NIASONLINE, JAKARTA – Satu lagi persoalan yang terkesan sepele namun berpotensi menjadi masalah dalam pelaksanaan pemilihan lolos dari perhatian Komisi Pemilihan Umum (KPU). Padahal pelaksanaan Pemilu Legislatif (Pileg) sudah di depan mata, tinggal dua hari lagi.

Masalah itu adalah adanya perbedaan keterangan pada dua dokumen penting. Pada Formulir Model C, disebutkan bahwa penghitungan suara dimulai pada pukul 13.00 waktu setempat. Sementara di Formulir Model C6 (Surat Pemberitahuan Pemungutan Suara Kepada Pemilih) tertulis bahwa waktu pelaksanaan pemberian suara “dimulai pukul 07.00 sampai dengan (s/d) selesai.”

Mengatasi masalah itu, KPU langsung mengirimkan surat kepada Ketua KPU Provinsi/KIP Aceh dan para ketua KPU Kabupaten/Kota/KIP Aceh di seluruh Indonesia. Dalam surat tertanggal 4 April 2014 tersebut, Ketua KPU Husni Malik emngakui adanya perbedaan waktu pada kedua formulir tersebut.

“Sehubungan dengan hal tersebut, kepastian wakti dimulainya pelaksanaan penghitungan suara tetap mendasarkan Pasal 44 ayat (1) Peraturan KPU Nomor 26 Tahun 2013, yaitu dimulai pukul 13.30 waktu setempat. Sedangkan pelaksanaan pemberian suara tetap dimulai dari pukul 07.00 sampai dengan 13.00 waktu setempat,” demikian isi poin nomor 2 (dua) suratnya bernomor 273/KPU/IV/2014 itu.

Dia menjelaskan, sebagai solusi atas perbedaan keterangan “pukul 13.00” pada Formulir C diganti dengan “pukul 13.30”. Selanjutnya diparaf oleh Ketua atau Anggota KPPS.

Sedangkan pada Formulir Model C6, keterangan “pukul 07.00 sampai dengan selesai” diganti dengan “pukul 07.00 s/d 13.00”. Selanjutnya, diparaf oleh Ketua atau Anggota KPPS.
Para komisioner KPU di Kabupaten/Kota/KIP Aceh juga diminta memberikan penjelasan tertulis kepada para ketua KPPS sebelum pelaksanaan pemungutan suara. (en)

Facebook Comments