LEAD Center-Nias: Mengubah Masa Depan Nias, Dimulai Dari Sikap Saat Ini

Monday, April 14, 2014
By susuwongi

Peserta Seminar LEAD Center Nias, 13 April 2014 di Gedung Sinar Kasih | LC-Nias

Peserta Seminar LEAD Center Nias, 13 April 2014 di Gedung Sinar Kasih | LC-Nias

NIASONLINE, JAKARTA – Bertempat di Gedung Sinar Kasih (eks Suara Pembaruan), Minggu (13/4/2014), LEAD Center Chapter Nias (LC-Nias) kembali menggelar Seminar Kepemimpinan (Leadership), Kewirausahaan (Entrepreneurship) dan Spiritualitas (Spirituality) yang ketiga kalinya bagi para pemuda/i Nias di Jabodetabek.

Acara itu dihadiri oleh para pemuda maupun mahasiswa/i yang sebagiannya merupakan peserta dari pertemuan sebelumnya pada 9 Maret 2014.

Seminar kali ketiga ini merupakan rangkaian dari kegiatan panjang yang digelar sebulan sekali guna memersiapkan para pemuda/i Nias menjadi calon-calon pemimpin Nias masa depan.

Pemimpin LC-Nias, Eloy Zalukhu mengatakan, LC-Nias yang mengusung motto “Bijak Dalam Berpikir, Berani Dalam Bertindak” ini, hanya membantu para pemuda Nias mengenal diri mereka dan mempersiapkan mereka untuk mengisi kebutuhan pada masa mendatang.

“Nias bisa lebih baik ketika orang-orang yang hadir di sana, memang hadir untuk memberikan sesuatu kepada orang lain. Mungkinkah itu yang terjadi? Tidak ada yang bisa memastikan, kecuali ada Tuhan yang bekerja di dalamnya. Kita berharap ketika nanti anak-anak Nias tidak hanya berlomba untuk menjadi PNS. Tapi juga berlomba menjadi pengusaha. Kalau pun tidak jadi pengusaha yang baik, tapi kalau tidak jadi pengusaha, tapi punya spiritnya. Tidak takut gagal, berani berkompetisi. Kita berharap dari peertemuan ini menghasilkan orang-orang yang berpikir dan bertindak. Tidak salah satunya saja,” jelas dia.

Tak hanya itu, Eloy juga menegaskan, kegiatan LC-Nias ini menekankan hidup sederhana. Menurut dia, seringkali korupsi itu terjadi karena gaya hidup yang berlebihan.

“Karena itu, kita ingin para pemuda/i yang ikut LC-Nias ini tidak konsumeristik. Kita tidak ingin hidup bermewah-mewahan. Kalau itu sudah ada, itu akan menjadi bibit-bibit koruptor. Karena itu, sebisa mungkin hiduplah sederhana,” papar dia.

Masih dalam paparan pembukanya, Eloy juga mengulas empat hal yang menjadi penyebab, seseorang mengalami sesuatu.

Pertama, karena kehendak Allah (God’s will). Memahami hal ini, jelas dia, akan membuat perubahan besar dalam hidup setiap orang. Kedua, hukum alam yang diciptakan oleh Tuhan (God’s natural law). Ketiga, kehendak bebas manusia (man’s free will). Dan pengaruh setan yang diizinkan Tuhan dalam kedaulatan-Nya (satanic influence).

“Anda lahir sebagai orang Nias atau di Pulau Nias, itu juga dalam kehendak Tuhan. Tanpa memahami hal itu, bahkan mungkin anda malu mengaku sebagai orang Nias. Apalagi memikirkan Nias,” tegas dia.

Kekuatan Sikap

Pada pertemuan kali ini, Eloy yang juga dikenal sebagai Theocentric Motivator & Sales Trainer tersebut melanjutkan materi yang tercakup dalam apa yang disebutnya sebagai Success Triangle. Yakni, terdiri dari Personal Mastery, Interpersonal Mastery dan Spiritual Mastery.

Masih terkait personal mastery, Eloy memfokuskan membahas mengenai pentingnya sikap (the power of attitude).

Eloy menjelaskan, seperti apa seseorang di masa mendatang, sangat ditentukan oleh sikapnya saat ini. Sikap ini adalah respons terhadap peristiwa atau kejadian. Respons itu juga berarti pilihan yang atasnya setiap orang bertanggungjawab.

“Sikap itu sangat penting. Kalau anda melihat acara KickAndy itu, anda melihat, ada anak tukang becak tapi bisa menjadi dokter yang sangat hebat sekali. Tapi, ada anak-anak orang kaya, tapi hidupnya hancur-hancuran. Kenapa itu bisa terjadi, itu ditentukan oleh sikap. Demikian juga ketika kelak Anda menjadi pemimpin,” ujar dia.

