NIASONLINE, JAKARTA – Guna mengatasi kesulitan daerah-daerah terpencil untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM), pemerintah berencana membentuk lembaga penyalur BBM tambahan untuk daerah kecil dengan konsep sub-agen penyalur.

“Ini untuk menjawab kebutuhan masyarakat di daerah-daerah terpencil yang jauh dari lembaga penyalur. Saat ini sedang kita garap konsep sub agen penyalur tersebut,” ujar Anggota Komite Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Ibrahim Hasyim dalam keterangannya, di Jakarta, dikutip Senin (27/1/2014).

Proses pembentukan sub agen penyalur itu, kata dia, memerlukan koordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri karena berkaitan dengan peran pemerintah daerah (Pemda) dalam pelaksanaannya.

Ibraham menjelaskan, pertimbangan membentuk sub agen penyalur tersebut muncul setelah pihaknya melakukan peninjauan lapangan kondisi penyediaan dan pendistribusian BBM di daerah terpencil di Kabupaten Nias, Sumatera Utara.

Kunjungan itu dilakukan dalam rangka pemantauan sekaligus pengawasan langsung terhadap penyediaan dan pendistribusian BBM di wilayah-wilayah terluar Nusantara.

Menurut dia, akibat minimnya lembaga penyalur BBM di wilayah terpencil tersebut, menyebabkan pembelian BBM hanya bertumpu pada satu tempat saja. Kepulauan Nias sendiri yang terdiri dari empat kabupaten dan satu kota hanya sekitar satu sampai dua penyalur di satu wilayah.

“Akibatnya, masyarakat di pulau-pulau kecil harus membeli BBM dengan menggunakan jerigen dan drum di APMS,” tandas dia. (en)

Facebook Comments