Kabut asap di Kota Gunungsitoli. Foto diambil dari Laverna | BKL

Kabut asap di Kota Gunungsitoli. Foto diambil dari Laverna | BKL

NIASONLINE, GUNUNGSITOLI – Diduga imbas dari pembakaran hutan di daratan Sumatera, hari ini Pulau Nias diliputi kabut tebal. Hari ini, khususnya di Kota Gunungsitoli, kabut asap itu sangat tebal.

“Sebenarnya sudah dalam seminggu ini. Tapi hari ini kabutnya sangat tebal. Kemungkinan kabut asap, sebagai efek pembakaran hutan di Riau dan sekitarnya,” ujar Bruder Konstantinus Laia, kepada Nias Online, Senin (24/2/2014).

Bruder Konstantinus yang tinggal di Laverna tersebut menjelaskan, kabut asap itu cukup mengganggu jarak pandang untuk mereka yang berkendara. Namun, aktivitas masyarakat sejauh ini tidak terganggu sama sekali.

Sementara itu, Patriot Saro Zagötö, warga Nias Selatan menyebutkan, kabut asap itu juga melanda Nias Selatan. Bahkan, kata dia, meski kota Telukdalam, Ibukota Kabupaten Nias Selatan baru saja selesai diguyur hujan, namun kabut asap itu belum juga sirna.

“Tadi pagi kabutnya tebal. Tadi sempat hujan. Tapi kabutnya masih ada,” ujar dia.

Kabut asap ini sudah mulai mengganggu kegiatan masyarakat di sejumlah wilayah di Sumatera dalam beberapa pekan terakhir. Termasuk kegiatan penerbangan di Bandara Kualanamu beberapa waktu lalu yang sempat terhenti karena pekatnya kabut asap akibat pembakaran di wilayah sekitarnya. (en)

Facebook Comments