Eloy menjelaskan, hasil dari apapun yang dilakukan selalu melewati apa yang disebut dengan sikap dan proses. Tapi, sebenarnya itu hal yang sangat umum. Tapi yang lebih luar biasa adalah, apa yang paling penting harus diketahui setiap orang. Yakni, bahwa Tuhan memberikan hadiah yang sangat berharga kepada setiap orang. Hadiah itu adalah waktu dan kebebasan memilih.

Kepada setiap orang, waktu diberikan sama, yakni 24 jam. Namun, belum tentu setiap orang menggunakannya dengan baik.

“Kedua hal itu adalah hadiah yang diberikan oleh Tuhan kepada setiap orang, yang jangankan menggunakannya, menyadarinya saja tidak. Jadi, kalau ditanya, sumber daya Nias terbesar ada dimana? Di kuburan. Kenapa? Karena jutaan orang Nias pernah lahir, jangankan menggunakannya, bahkan menyadarinya saja tidak. Jadi, mau jadi seperti apa dalam beberapa tahun mendatang, itu sangat ditentukan oleh sikap, pilihanmu saat ini. Apakah Anda berkontribusi untuk Nias atau tidak, ditentukan oleh apa sikapmu dari saat ini,” tandas dia.

Sementara itu, Pdt. Elyunus Gulö menjelaskan, apa yang saat ini terjadi di Pulau Nias tidak lepas dari persoalan rohani di belakangnya.

“Faktor natur dosa, manusia yang telah jatuh dalam dosa, membuat manusia tidak bisa melakukan hal-hal baik. Juga tidak menghargai hal-hal rohani. Tidak bisa memilih yang baik untuk diri sendiri, apalagi untuk sesama. Termasuk apa yang selama ini kita saksikan di Nias,” jelas dia.

Dia mengatakan, tanpa pertobatan dan menemukan hidupnya di dalam Tuhan, maka siapapun, meski mereka memiliki perilaku keagamaan (religiositas) yang baik, tetap akan melakukan hal-hal yang jahat, seperti sering kita saksikan saat ini.

Eloy sedang sampaikan paparan | LC Nias

Eloy sedang sampaikan paparan | LC Nias

Menurut dia, tidak mungkin ada perubahan bila setiap orang tidak mengalami perjumpaan dan kehadiran Tuhan. Perubahan itu dimulai dari perubahan diri sendiri setelah pertemuan dengan Tuhan.

“Perubahan itu hanya mungki terjadi dalam relasi dengan Tuhan. Tidak mungkin ada perubahan tanpa hal itu,” papar dia.

Hal penting lainnya yang ditekankannya adalah bahwa orang-orang yang percaya kepada Tuhan memiliki tugas untuk melakukan pekerjaan baik. Pekerjaan baik itu adalah karya nyata, bagaimana memelihara kehidupan bersama Tuhan.

Harusnya, tegas dia, kehidupan rohani yang baik, pasti akan memberikan kontribusi yang baik dalam kehidupan di masa mendatang.

“Saat ini ada ungkapan, “Orang di Nias mulai dari pemimpin, sampai di bawah, mereka takut akan Allah tapi tidak takut berbuat dosa.” Padahal, kalau benar takut akan Tuhan, maka sebenarnya harus takut berbuat dosa. Karena itu hal-hal seperti saat ini kita saksikan tidak seharusnya terjadi. Ketika ingin terjadi perubahan di Nias, doakan dirimu. Doakan teman dan keluargamu. Kalau ada keluarga dalam pemerintahan, doakan mereka supaya bekerja benar,” tegas dia.

Karena itu, meski banyak hal buruk saat ini terjadi di Pulau Nias, namun, tidak ada alasan untuk pesimistis. Sebab, ada Tuhan yang berdaulat memelihara dunia ini, termasuk Pulau Nias, sehingga masih ada harapan untuk perubahan.

Perkembangan Terkini

Sementara itu, Etis Nehe dari redaksi www.niasonline.net menyampaikan brief update tentang perkembangan terkini tentang pemerintahan daerah dan politik. Brief update itu fokus pada tiga hal.

Pertama, perkembangan pengusutan kasus korupsi. Saat ini, sejumlah kasus sedang antri diusut, juga masuk persidangan. Juga banyak yang sedang disiapkan untuk dilaporkan ke aparat hukum.

Menyitir hasil analisis Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) yang dirilis pada Januari 2014 atas ikhtisar Pemeriksaan BPK, Kabupaten Nias dan Nias Utara masuk dalam 10 besar daerah dengan potensi korupsi besar pada penggunaan anggaran 2013. Rinciannya, Kabupaten Nias (93 kasus, potensi kerugian Rp 14,3 M) dan Kabupaten Nias Utara (99 kasus, potensi kerugian Rp 12,1 M).

Audit atas penggunaan anggaran 2013 di seluruh kabupaten/kota yang berlangsung baru-baru ini menunjukkan adanya beberapa temuan besar lagi dengan nilai fantastis dan berpotensi menjerat beberapa pejabat daerah dalam pidana korupsi.

