Tatuhini Nias Bangkit bekerjasama dengan Lembaga Rumah Nias mengadakan Lomba Menulis Buku Nias Bangkit Tentang Pelestarian Pusaka Nias bertema “Lestarikan Pusaka dan Kembangkan Kepariwisataan Nias untuk kesejahteraan masyarakat”.

Dia menjelaskan, lomba menulis Nias Bangkit tersebut memilki empat tujuan. Pertama, membangun semangat dan gerakan cinta dan pelestarian pusaka Nias di seluruh kalangan kaum muda sebagai generasi penerus bangsa. Semangat kaum muda mencintai pusaka Nias merupakan langkah strategis dalam membangun kesadaran masyarakat secara umum untuk melestarikan pusaka Nias.

Kedua, sebagai gerakan sosial ia mendorong terbangunnya kesadaran umum untuk mencintai dan melestarikan pusaka Nias dari pengabaian, pengrusakan dan kepunahan selaras dengan upaya pemanfaatannya sebagai objek kepariwisataan Nias yang mendatangkan kesejahteraan. Prinsip semangatnya adalah dimulai dari diri kita, dimulai dari sekitar kita, dan dimulai dari sekarang.

“Ketiga, melatih kreatifitas kaum muda dalam ketrampilan menulis, berbagi informasi, pengetahuan, pandangan dan opininya tentang pusaka dan kehidupan Nias dari sudut pandang kaum muda secara kreatif dan inovatif. Dari tulisan ini diharapkan lahir pemikiran kreatif dan inovatif bagaimana langkah-langkah strategis pelestarian dan upaya pengembangannya sebagai objek dan subjek pembangunan sektor ekonomi kepariwisataan sesuai harapan masyarakat,” urai dia.

Dan keempat, kata dia, tulisan pemenang akan dihimpun dibukukan sebagai dokumentasi dan sarana membangun semangat pelestarian dan diterbitkan sebagai promosi kekayaan pusaka Nias secara nasional dan internasional.

Informasi Lomba Menulis | Ester GN Telaumbanua/FB

Informasi Lomba Menulis | Ester GN Telaumbanua/FB

Ketentuan dan Syarat Lomba

Nah, bagaimana dengan ketentuan dan syarat untuk mengikuti lomba tersebut?

1. Terbuka bagi kaum muda terutama di Kepulauan Nias dan masyarakat umum yang
memiliki kepedulian terhadap pelestarian pusaka dan kepariwisataan Nias. Penulis baik pria
dan wanita, berusia usia 17-40 tahun sesuai KTP.

2. Tulisan populer bertema “Lestarikan Pusaka dan Kembangkan Kepariwisataan Nias untuk kesejahteraan masyarakat” berisi minimal 1200 kata dan maksimal 3000 kata. Judul tidak harus sama dengan tema.

3. Tulisan harus orisinil dan belum pernah dipublikasikan sebelumnya dan selama kurun waktu lomba. Tulisan berisi naskah dan disertai minimal 2 foto tentang objek pusaka Nias. Tulisan berisi infomasi tentang situasi dan objek (tangible/ragawi dan intangible/nir- ragawi), pandangan dan opini konstruktif tentang pelestariannya dan langkah pengembangannya sebagai objek kepariwisataan.

4. Peserta mendaftarkan diri dan menyerahkan tulisan mulai 1 Mei 2014 sampai batas tanggal 15 Juli 2014 dilampiri KTP dan biodata ringkas melalui email Tim.

5. Penulis boleh mengirimkan paling banyak 2 tulisan. Seluruh tulisan pemenang tidak diperkenankan dipublikasikan di media lain dan menjadi dokumentasi tim.

6. Tim Penilai terdiri dari pelaksana kegiatan, journalist senior, tokoh Nias, dan pakar pelestarian pusaka. Hasil penilaian tim bersifat final.

7. Finalis diinformasikan pada tanggal 1 Agustus 2014 langsung kepada penulis melalui email. Pengumuman terbuka pemenang Lomba akan dilakukan pada tanggal 17 Agustus 2014.

8. Pemenang akan mendapat hadiah berupa dana pembinaan @ Rp. 1.000.000,- sertifikat dan @ 2 exp buku Nias Bangkit: Pelestarian Pusaka Nias.

9. Komunikasi mengenai kegiatan ini dilakukan via email.

Pendaftaran mulai dibuka pada 1 Mei 2014 dengan menghubungi Tim Lomba Menulis Nias Bangkit melalui email : nias_bangkit@yahoo.com (up. YTNB), atau egnt45@yahoo.com (up. Esther GN Telaumbanua). (en)

Facebook Comments