Gereja ambruk akibat gempa | Puskompu

Gereja ambruk akibat gempa | Puskompu

NIASONLINE, JAKARTA – Hari ini, bencana gempa Nias tepat sembilan tahun. Gempa dengan kekuatan 8,7 SR yang terjadi pada 28 Maret 2005 sekitar pukul 23.30 tersebut merenggut sekitar seribu nyawa dan meluluhlantakkan Pulau Nias.

Memeringati bencana besar itu, berbagai kegiatan telah disiapkan di beberapa lokasi di Pulau Nias. Di Nias Selatan, diisi dengan kegiatan kebaktian yang digelar di lapangan Orurusa, Telukdalam, Nias Selatan.

“Tidak ada kegiatan peringatan khusus. Kita hanya buat KKR bersama lintas denominasi gereja di Nisel yg dipusatkan di lapangan Orurusa nanti mlm bekerja sama dengan Cross Knight Ministries Jakarta,” ujar Sekretaris Jenderal Sinode BKPN Pdt. Alvius Wau, STh kepada Nias Online, Jumat (28/3/2014).

Sementara di Gunungsitoli, dari berbagai informasi yang dihimpun, akan digelar Malam Doa yang dipusatkan di Lapangan Merdeka. Ada beberapa kegiatan yang menyertainya dan telah dimulai beberapa hari sebelumnya.

Pada kesempatan itu, Pdt. Alvius juga menyampaikan dukungan dan simpati serta doanya bagi para keluarga korban gempa itu agar kuat menatap masa depan.

“Dengan sembilan tahun telah berlalunya peristiwa gempa yang meluluhlantakan Kepulauan Nias dengan korban nyawa, fisik bangunan, materi dan lain sebagainya, maka sebagai insan ciptaan patut bersyukur kepada-Nya bila hari ini kita masih diberikan kesempatan untuk menikmati kehidupan, berkarya dan memuliakan nama-Nya di bumi Kepulauan Nias ini. Kepada keluarga korban gempa sembilan tahun lalu, turut berdukacita. Kiranya keluarga senantiasa diberikan kekuatan dan penghiburan dari Sang Pencipta langit, bumi dan segala isinya,” kata dia. (en)

Facebook Comments