Kedua, terkait PNS dan Kualitas SDM. Tes penerimaan CPNS tahun lalu yang hasilnya diumumkan awal tahun ini menunjukkan, menjadi PNS masih menjadi pilihan utama karir masa depan pemuda/i Nias. Banyak yang kuliah orientasinya untuk masuk PNS.

Sekaligus menunjukkan bahwa ternyata SDM di Pulau Nias tidak kompetitif. Hasil tes menunjukkan justru pelamar dari luar daerah/pendatang mendominasi kelulusan, sementara yang kuota yang diterima pun sangat sedikit.

“Ini tidak terlepas dari pemahaman selama ini yang mengandalkan status sebagai putra daerah, koneksi dan kebiasaan membayar uang ‘perjuangan’, bentuk lain dari menyogok agar bisa lolos CPNS. Tapi, mereka lupa kalau sistem seleksi sudah berubah, fokus pada kualitas dan kemampuan. Ketika dites, sebagian besar gagal. Silakan kalau mau jadi PNS, tapi persiapkan diri dengan belajar baik-baik. Supaya jadi PNS yang berkualitas dan memang layak ada di sana,” papar dia.

Ketiga, terkait pemilu dan politik uang. Hasil sementara Pemilu legislatif (Pileg) menunjukkan, Pulau Nias menempatkan dua wakilnya di DPR RI. Itu pun, satu kursi itu berasal dari daerah lain dan bukan dari Pulau Nias. Di DPD RI, juga diperkirakan, Pulau Nias akan menempatkan satu wakilnya di sana.

Dia menilai, Pileg kali ini tetap gagal menghasilkan politisi bersih dan berintegritas. Sebab, rata-rata bermain uang, dengan ‘menyogok’ para pemilih (money politics).

“Pemilu kali ini diduga berpotensi menghasilkan calon-calon koruptor baru namun dengan status legal bahkan terhormat. Sebaliknya, para politisi sehat dan berintegritas, tak bermain uang, tersingkir. Karena itu, kepemimpinan di Pulau Nias minimal dalam lima tahun mendatang, masih akan sarat dengan kepentingan dan korupsi,” tegas dia.

Hal penting lainnya juga harus menjadi perhatian semua pihak guna menciptakan arah perbaikan di Pulau Nias. Yakni, dengan menyiapkan, mendorong dan mendukung calon-calon pemimpin yang sehat dan berintegritas.

“Satu hal yang selama ini gagal dilakukan dan menjadi perhatian oleh media, LSM maupun para tokoh masyarakat. Yakni, minus upaya mendorong menampilkan pemimpin bersih dan berintegritas. Karena itu, berharap Pulau Nias akan baik dengan hasil pemilu seperti itu, sia-sia saja. Apalagi karena dua tahun lagi, sudah akan memasuki masa Pilkada lagi. Jadi, dalam tujuh tahun mendatang, kita sudah tahu siapa yang memimpin atau mengendalikan pemerintahan dan karakter mereka,” tambah dia.

Karena itu, menurut dia, sudah saatnya, secara sengaja, baik media, LSM maupun masyarakat mengorbitkan bibit-bibit pemimpin yang baik, berintegritas untuk tampil di permukaan. Itu salah satu cara terbaik untuk memperbaiki keadaan dengan memikirkan kepentingan strategis jangka panjang menyiapkan dan mendukung orang-orang yang memang layak menjadi pemimpin. (en)

4 Responses to “LEAD Center-Nias: Mengubah Masa Depan Nias, Dimulai Dari Sikap Saat Ini”

  1. 1
    Peniel Zalukhu Says:

    Salam hotmat buat pak eloy zalukhu….

  2. 2
    Eloy Zalukhu II Says:

    Bang Etis Nehe, terima kasih atas liputannya…”Bijak dalam Berpikir, Berani dalam Bertindak”. Mantap!

  3. 3
    Princess ChaynkMama Ghea Says:

    Bijak Dalam Berpikir, Berani Dalam Bertindak”
    semangat terus bt generasi putra/putri Nias.

  4. 4
    Walas Success Says:

    Benar2 LUAR BIASA. Banyak yang mewadahi pengembangan putra-putri NIAS dan Indonesia. Namun, menurut saya hanya LEAD CENTER yang jelas dalam Visi dan Misi nya. Ayo bergandengan tangan untuk belajar dan memberi melalui Lead Center.

    Thanks pak Etis Nehe telah meliput kegiatan ini. Semoga dengan liputan2 ini masyarakat kita semakin mengenal dan mau mengambil sikap untuk bergabung di LEAD CENTER. Amin.
    http://www.browalas.com

Leave a Reply

Comment spam protected by SpamBam

Kalender Berita

April 2014
M T W T F S S
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930