Ilustrasi | detik.com

Ilustrasi | detik.com

NIASONLINE, JAKARTA – Pelaksanaan Pemilihan Umum Legislatif (Pileg) 2014 tinggal menghitung jam. Berbagai persiapan telah dilakukan pertanda gelaran lima tahunan itu siap dilaksanakan.

Namun, ternyata banyak warga yang masih bingung akan memilih siapa. Dari beberapa informasi yang dihimpun redaksi Nias Online, kebingungan para pemilih itu disebabkan beberapa hal.
Pertama, para pemilih tidak kenal atau tidak familiar dengan para caleg, terutama untuk caleg tingkat DPRD Provinsi dan DPR RI (pusat).

Hal ini terjadi karena umumnya para caleg DPRD provinsi dan apalagi DPR RI, biasanya tidak memungkinkan untuk melakukan perkenalan dengan seluruh warga secara langsung. Cakupan wilayah yang sangat luas biasanya membutuhkan biaya yang besar, selain waktu yang juga banyak. Biasanya mereka hanya mengirimkan tim suksesnya atau spanduk dan stiker.

Tapi, yang lebih mendasar lagi, para caleg untuk DPRD Provinsi dan DPR RI itu biasanya bukan orang yang biasa dikenal masyarakat. Mereka cuma datang saat kampanye lima tahunan ini. Mereka juga sebagian besar berdomisili di luar Pulau Nias.

“Jangankan lihat kinerja atau kualitasnya, lihat tampangnya saja baru pada kampanye ini. Bahkan, banyak yang kami tidak tahu siapa mereka dan tidak pernah lihat wajah mereka. Termasuk di spanduk-spanduk,” ujar salah satu warga.

Kedua, buta rekam jejak. Karena umumnya para caleg itu, meski asli Putra/I Nias, namun mereka datang dari luar Nias. Warga tidak tahu seperti apa kinerja dan kualitas integritas para caleg
itu. Mereka umumnya berasal dari kota besar, terutama di Jabodetabek.

“Solusinya ya, tanya keluarga yang di perantauan. Siapa tahu mereka kenal. Atau punya informasi mengenai para caleg itu. Supaya kita tidak tertipu,” jelas warga lainnya.

Redaksi Nias Online sendiri menerima beberapa pertanyaan serupa mengenai para caleg yang layak dipilih.

Meski begitu, tidak berarti mereka bisa mendapatkan referensi yang diperlukan. Sebab, bisa saja yang ditanyai juga kurang mengenal atau tidak memiliki informasi mengenai caleg yang ditanyakan.

“Ada sih. Cuma aku gak bisa kasih referensi. Karena emang gak tahu peta politik di sana,” ujar Doni Christian Dachi, warga asal Nias Selatan di Jakarta.

Ketiga, khusus untuk caleg tingkat DPRD kabupaten/kota, umumnya kebingungan warga bukan karena tidak kenal calegnya. Justru sebaliknya, mereka kenal karena berasal dari lingkungan mereka sendiri. Bisa tetangga atau dari desa yang sama.

“Dari desa kita di sini, yang nyaleg banyak sekali. Sekitar sembilan orang. Kita bingung pilih siapa. Mereka semua keluarga kita. Minimal, kita satu desa,” ujar warga lainnya. (en)

Facebook Comments